
Berdiri dengan menggunakan kostum pria sambil berkacak pinggang.
Terdengar suara gemuruh yang memecah keheningan malam. Semakin lama, suara tersebut semakin terdengar jelas.
Dan benar saja, dari arah jauh terlihat pasukan Jenglot mendekat seperti lumba-lumba yang mengarah ke arah Tiara.
Walaupun Tiara tidak yakin sepenuhnya percaya rencana tersebut, namun dirinya tetap terdiam sampai pasukan Jenglot meloncat ke arahnya.
"KANDITA!"
Kandita langsung keluar dan menyerang para Jenglot yang mendekat ke arah Tiara.
"Dari awal aku sudah tidak yakin dengan rencana bodoh ini!"
Tiara kesal dan melepaskan wig di kepalanya lalu membuangnya tepat dihadapannya. Ia juga menginjak-injak wig tersebut sambil sesekali meludahinya.
"Akan aku balas perbuatanmu Diki!" Ancam Tiara menatap tajam ke arah semak-semak.
Hal itu membuat Diki merinding dan enggan untuk keluar dari semak-semak.
Melihat Tiara marah, Arzan membuat pelindung dari tanah untuk melindungi dirinya sendiri dan menghindari keterlibatan masalah antara Tiara dan Diki.
Di sisi lain Macan Putih dan Genderuwo membantu Kandita melawan para Jenglot yang mendekati Tiara.
"Walaupun serangan kita manjur, tapi para Jenglot terus berdatangan tanpa henti. Bahkan jenglot yang telah kita serang menghilang ke permukaan tanah begitu saja," keluh Macan Putih.
"Bener, kita hanya membuang-buang energi untuk meladeni para Jenglot ini tanpa tahu apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan mereka," tambah Genderuwo.
"Mereka juga membuat otakku pusing. Dan mambuatku berfikir 'apakah aku akan melawan mahluk ini setiap hari?!' tidak mungkin aku sanggup!" Keluh Kandita merasa Jijik.
Di sisi lain, Diki dikejutkan dengan Jenglot yang muncul dari belakang dirinya. Refleks ia menendang tubuh Jenglot tersebut hingga terkapar di tanah.
Tubuh Jenglot yang terkapar tersebut bergetar dengan sangat cepat dan matanya terlihat berubah menjadi berwarna merah menyala.
Hal itu juga membuat para Jenglot disekeliling terdiam dan merubah matanya menjadi berwarna merah menyala juga.
Para Jenglot tersebut kemudian berkumpul di satu titik dan bergabung menjadi satu kesatuan. Mereka menyatukan diri menjadi Jenglot Raksasa seukuran para Jin Khodam.
"Roaaaaaaaaaar!"
Jenglot raksasa tersebut berteriak sambil menatap ke arah Diki. Dengan cepat, Jenglot tersebut terbang ke arah Diki dengan wajah penuh dendam. Dengan sigap Juga, Genderuwo langsung terbang ke arah Diki untuk menyelamatkannya dari incaran Jenglot raksasa tersebut.
"ARZAN!"
Genderuwo berteriak untuk memberi sinyal pada partnernya.
'KEMAMPUAN UNIK, MEMPERLAMBAT WAKTU!'
Keluarlah lingkaran transfaran dari dalam Genderuwo. Lingkaran tersebut semakin meluas hingga kurang lebih berdiameter 30 meter persegi.
Jenglot raksasa yang mengincar Diki pun ikut masuk ke dalam lingkaran tersebut. Sehingga gerakan dirinya menjadi lambat sekitar 0,2 x dari kecepatan sebelumnya.
Mereka berdua telah berada tepat di hadapan Diki. Tangan Jenglot raksasa telah siap untuk menangkap tubuh Diki. Namun, Genderuwo juga tidak kalah saing, ia juga menjulurkan tangan kanannya untuk menangkap tubuh Diki. Sehingga mereka berdua saling beradu untuk mendapatkan tubuh Diki.
Jarak tangan Genderuwo dan Jenglot ke arah Tubuh Diki hampir sama, yaitu sekitar 1 meteran.
Akhirnya tubuh Diki didapatkan oleh Genderuwo. Bukan tanpa alasan ia mendapatkannya. Ada beberapa sebab diantaranya adalah Diki yang menghidar ke arah Genderuwo supaya ia sedikit lebih dekat dengan Genderuwo dan sedikit lebih jauh dari Jenglot. Kedua, kecepatan Genderuwo sedikit lebih unggul dibandingkan Jenglot.
Genderuwo menhindari Jenglot dan kembali bergabung bersama Jin Khodam lainnya. Kekuatan Uniknya menghilang dan menurunkan Diki di dekat Tiara.
Di sisi lain, Jenglot raksasa tersebut marah dan berteriak dengan kedua mata merah menyalanya menatap ke arah Diki.
"Sepertinya Jenglot itu bukan lagi mengincarku," tebak Tiara.
"Lebih tepatnya sekarang ia mengincarmu Diki," tambahnya menatap ke arah Diki.
Benar saja, Jenglot raksasa tersebut keloncat dan terbang ke arah Diki dengan sangat cepat. Namun, sebelum mendekat, Macan Putih langsung melindungi Diki.
'KEMAMPUAN UNIK, MEMPERLAMBAT WAKTU!'
Kini Tiara, Diki, Macan Putih, Kandita dan Genderuwo berada di dalam lingkaran tersebut, sehingga gerakan mereka menjadi lambat sekitar 0,5 x dari sebelumnya.
Saat masuk lingkaran memeperlambat waktu, kecepatan laju Jenglot raksasa tersebut melambat sekitar 0,2 x dari sebelumnya.
Karena kecepatannya lebih unggul, Genderuwo langsung memukul Jenglot yang ada di hadapannya tersebut.
Walaupun Genderuwo mengenainya dan Jenglot tersebut terpental ke belakang dengan lambat, ia kembali bangun dan berdiri tegap. Jenglot Raksasa tersebut kembali mundur.
Tangan Genderuwo juga sedikit kesakitan saat menyerang perut Jenglot tersebut dengan tinjunya.
"Aku harap kalian segera menyelesaikan ini, atau Kemampuan Unik Genderuwo akan menyusut," ucap Arzan dari jauh.
Memang benar, perlahan lingkaran transfaran tersebut mengecil. Mereka harus segera menyelesaikan pertarungan, karena lingkaran transfaran tersebut adalah salah satu kunci kemenangan menghadapi Jenglot Raksasa.
Mereka sedikit mendapat informasi mengenai Jenglot raksasa tersebut. Yaitu, kecepatannya sangat luar biasa. Namun, bisa ditangkal dengan kemampuan unik Genderuwo. Dan mereka mendapatkan informasi baru yaitu, tubuhnya sangat keras sehingga serangan tinju Genderuwo tidak bisa melumpuhkan Jenglot sedikitpun.
"Bukannya kemampuan Unik Macan Putihmu adalah memperkuat serangan?" Tanya Tiara pada Diki.
"Lah ia, kenapa kau diam saja Macan Putih?" Ucap Diki yang sama-sama baru sadar akan kemampuan Macan Putih.
"Bukan aku tidak mau mengatakannya pada kalian, tapi aku tidak bisa menandingi kecepatannya," jelas Macan Putih.
"Lalu kenapa kalian tidak collab saja?" Ucap Tiara.
"Eh? Maksudmu bagaimana Tiara?" Tanya Diki bingung.
"Kau selalu saja bodoh! Macan Putih dan Genderuwo saling melengkapi untuk melawan Jenglot itu. Genderuwo memeluk tubuh Macan Puti-."
Ucap Tiara dipotong oleh Macan Putih.
"Aku tidak mau melakukannya!"
"Kenapa kau tidak mau melakukan?" Tanya Tiara sedikit kesal.
"Aku masih normal!"
"Tolong, aku benci dengan pria-pria ini!!!"
Tiara terlihat frustasi dengan keadaan.
"TOLONG LAH KALIAN BEKERJASAMALAH!!!!!!!!!!"
Kandita berteriak, dirinya juga terlihat kesal pada Macan Putih yang enggan melakukan rencana dadakan Tiara.
"Ya sudah kalau tidak mau bagaimana kalau kau menaiki punggungku saja, Macan Putih?" Tanya Genderuwo.
Macan Putih kemudian menggunak. Ia juga berkata usul Genderuwo lebih baik dari pada rencana Tiara.
"Kenapa kau bisa berfikir jauh ke arah terlarang itu hah!? Dasar Macan Mesum!!!
"Ya sudah, sebaik kita lakukan saja rencanamu Tiara," ucap Genderuwo.
.
To Be Continued
.
.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI