Khodam

Khodam
Iblis Lava



Terbang menghampiri Diki dengan tatapan yang tajam, itulah Iblis yang mengincar tubuh Diki.


Namun, sesaat sebelum iblis itu benar-benar dekat dengan Diki, Macan Putih langsung menghalanginya sehingga terjadi benturan antara tangan Macan Putih dengan Kepala Iblis.


"Macan Putih?!" Teriak Diki cemas.


"Aku baik-baik saja, yang aku rasa hanya sedikit licin karena kepala mulusnya dan sedikit luka akibat dua tanduknya," jelas Macan Putih pada Diki.


"Apa yang kau maksud dengan kepala mulus hah?!" Teriak Iblis Kesal.


"Sebaiknya kau tidak ikut campur jin khodam. Aku hanya ingin membunuh manusia lemah itu. Karena aku kesal dengan bau darah miliknya!" Jelas Iblis kesal.


"Aku yakin kau adalah keturunannya. Orang yang telah menyegelku dalam batu sialan ini," tambahnya kesal.


Iblis tersebut juga menjelaskan bahwa yang menjadi jin khodam sesepuh Diki adalah Macan Putih itu sendiri.


Namun, Macan Putih mengaku bahwa dirinya tidak tahu pernah bertemu dan bertarung dengan iblis tersebut.


"Kau jangan pura-pura bodoh, aku yakin pernah bertarung bersamamu waktu itu," ucap Iblis menatap tajam Macan Putih.


Namun, lagi dan lagi Macan Putih membantah kata-kata iblis.


"Walaupun kau terus membantah fakta ucapanku, aku tidak akan pernah menyalahkanmu. Karena sifat kau tergantug dari sifat pemilikmu juga. Aku yakin jika dulu kau bersama orang yang menentang kebenaran, kau juga akan mengikutinya dan berusaha melindunginya bukan?!"


"Macan Putih?" Ucap Diki yang menatap ke arah dengan Macan Putih cemas.


Macan Putih menjelaskan bahwa apa yang dikatakan Iblis tersebut kemungkinan benar.


"Jika kau memiliki prinsip hidup ingin menguasai dunia walau dengan cara kotor pun, kemungkinan aku akan mendukungmu. Karena saat ini, yang aku pikirkan hanyalah melindungi diriku dari ancaman yang akan membuat hidupku berakhir," jelas Macan Putih pada Diki sedikit termenung.


Macan Putih menjelaskan bahwa Diki belum memiliki keturunan, dan ia tidak mungkin membuat partnernya itu celaka atau sampai meninggal. Karena, ia tidak tahu nasibnya jika parter yang belum memiliki keturunan meninggal.


"Heeh~ jadi selama ini kau tidak peduli padanya? Sungguh kisah yang menarik," ucap Iblis tersebut tertarik dengan kisah Macan Putih.


"Dan sejujurnya aku tidak peduli dengan kisahmu. Yang aku inginkan sekarang hanyalah terbebas dari dimensi bodoh ini," ucap Iblis tersebut yang kemudian terbang mendekat ke arah Diki.


Namun lagi dan lagi Macan Putih menahan iblis tersebut supaya tidak mendekati Diki.


"Ada apa denganmu?!, Aku tidak ada urusan denganmu!, Minggir!" Teriak Iblis kesal.


"Kau tahu, jika Ia mati, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidupku. Jadi sebelum kau memenggal kepalanya, langkahi dulu mayatku!" Ucap Macan Putih dengan ekspresi wajah yang terlihat meyakinkan.


Iblis tersebut kemudian terbang kembali ke atas langit. Ia berkata bahwa dirinya adalah iblis terkuat yang pernah ada di dunia ini.


"Huahahahaha, aku adalah Iblis Lava, berjanji  akan membunuh mereka berdua sampai benar-benar hancur jiwa dan raganya."


Iblis Lava memang iblis terkuat saat ini, digadang-gadang kekuatanya itu bisa membelah bulan di dua dimensi.


"Heh, bahkan serudukanmu tidak terasa sakit. Dua kali serudukan pun tidak terasa apa-apa. Apa rumor itu hanya hoax belaka?" Ucap Macan Putih dengan ekspresi wajah yang so polos.


Mendengar kata-kata Macan Putih membuat Iblis Lava tersebut marah. Seluruh tubuh yang berwarna merah semakin menambah aura kengerian yang dipancarkan Iblis Lava tersebut.


"Apa kau bilang?!" ucap Iblis Lava marah dengan nada suara yang berat.


Dirinya menatap ke arah Macan Putih dan seketika terbang menuju arahnya.


Lagi dan lagi, Macan Putih dengan sigap membuat pertahanan dengan kedua tangan yang melindungi perutnya.


'buk!'


Suara tubrukan antara Badan Macan Putih dan kepala Iblis Lava terdengar renyah.


"Macan Putih!" Teriak Diki cemas.


"Apa kau hanya bisa berteriak manusia bodoh?" Tanya Iblis Lava memandang rendah Diki.


"Dan untukmu Macan Putih yang telah menghinaku, bagaimana dengan kekuatanku barusan?" Tanya Iblis Lava terlihat sombong.


"Aku sangat ingat kejadian dulu saat kau dan partner lamamu menyegelku. Aku sangat direndahkan oleh partnermu sebelum ia benar-benar menyegelku di batu ini," jelas Iblis Lava yang kembali merasa kesal saat mengingat kejadian dulu.


Iblis Lava menceritakan bahwa dulu sebelum di segel, dirinya adalah menguasai daerah gunung Merapi setelah Mak Lampir benar-benar tidak terlihat di gunung tersebut lagi.


Gunung merapa yang terlihat damai saat dijaga oleh Mak Lampir, seketika berubah derastis saat Iblis Lava tersebut menguasai gunung merapi.


Tempat yang rindang, dengan banyak pepohonan seketika berubah menjadi tempat mengerikan penuh dengan Lava yang mengalir dan semburan gunung merapi yang terjadi setiap satu jam sekali.


Karena ulahnya sangat meresahkan, apalagi wilayah yang perlahan semakin meluas, seseorang datang menantang Iblis Lava untuk berduel.


Pertarung tersebut sangatlah mengerikan. Kerugian atas pertarungan tersebut juga bukan main.


Semua wilayah kekuasaan Iblis Lava hancur berantakan. Bukan hanya itu, wilayah luar pun terkena dampak akibat pertarungan dahsyat tersebut.


Karena lengah, Iblis Lava pun terkena serangan telak hingga dirinya tidak bisa menggunakan kekuatannya dan tidam bisa menggerakkan tubuhnya lagi.


Karena takut membuat ulah lagi, orang tersebut memutuskan untuk menyegel Iblis Lava tersebut di dalam batu langka.


Karena kekuatan Iblis Lava yang begitu dahsyat, orang tersebut memiliki untuk menyegelnya di dalam batu 'Garnet'.


Batu Garnte adalah batu langka yang dapat menahan kekuatan Iblis Lava, segingga Iblis Lava tidak mungkin bisa keluar bagi tersebut begitu saja.


Namun, sebelum ia benar-benar menyegel Iblis Lava tersebut, dirinya meludahi dan menginjak-injak kepala Iblis Lava tersebut.


Hingga Iblis Lava berjanji akan membalaskan dendamnya pada siapapun yang berhubungan darah dengan pria yang menyegelnya.


"Itulah sekilas cerita sebelum aku di segel dalam batu sialan ini!" Jelas Iblis Lava.


"Dan kebetulan sekali, keturunannya ternyata menawarkan diri untuk menjadi tumbalku, huahahahahaa," tambahnya tertawa.


Mendengar kisah tersebut, Diki sedikit menerka-nerka siapa yang dimaksud iblis tersebut.


Dari deskripsinya, ia menyimpulkan bahwa itu adalah ayahnya. Namun, Diki tidak begitu yakin karena ia juga masih belum tahu jelas mengenai dunia ghoib yang dirinya alami.


Ia juga tidak begitu mengenal kakeknya, karena saat bayi sampai sekarang ia belum pernah melihatnya.


Yang Diki maksud, bisa jadi orang yang menyegel Iblis Lava tersebut adalah kakeknya atau buyutnya atau kakeknya buyutnya, atau buyutnya buyutnya, atau bisa jadi orang lain yang kebetulan bau darahnya sama dengan bau darah dirinya.


.


To Be Continued


.


.


.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI