Khodam

Khodam
dewi rembulan



ta terasa sang pagi pun telah tiba , walaupun suasana langit masih terasa gelap gulita, akan tetapi wine yang sudah terbangun dari tadi , sudah bersiap siap, untuk melakukan latihan dan ingin mencoba sesuatu yang ia pikirkan semalaman ini,


sperti biasa wine meninggalkan sepucuk surat kepada ibunda, walau pun aga berbeda dari sebelumnya , yang kini isi suratnya itu ia akan pergi selama satu minggu.


setelah ia melakukan kebiasaanya itu wine pun berajak pergi untuk berlatih di bukit di pinggir kota, tempat biasa ia berlatih,


setelah sampai wine pun seperti biasa melakukan gerakan gerakan pemanasan seperti yang ia lakukan di dunianya dulu.


setelah ia selesai ia pun mulai mengingat ngingat gerakan terlarang sang guru yang telah ia ajarkan kepadanya , dan perlahan wine pun mulai memperagakan garakan yang ada di kepalanya itu.


terlihat wine merasa sedikit kesusahan karena tubuhnya ini masih kaku terhadap gerakan yang asing , yang mana tehnik ini mengandalkan kelenturan tubuh yang sangat exstrim sehingga wine pun harus beradaptasi dengan baik terhadap tubuhnya ini .


suasana pagi pun berlalu kini berganti siang dan malam begitu seterusnya hingga tiga hari pun telah datang , terlihat wine yang sedang berlatih ia berlatih dengan sangat serius walau pun di selah selah latihanya terasa berat dan di hiasi dengan keputus asaan akan tetapi wine terus berlatih selama tiga hari berturut turut, sang ibu tetntunya terus datang setiap hari , untuk memberikan ia makanan untuk menambah energi , walau pun sang ibu meminta wine untuk berhenti sejenak untuk beristirahat akan tetapi wine selalu menolak secara halus, apa lah daya jika sang anak sudah berkata demi kian sang ibu pun tidak bisa untuk menghentikanya,


" jangan terlalu memaksakan dirimu wine, cepatlah makan jika kau sudah merasa keleahan ya nak, " ujar sang ibu berteriak pada anaknya.


di lihat dari tekat wine yang sangat kuat sang ibunda ayu pun hanya bisa mendukung wine dan menyemangatinya dan berdoa untuk keselamatanya ,ini pun demi masa depanya.


terlihat wine sudah menguasai gerakan gerakan yang ia inginkan,mulai dari yang ter mudah sampai yang sangat sulit itu semua sudah ia kuasai dengan latihan yang sangat berat, hanya satu hal yang wine ingin coba yaitu mengeluarkan energi yang berwarna biru yang ada di dalam tubuhnya, wine sangat lah kesulitan dalam mengeluarkan energinya,


sudah berkali kali wine mencoba mengeluarkanya, akan tetapi semua itu nihil, wine tidak bisa mengeluarkan energi biru misterius itu dalam tubuhnya,


wine pun merasa dirinya telah lelah dan terjatuh kedalam keputus asaan , karna ini sangat lah sulit tidak ada guru ataupun buku, apapun itu yang bisa menunjukan bagai mana caranya, .


wine pun kembali mengingat masa lalunya bersama sang guru bela dirinya itu di dunianya dulu .


di saat wine kebingungan atau mengalami kesulitan dia lah yang menjelaskan dan mengarahkan dikala ia merasa kesulitan,


"apa pun itu dan siapaun dia beri aku petunjuk , tuhan kenapa engkau mengirimku kemari jika engkau membuatku mendrita, tunjukan lah kepada kepada ku" teriak wine kepada langit di depan hutan rimba


seketika angin pun berhembus sangat kencang pohon pohon yang ada di hutan bergoyang dengan sangat keras akbiat angin yang ber hembus kencang


seketika semua yang terbenak dalam kepala wine semuanya tiba tiba buyar ,setelah mendengar suara misterius , serontak wine melirik dan memperhatikan arah asal suara itu,


terdengar suara itu berada di arah mulut hutan , perlahan wine memusatkan telinganya dan memastika suara misterius itu,


" hai anak muda kemari lah , semua pertanyaanmu akan aku jawab semuanya, kemari lah"


sesosok suara perempuan terdengar sangat jelas dan merdu dengan di hiasi angin yang masih sangat kencang sektika juga awan gelap pun datang,


wine pun sempat merasa ragu akan tetapi wine mencoba untuk memberanikan diri masuk kedalam hutan dan mencari tau dari mana suara itu.


perlahan wine masuk kedalam hutan dengan bersiaga dengan berbekal kayu di tanganya wine memberanikan diri untuk masuk kedalam hutan yang di kenal sangat berbahaya karena banyak sekali binatang binatang buas yang bisa menyerang kapan saja .


ta lama setalah wine mengikuti arah suara itu wine sampai lah di sebuah batu tempat pertama kali ia masuk kedalam tubuh yang ada di dunia ini,


terlihat awan hitam sudah menutupi langit yang menandakanh hari sudah malam, angin kecang pun perlahan hilang , awan hitam yang tadinya sudah menutupi langit seketika mengilang , kini langit terlihat sangat cerah di hiasi bintang bintang yang bersinar terang dan rembulan yang terpancar bersinar di langit, sangat lah indah ,


di balik pemadangan indah di langit , terlihat sesosok wanita dengan mengenakan gaun putih dan rambut panjang yang sedang menatap langit, di hiasi mahkota yang sangat indah, sang sinar rembulan menyinarinya bagaikan bidadari yang sedang menatap langit , suasana di sana sangatlah tenang


wine yang terpana dengan sesosok wanita itu perlahan menghampiri sesosok wanita anggun itu.


" hai siapakah engaku dewi , kenapa engaku berada di hutan sendirian"


sesosk permpuan itu perlahan menurunkan tatapan nya terhadap bulan yang sedang ia pandang,


sesosok perempuan itu pun secara perlahan dengan tenang meilirik ke arah wine , wine pun yang sedang merasa penasaran akan wajah dari sesosok wanita itu pun ta mengalikan pandanganya terhadap wanita yang ada di depanya itu.


wanita itu pun melihat wine , seketika wine pun merasa terpana akan kecantikan dari wanita tersebut, sampai sampai ia lupa apa yang ada di sekelilingnya , perlahan pula cahaya putih bersinar terang hingga wine tidak bisa melihat apa apa,