
Cih, akhirnya aku melakukannya juga.
Pertemuan dengan Basma secara pribadi, tanpa melibatkan siapa pun. Key sekalipun. Walaupun ini bukan pertama kalinya, namun Bian membawa langkahnya dengan gelisah. Karena Basma yang ia temui hari ini bukan adik Key yang sedikit menyebalkan. Namun, adik yang harus dia bawa kembali pada ayahnya.
Apakah Bian tergerak hatinya karena ketulusan Basma. Atau sebenarnya
dia memang sudah mau menemui Basma hanya menunggu momen tepat, agar dia tidak
terlalu kentara kalau dia mengakui Basma sebagai adiknya. Sekedar melindungi
harga dirinya.
Karena bakso.Ya, aku mau berterima kasih karena bakso.
Walaupun dia sendiri tidak yakin dengan alasan yang dibuat-buat hatinya itu.
Bian masuk ke area parkir, melirik jam tangan. Sudah masuk waktu
janjian.
Saat Bian membuka pintu kafe, pandangannya langsung menangkap sosok anak
itu. Anak malang yang harus kehilangan ibunya saat baru dilahirkan. Bian masih
berdiri di dekat pintu masuk, menyiapkan hati. Sialnya Basma menyadari kedatangannya.Dia langsung berdiri dari
duduk. Melihat Bian lekat tanpa sedetik pun memalingkan pandangan.
Karena Basma takut,jika dia berpaling, laki-laki yang dia lihat dari
kejauhan itu akan menghilang. Pandangan Basma yang mengikuti, membuat Bian mau tidak mau akhirnya melangkah
mendekat.
“ Kau sudah datang?”
Menarik kursi dan duduk. Canggung. Di hadapan Basma sudah ada segelas
jus yang bahkan sudah hampir habis. Dasar gelasnya saja sudah terlihat. Bian
melirik jamnya, perasaaan dia tidak terlambat. Dia datang tepat waktu.
“ Aku sengaja datang lebih awal dari waktu janjian kita," menangkap pandangan heran saat melihat gelasnya. " aku takut
datang terlambat, lebih takut lagi kalau Kak Bian tidak mau menunggu dan pergi.”
Apa-apaan serangan bocah ini.Kau sudah latihan dari rumah untuk
menyerangku ya.
“ Kau sudah makan?” Bian memanggil pelayan, karena tidak tahu harus
membalas kata-kata Basma tadi dengan cara yang keren. Saat pelayan datang
mencatat pesanan, Bian menayakan apa yang diinginkan Basma. Tapi bocah di
hadapannya hanya menatapnya. “ Siapkan saja sama untuknya.”
Pelayan menggangukan kepala, lalu berlalu.
Berhenti memandangiku! Sial! Ternyata jadi secanggung ini.
Biasanya walaupun terpancar aura antipasti tapi keduanya masih bisa
bicara dengan nyaman.Tapi sekarang.
“ Kak Bian.”
Basma memecah kebisuan diantara mereka. Mata mereka bertemu.
“ Kak Bian suka dengan baksonya?”
Kurang ajar, kenapa bakso lagi si.
“ Ehmm, ia lumayan. Aku mengajakmu makan untuk berterimakasih. Lain
kali.”
“ Aku bisa membuatkan lagi lain kali untuk Kak Bian.”
Bukan itu! Lain kali kau tidak perlu melakukannya.
“ Maaf.” Sebelum kecanggungan semakin menjadi karena Basma mengatakan
hal-hal aneh yang menjadi serangan untuknya. Bian memotong cepat. “ Maaf untuk
semua yang sudah ibuku lakukan pada ibumu. Karena ibu kau harus menjalani hidup
yang berat.”
Basma meremas jemarinya di bawah meja. Karena langsung tercipta keseriusan di udara di sekitar mereka. Kafe yang ada pengunjung lain pun tampak lengang. Mereka tidak melihat kursi-kursi lain yang juga terisi oleh pelanggan kafe. Bagi mereka berdua, hanya ada Basma dan Bian.
“ Aku memohon maaf atas nama ibuku padamu Bas.”
“ Kalau begitu apa Kak Bian juga bisa memaafkan ibuku.”
Pembicaraan apa ini, keduanyaa saling minta maaf untuk kesalaahan yang
tidak mereka lakukaan. Mereka berdua ingin melupakan namun masih terbelenggu
dengan masa lalu. Dendan, kebencian, dan kemarahan yang bertahun-tahun
terpendam.
“ Sekarang, apa kau mau kembali?”
Tidak ada perkataan saling memaafkan yang terucap, namun sepertinya
keduanya telah mengetahui kesalahan apa yang sudah dilakukan ibu mereka
masing-masing.
“ Kembali ke rumah Ayah?” melengkapi kalimatnya yang tadi.
“ Apa Kak Bian mengakuiku?” Balas Basma.
Hah! Mengakuimu, apa pentingnya pengakuanku.Pengakuan ayahlah yang paling
utama.
“ Apa yang kau bicarakan. Aku mengakuimu atau tidak kau tetaplah putra
Adiguna. Kau salah satu pewaris Adiguna Group yang berhak untuk hidup dengan
semua fasilitas yang dimiliki Adiguna Group. Aku sudah berjanji pada ayah untuk
membawamu kembali jadi persiapkan dirimu.”
Benar, semakin cepat ini selesai. Aku bisa bertemu dengan Key lagi.
Masalah selesai pikir Bian. Karena dia yakin kalau Key pasti juga sudah
menyiapkan hatinya untuk kemungkinan itu. Lagi pula saat Basma kembali
ke rumah ayahnya. Key akan menjadi miliknya seutuhnya.
(Hehe, sudah ngayal kamu bi. Nikah sama Key. Wkwkwkw)
“ Apa Kak Bian mengakuiku.” Mengulang pertanyaan, membuat geram.
Pelayan datang di saat yang tepat, membawa pesanan, setelah meletakan
semuanya dia berlalu dengan cepat.
“ Sudah kubilang pengakuanku tidak penting.”
“ Tapi bagiku itu penting!” dengan suara meninggi, persis seperti
kakaknya kalau gusar. “ Aku mau Kak Bian mengakuiku sebagai adik Kak Bian.
Bukan hanya sebagai anak ayah.”
Apa-apaan bocaah ini. Belajar keras kepala dari mana dia!
“ Bas, aku akan membawamu kembali pada ayah kaarena rasa bersalahku
padamu, atas apa yang ibuku lakukan pada ibumu. Itu saja, jangan meminta lebih
dari itu.”
Untuk mencintai Basma seperti tidak terjadi apa-apa, rasanya Bian belum
sedikit menguap, namun menyayangi dan mengakui Basma dengan hatinya.Dia belum
bisa melakukan sesuatu sebesar itu.
Aku bukan Key Bas.
“ Kalau begitu, lepaskan Key dan berikan dia padaku.”
“ Omong kosong apa itu!”
Bian tidak melihat sedikitpun tanda-tanda kalau apa yang sedang
dibicarakan Basma hanyalah candaan.Bocah ini serius gumam Bian. Membuatnya
kesal.Bisa-bisanya dia memakai Key untuk memprovokasinya.
“ Kenapa? Apa Kak Bian mau semuanya?”
“ Hah! Seharusnya aku yang bertanya. Apa kau rela menukar ayah dan
Adiguna Group dengan Key.”
“ Kenapa tidak.” Yakin, meraih gelas dan meneguk minuman yang baru di
pesan tadi. Menusukan garbu dan memakan apa pun yang berhasil di tusuk garbu.
Menyuapkan ke mulut dengan gaya penuh percaya diri dan sikap tidak gentar sama
sekali. “ Selama ini aku hidup bahagia dengan Key tanpa mengenal keluarga
kandungku. Aku pernah hidup tanpa tahu siapa ayahku dan kakakku, kenapa aku
tidak bisa hidup seperti itu lagi. Tetu saja aku bisa.”
Basma menurunkan kedua tangannya di bawah meja.
“ Key menyayangiku, kalau aku memohon padanya untuk melepaskan Kak Bian
dia pasti akan melakukannya. Sama seperti Kak Bian yang akan melepaskan aku, Key
juga akan melepaskan Kak Bian.”
Dia sedang mengancamku dengan membawa nama key.
“ Kak Bian tidak bisa melepaskan Adiguna Group dan ayah untuk Key kan?”
Tersenyum sinis. “ Tapi aku bisa, bagiku Key adalah orang paling berharga
dalam hidupku sekarang.Dia keluargaku, dia mencintaiku. Walaupun tidak ada
darah yang terhubung di antara kami.”
“ Hentikan omong kosongmu ini Bas.”
“ Ah, atau suatu hari nanti aku bisa membuatnya menyukaiku dengan cara
yang berbeda setelah dia melupakan Kak Bian.”
Suasana memanas. Mulai ada yang melirik mereka bertengkar. Walaupun tidak terlalu antusias.
“ Hentikan omong kosongmu Basma.” Bian mulai gusar. Ocehan Basma
benar-benar berhasil memprovokasi kesabarannya. Tangannya sudah terkepal gemetar
di atas meja.Apalagi saat melihat Basma yang sepertinya tidak merasa omong kosong yang sudah ia katakan adalaah salah.
“ Lalu apa yang kak Bian inginkan sekarang?” Masih bicara dengan
menantang. Walaupun intonasinya merendah namun berhasil menabur bensin di hati
Bian. “ Kak Bian tetap ingin Adiguna Group dan ayah, dan juga memiliki Key.
Serakah sekali.” Sinis, dengan senyum tipis menyeringai. Namun Basma buru-buru
membuang pandangannya saat mata mereka bertemu.
Anak ini benar-benar ya. Mirip siapa sikap keras kepalamu itu. Key saja
bisa sebaik itu tapi kau yang sudah jadi adiknya bertahun-tahun seperti ini. (
Yo mirip dirimu Bi)
Mereka berdua sedang menarik nafas dalam.
“ Aku akan membawamu pada ayah.” Kembali ke titik awal pembicaaraan
mereka tadi. “ Pengakuanku padamu tidak penting.”
“ Bagiku itu penting.” Menundukan kepala lemah. Sikap menantangnya tidak mempan. Basma memakai jurus yang lain. “ Pengakuan Kak Bian penting bagiku.”
Ada sebuah kegetiran yang langsung tertangkap oleh Bian. Cih, ia memaki.
Kalau aku mengakuimu sebagai adik apa masalah selesai.
“ Apa hanya itu yang kau inginkan?”
Basma sudah terlihat senang.Membuat Bian menyesali tawarannya. Karena sepertinya dia menduga, Basma sengaja melakukan itu.
“ Jangan serakah Bas, keserakahanmu bisa menghancurkan hidupmu.” Ntah kenapa
Bian ingin mengancam, karena melihat bola mata itu bersemangat lagi. Dia tidak
mau mendengar permintaan yang jauh lebih aneh dari sekedar dia minta diakui
sebagai adik.
“ Maaf Kak karena aku memang serakah.” Memberi kesempataan Bian berdecak
sekali lagi. “ Aku mau Mbak Key tetap ada di sampingku, aku mau mendapatkan
cinta dari ayahku. Aku mau kak Bian memaafkan ibuku. Aku mau ibu Kak Bian
mengiklaskan semua salah ibuku. Supaya dia bisa tenang di sana. Dan aku juga
ingin kak Bian mengakuiku sebagai adik.” Itu permintaan tulus dari hati Basma.
Terbukti dari ujung matanya yang mulai basah. “ Tidak bisakah Kak Bian berikan
semua itu padaku.”
Ini curang namanya. Kenapa dia mengatakan sambil menangis begitu. Kau pikir aku batu!
“ Anak bodoh! Kemarilah.”
Bian mendorong kursinya, lalu berdiri, merentangkan tangan. Menunggu Basma mendekat.
“ Kenapa kau pintar sekali bicara.”
Beberapa mata melihat mereka. Apalagi tangis Basma yang mengeras
sementara Bian menepuk bahunya lembut.
" Tidak bisakah Kak Bian memberikan semua itu."
" Sudah diam. Kau pikir kenapa aku memelukmu."
Hiks. " Maaf Kak, kalau aku serakah."
Tidak, kau tidak serakah. Aku lah yang harus belajar darimu Bas. Seperti Key yang memilih memaafkan. Kau memilih meraihku dan minta pengakuanku. Padahal kau bisa saja langsung lari pada Ayah. Merebut semuanya, toh kau anak wanita itu. Wanita yang dicintai ayah.
" Maaf Bas, membuatmu lama menunggu."
Ibu, andai kau mengenal wanita itu dengan baik, apakah kalian bisa hidup tanpa pernah berprasangka. Namun takdir Tuhan bukanlah pengandaian. Bian menepuk bahu Basma pelan. Tangis adiknya bahkan masih terbawa sampai mereka keluar dari kafe dan masuk ke dalam mobil di area parkir.
Bersambung
Note :
Alhamdulillah, update segini dulu ya, part setiap episode panjang-panjang kok. Semoga menjadi obat rindu.
Semua pada akhirnya telah terselesaikan, Menuju episode final insyaallah untuk update berikutnya. Akan ada beberapa episode lagi, ditunggu ya.
Terimakasih ^_^