Key And Bian

Key And Bian
Amanda (Part 2)



Amanda Hiller adalah seorang gadis yang baik. ia putri pengusaha fashion ternama, brand Morela adalah produk kelas atas yang sudah mendunia. walaupun sebagai seorang model ia memiliki imej imut, baik dan pekerja keras. Tidak pernah terlibat skandal apapun. di dunia hiburan ia ibarat selalu berjalan diatas karpet merah yang nyaman.


Saat ini gadis itu seperti telah kehilangan separuh nyawanya. ia baru saja bertunangan, namun disaat ia seharusnya merayakan kebahagiaan ia malah mendapatkan pikulan yang memporak-porandakan hatinya menjadi serpihan kecil.


Ia tahu selama ini Bian hanya berpura-pura. Namun ia selalu menghibur diri, bahwa itu tidak apa-apa, karena ia memang mencintai laki-laki itu. ia rela hidup berpura-pura dicintai, asalkan ia mendapat laki-laki yang dicintainya.


Amanda mulai sesengukan. Airmata yang ia tahan jebol sudah. Ia tidak bergerak dari tempat duduknya.


Makanannya juga mulai dingin, namun sama sekali ia sudah kehilangan  selera untuk memakannya. Ia ingin berteriak, berlari dan mengamuk. Melampiaskan semua kesal dan benci didadanya. Teringat


betapa bahagia ia tadi, saat Bian menelfon dan mengajaknya makan. Saat ia


berdebar-debar memilih pakaian terbaik. Aahhh, ia semakin kesal jika mengingat


semuanya.



Seorang laki-laki masuk ke dalam


restoran dengan wajah penuh rasa kuatir, bertanya kepada pelayaan. Lalu ia di bawa masuk ke dalam lorong


menuju sebuah ruangan. “ Silahkan pak, dia ada di sini.”


“ Ah, terimakasih. Tolong jangan


sampai ada berita tersebar.”


Sambil menunduk pelayan itu


menjawab. Lalu ia permisi meninggalkan Anjas yang masih berdiri mematung di


depan pintu. “ Sudah ku duga ini akan terjadi. Apa yang sudah di lakukan si


bodoh itu.” Ternyata Anjas di telfon oleh amanda. Gadis itu menangis keras,


memaki-maki dengan kesal, bahkan rasanya ingin mati saja. Perlahan Anjas


membuka pintu, mendapati gadis itu sedang sesengukan duduk di lantai.


“ Ya tuhan! Apa yang terjadi padamu.” Anjas cukup akrab dengan Amanda, kerap kali mereka bertemu untuk


sekedar membicarakan tentang bagaimana menaklukan hati Bian. Amanda bahkan


menelfon Anjas setiap hari untuk bertanya tentang Bian.


“ Aaaaaaaaaaaaaa!” Amanda malah


semakin keras menangis. Ia memeluk Anjas tiba-tiba, saat anjas sudah duduk di


sampingnya. “ Siapa dia kak, siapa perempuan itu? Wanita yang di cintai kak


Bian. Huhuhu. Apa dia lebih cantik dariku.”


Haduh apalagi ini, apa yang dikatakan sibodoh itu untuk lepas dari Amanda.


Anjas menepuk bahu Amanda


berulang-ulang. Namun ia masih diam, tidak mungkin juga menjawab bukan. Kalau


saingannya hanyalah seorang pedagang somai kaki lima. Tangis Amanda belum


berhenti. Anjaspun hanya mendengarkan semua kata-kata Amanda dalam diam. Karena


ia sendiri tidak tahu, bagaimana cara menghibur gadis di sampingnya. ia tidak punya pacar dan pengalaman untuk urusan kegagalan cinta. Hampir


satu jam waktu terus bergulir. “Apa kau sudah lega sekarang.”


“ Huk, huk” masih ada sisa-sisa


tangisan. “ maaf ya kak, aku selalu merepotkan kak Anjas, padahal kak Anjas


“ Sudahlah, kau sudah lebih baikan


sekarang. Aku tidak bisa membantu apa-apa dalam hubunganmu dengan Bian. Dia yang


sudah memutuskan bagaimana  selanjutnya


sebaiknya yang kamu pilih adalah mengikuti kemauannya.”


“ Kak, siapa dia?” bertanya lagi. “


Kak Anjas pasti tahukan, siapa wanita murahan itu.”


“ Aaa, apa kau mengatakan kata yang


sama pada Bian tadi?” kuatir sendiri dia jadinya.


Amanda menghapus sisa airmatanya


sambil berwajah muram. Ya, ia mengatakan hal itu, dan senyum di wajah Bian


lenyap sudah.


“ Aku juga tidak tahu, dan kalaupun


aku tahu,, maaf rasanya bukan kapasitasku untuk menjelaskan apa-apa. Berhentilah


menyukai Bian, dan temuilah laki-laki lain.”


“ Aku sudah bertunangan kak. Apa


kau pikir ada yang masih mau pdkt denganku, sedangkan aku bertunangan dengan


pewaris tahta Adiguna grup?”


Anjas menghela nafas, ya, itu benar


sekali. “ Akan ada pengumuman resmi pembatalan pertunangan  bulan


depan, aku belum bisa memastikan kapan itu, tapi ku mohon, bersabarlah. Jalani


kehidupanmu seperti biasanya Amanda, kau sangat cantik dan baik, aku yakin kau


akan menemukan pria baik yang bisa mencintaimu dengan benar di luar sana.”


Amanda mendorong tubuh Anjas. “ kenapa bahkan apa yang kalian katakan sama.”


“ Aaaa, maafkan aku. Ayo, bangunlah, kuantar kau pulang.” Anjas mengulurkan tangannya. Amanda


menerimanya, lalu bangun dari duduk bersimpuhnya sejak tadi. “ tersenyumlah,


kau benar-benar cantik kalau tersenyum.”


“ Apaan sih.” Tangannya memukul


bahu anjas. Mereka berjalan meninggalkan ruangan. Bibirnya tersenyum. Ia ingin


mengandeng tangan Anjas di sampingnya, namun ragu. Dadanya berdetak kencang


karena merasakan canggung. Akhirnya di tariknya tangannya lagi. Hatinya menahan


diri untuk melampui batasan.


BERSAMBUNG.........


Tidur yang nyenyak ya Manda


dilike dulu gaessss 😉😉😉