
Amanda Hiller adalah seorang gadis yang baik. ia putri pengusaha fashion ternama, brand Morela adalah produk kelas atas yang sudah mendunia. walaupun sebagai seorang model ia memiliki imej imut, baik dan pekerja keras. Tidak pernah terlibat skandal apapun. di dunia hiburan ia ibarat selalu berjalan diatas karpet merah yang nyaman.
Saat ini gadis itu seperti telah kehilangan separuh nyawanya. ia baru saja bertunangan, namun disaat ia seharusnya merayakan kebahagiaan ia malah mendapatkan pikulan yang memporak-porandakan hatinya menjadi serpihan kecil.
Ia tahu selama ini Bian hanya berpura-pura. Namun ia selalu menghibur diri, bahwa itu tidak apa-apa, karena ia memang mencintai laki-laki itu. ia rela hidup berpura-pura dicintai, asalkan ia mendapat laki-laki yang dicintainya.
Amanda mulai sesengukan. Airmata yang ia tahan jebol sudah. Ia tidak bergerak dari tempat duduknya.
Makanannya juga mulai dingin, namun sama sekali ia sudah kehilangan selera untuk memakannya. Ia ingin berteriak, berlari dan mengamuk. Melampiaskan semua kesal dan benci didadanya. Teringat
betapa bahagia ia tadi, saat Bian menelfon dan mengajaknya makan. Saat ia
berdebar-debar memilih pakaian terbaik. Aahhh, ia semakin kesal jika mengingat
semuanya.
Seorang laki-laki masuk ke dalam
restoran dengan wajah penuh rasa kuatir, bertanya kepada pelayaan. Lalu ia di bawa masuk ke dalam lorong
menuju sebuah ruangan. “ Silahkan pak, dia ada di sini.”
“ Ah, terimakasih. Tolong jangan
sampai ada berita tersebar.”
Sambil menunduk pelayan itu
menjawab. Lalu ia permisi meninggalkan Anjas yang masih berdiri mematung di
depan pintu. “ Sudah ku duga ini akan terjadi. Apa yang sudah di lakukan si
bodoh itu.” Ternyata Anjas di telfon oleh amanda. Gadis itu menangis keras,
memaki-maki dengan kesal, bahkan rasanya ingin mati saja. Perlahan Anjas
membuka pintu, mendapati gadis itu sedang sesengukan duduk di lantai.
“ Ya tuhan! Apa yang terjadi padamu.” Anjas cukup akrab dengan Amanda, kerap kali mereka bertemu untuk
sekedar membicarakan tentang bagaimana menaklukan hati Bian. Amanda bahkan
menelfon Anjas setiap hari untuk bertanya tentang Bian.
“ Aaaaaaaaaaaaaa!” Amanda malah
semakin keras menangis. Ia memeluk Anjas tiba-tiba, saat anjas sudah duduk di
sampingnya. “ Siapa dia kak, siapa perempuan itu? Wanita yang di cintai kak
Bian. Huhuhu. Apa dia lebih cantik dariku.”
Haduh apalagi ini, apa yang dikatakan sibodoh itu untuk lepas dari Amanda.
Anjas menepuk bahu Amanda
berulang-ulang. Namun ia masih diam, tidak mungkin juga menjawab bukan. Kalau
saingannya hanyalah seorang pedagang somai kaki lima. Tangis Amanda belum
berhenti. Anjaspun hanya mendengarkan semua kata-kata Amanda dalam diam. Karena
ia sendiri tidak tahu, bagaimana cara menghibur gadis di sampingnya. ia tidak punya pacar dan pengalaman untuk urusan kegagalan cinta. Hampir
satu jam waktu terus bergulir. “Apa kau sudah lega sekarang.”
“ Huk, huk” masih ada sisa-sisa
tangisan. “ maaf ya kak, aku selalu merepotkan kak Anjas, padahal kak Anjas
“ Sudahlah, kau sudah lebih baikan
sekarang. Aku tidak bisa membantu apa-apa dalam hubunganmu dengan Bian. Dia yang
sudah memutuskan bagaimana selanjutnya
sebaiknya yang kamu pilih adalah mengikuti kemauannya.”
“ Kak, siapa dia?” bertanya lagi. “
Kak Anjas pasti tahukan, siapa wanita murahan itu.”
“ Aaa, apa kau mengatakan kata yang
sama pada Bian tadi?” kuatir sendiri dia jadinya.
Amanda menghapus sisa airmatanya
sambil berwajah muram. Ya, ia mengatakan hal itu, dan senyum di wajah Bian
lenyap sudah.
“ Aku juga tidak tahu, dan kalaupun
aku tahu,, maaf rasanya bukan kapasitasku untuk menjelaskan apa-apa. Berhentilah
menyukai Bian, dan temuilah laki-laki lain.”
“ Aku sudah bertunangan kak. Apa
kau pikir ada yang masih mau pdkt denganku, sedangkan aku bertunangan dengan
pewaris tahta Adiguna grup?”
Anjas menghela nafas, ya, itu benar
sekali. “ Akan ada pengumuman resmi pembatalan pertunangan bulan
depan, aku belum bisa memastikan kapan itu, tapi ku mohon, bersabarlah. Jalani
kehidupanmu seperti biasanya Amanda, kau sangat cantik dan baik, aku yakin kau
akan menemukan pria baik yang bisa mencintaimu dengan benar di luar sana.”
Amanda mendorong tubuh Anjas. “ kenapa bahkan apa yang kalian katakan sama.”
“ Aaaa, maafkan aku. Ayo, bangunlah, kuantar kau pulang.” Anjas mengulurkan tangannya. Amanda
menerimanya, lalu bangun dari duduk bersimpuhnya sejak tadi. “ tersenyumlah,
kau benar-benar cantik kalau tersenyum.”
“ Apaan sih.” Tangannya memukul
bahu anjas. Mereka berjalan meninggalkan ruangan. Bibirnya tersenyum. Ia ingin
mengandeng tangan Anjas di sampingnya, namun ragu. Dadanya berdetak kencang
karena merasakan canggung. Akhirnya di tariknya tangannya lagi. Hatinya menahan
diri untuk melampui batasan.
BERSAMBUNG.........
Tidur yang nyenyak ya Manda
dilike dulu gaessss 😉😉😉