
Saat semalam pulang dari minimarket Key mendapati Basma sudah
terlelap, sambil memegangi ponsel dekat kepalanya di kamarnya. Kebiasaan buruk,
jangan ada yang mencontoh ya. Letakan hpmu jauh dari mu saat tidur.
Pagi ini Key bangun tidur dengan
segar, setelah sholat subuh dia sudah melihat Basma di dapur. Sedang memasak
sarapan. Sepertinya dia sudah cukup istirahat. Aromanya masakannya memenuhi
ruangan.
“ Selamat pagi Bas!”
Basma menolehkan kepala. “ Pagi
mba!” key duduk di kursi meja makan, mengambil minum. “ Semalam kak Bian
mengantarmu?”
“ Ia.” Bersemu merah wajahnya. Idih
orang sedang jatuh cinta itu terkadang berlebihan. “ oh ya Bas, bagaimana
tawaran buat membantu Tantri buat ujian nasional nanti. Mau ya?” Key teringat
permintaan mamanya Tantri tadi pagi, diapun harus memberi jawaban hari ini.
“ Gak mau.” Jawab Basma cepat.
Wajah Key langsung berubah muram. Dia sebenarnya tidak masalah kalau Basma
menolak, hanya merasa tidak enak saat menyampaikan kepada ibunya Tantri.
“ Kenapa? Memang kamu sudah lupa dengan pelajaran anak smp.”
“ Bukan itu mba.” Sambil masih mengaduk-aduk masakan. “ Tantri sudah menyatakan perasaannya sama aku beberapa minggu lalu.” Wajah Key shok. Apa! “ Itu alasannya Tantri aja supaya bisa
deket-deket, bukannya mau belajar. Biasa aja donk mba mukanya.” Basma melihat
ekspresi terkejut Key yang berlebihan.
“ Maksudnya bilang suka gitu?” masih gak percaya. “ Nembak kamu Bas? Trus kamu jawab apa?”
“ Aku sentil aja jidatnya. Anak kemarin sore sudah mau pacaran.” Basma berjalan membawa mangkok sayur dan lauk ke meja. Kembali lagi ke dapur untuk mengambil dua mangkok lagi. Sementara key
mengambil dua piring di rak.
“ Ya ampun, anak zaman sekarang ya.
Berani-berani. Apa dia gak malu kalau ketemu kamu Bas?” Sambil makan suapan pertama.
“ Mana ada dia malu mba, masih
nempel-nempel ia. Makanya dia minta ibunya buat minta aku ngajarin dia. Itukan
alasannya dia aja.” Menikmati makanan yang ia masak sendiri. “ mba bilang aja
aku sibuk.”
Hemm, walaupun merasa tidak enak,
namun mau bagaimana lagi. Key juga tidak bisa memaksa Basma.
“ ini.” Basma mengambil kartu nama
dari saku celananya, dan menyerahkannya pada key. Key membaca dengan jelas.
Lalu dia mendongakan kepala. “ semalam ada orang yang datang dari perusahaan
itu, menawariku untuk jadi model iklan parfume mereka.” Wajah Key menunjukan
kalau ia terguncang untuk kedua kalinya..
“ Semalam, dirumah ini?” kuatir berlebihan, dia masih mengangap adiknya itu bocah sepertinya.
“ Ia mba, aku terima di teras, masih banyak tetangga yang lihat
juga. Reaksimu hanya untuk itu mba, yang lainnya tidak bereaksi.”
“ Apa? Frezze parfume itu merk parfume terkenal ya?” melihat kartu nama lagi.
“ ishh..” malas Basma menangapi. Lalu ia meneruskan makan.
“ Aaa, kamukan tahu aku gak pernah
beli parfume mahal Bas. Tapi tunggu, kamu ditawari apa tadi, buat jadi model
iklan. Tunggu, artinya itu apa? Nanti kamu ada di majalah, tv, sama katalog
produk mereaka?”
“ Tapi Bas, inikan berbeda dari kamu yang jadi model butik online.” Bagi key dunia itu, dunia gemerlap yang ia
saksikan dalam perayaan ulang tahun Grand Mall bukanlah masa depan yang ia desain
untuk Basma. Mimpinya tidak menjadikan Basma terkenal atau populer di seluruh
negri, namun pria sukses yang memiliki kehidupan normal layaknya orang-orang
yang bekerja di perusaan besar.
“ Aku juga tidak tertarik mba.”
Basma serius mengatakannya. Ia menghentikan makannya. “ frezze parfume itu
salah satu anak perusahaan Adiguna Grup mba.”
“ Apa!” tidak percaya, wajahnya
kembali terguncang untuk ketiga kalinya. “ memang mereka punya cabang usaha di
bidang apa saja?”
“ Tidak usah di tanya mba, tanganmu
tidak akan cukup menghitung. Bekerjasama dengan perusahaan sebesar itu tentu
tidak bisa main-mainkan, mungkin saja sekolahku juga akan terganggu nanti. Aku
juga tidak benar-benar tertarik dengan dunia ini.” Tiba-tiba Key meraih tangan
Basma. Basma terkejut namun berhasil menguasai diri.
“ Dunia semacam itu tidak pernah
ada dalam pikiran mba, tapi jawab dengan jujur, apa kamu juga berfikir seperti
yang mba pikirkan.” Perlahan Basma melepaskan tangan key. Pura-pura mengambil
sendok dan makan lagi. “ jawablah secara jujur.”
“ Bas tidak tertarik mba. Sungguh, kalau bukan Rian yang minta juga, aku pasti menolak jadi model di butik
online.”
Ntah kenapa Key bernafas lega.
“ Aku temani jualan somai ya mba,
sekalian mau janjian sama Rian nanti siang.” Key menganguk-anguk. Sudah lama
Basma tidak ikut jualan di Central Park. “ Tapi apa kamu tidak berfikir mba,
kok pristiwa semalam seperti di drama gitu ya. Ada orang asing tiba-tiba
menawarkan jadi model produk terkenal.”
Key ikut tertawa. Hidupnyapun
seakan sedang jadi tokoh utama sebuah melodrama. Apalagi saat ini, mungkin dia
sedang memainkan genre romantis yang manis. Keduanya terkejut saat suara ponsel
meraung-raung.
“ Kecilkan volume deringmu mba, buat orang serangan jantung.”
“ Haha..” Key berlari cepat mengambil ponselnya. “ hallo.” Sambil bicara ia menjatuhkan diri dikasur. “
Baru saja selesai makan, kak Bian sudah sarapan.” Diam.” Hemm, ia, nanti sudah
mulai dagang di Central Park. Hari ini Basma juga mau ikut, lagi liburankan
dia.” Diam. “Tidak kak, dia janjian sama temannya. Ia, ia, aku akan hati-hati.
Tidak melirik laki-laki lain. Ia, ia. Sampai jumpa. Daaa.” Key melemparkan
ponselnya. “ apa-apaan sih, mengelikan. Dia benar-benar posesif. Ah, tapi
kenapa kalau dia bersikap manja malah semakin manis. Haha.” Key tertawa geli
sendiri sambil berguling di selimut. Di raihnya ponselnya lagi. Foto layar depan
bukan lagi fotonya dengan Basma. Sudah berganti fotonya dengan Bian saat makan
bakso kemarin. Saat seseorang sedang di mabuk asmara, rasanya memang berbunga.
Wajah Key bersemu dan merona, membuatnya terlihat lebih cantik. Jauh lebih
cantik dari sebelumnya.
BERSAMBUNG................