
Semua peralatan dan somai sudah ada
di Foodtruck. Basma menunggu Key sambil duduk ditepian teras. Ada bebrapa orang
yang lewat dan menyapanya. Key muncul dari dalam rumah, mengunci rumah terlebih
dahulu. Setelah itu berdiri mensejajari Basma. “ Ayo berangkat.”
“ Sudah semua?” key hanya menganguk. Lalu keduanya memasuki
mobil, melalui jalanan yang ramai. Semua sibuk dengan urusanya masing-masing.
Basma masih berkicau tentang sosial medianya, dan beberapa pakaian yang dia
pakai. Sepanjang perjalanan.
Di Central Park sudah ramai. Para
pedagang sudah mengelar lapak mereka masing-masing. Ada yang
juga baru datang seperti Key, sudah terbiasa langsung bergerak cepat membuka
dagangngan masing-masing. Beberapa orang menyapa Key, saat dia sudah turun dari
mobil dan membuka foodtrucknya.
“ Key liburnya lama sekali.” Seorang pria
menyapanya. Dia juga baru datang sambil mendorong gerobaknya.
“ Hihi, ia paman.”
“ Adikmu juga membantu hari ini.”
“ ia paman, sekolah sedang libur. Key atur dagangan dulu ya paman.”
Paman penjual sate padang itu
mangut-mangut. Sementara Basma sudah menata somai dan mengatur peralatan. Key
sendiri karena tahu Basma bisa melakukan tanpa bantuannya dia melipir ke gerai
soto bibi Hanum. Mereka terlibat cerita seru. Terdengar tawa cekikikan bibi
Hanum, sambil menunjuk gerai somai milik mba fatma.
“ Basma makin ganteng saja Key.” Sambil matanya melirik Basma yang sedang menata somai dikukusan.
“ Ia bi, tingginya sudah kelewatan juga.”
Basma berteriak memanggil key, akhirnya mereka menyudahi obrolan, key berlari mendekat. “ kecap sama saos mana?”
“ Hah mana ya!” sok imut gayanya Key. “ Tara!" Key mengeluarkan plastik dari dalam tasnya. "Tadi lupa, baru ingat pas mau berangkat.”
“ Apaan sih mba.” Basma mengambil
plastik. Memasukan kecap dan saus dalam botol yang lebih kecil. Sementara key
memilih duduk di kursi. Mengambil ponselnya dalam tas.
“ Mba.” Bicara dari dalam mobil.
“ Hemm” masih asik dengan ponselnya.
Basma keluar dan ikut duduk, dia
sudah menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat. “ kita pergi jalan-jalan
ke laut yuk, sudah lama sekalikan kita gak pergi ke pantai.” Key memasukan
ponselnya ke dalam tas.
“ Boleh. Hari minggu ini ya.” Katanya antusias, mereka memang sudah lama sekali terakhir jalan-jalan ke pantai. “ eh, maaf Bas, maaf, bagaimana kalau perginya minggu depannya.” Key ingat janjinya
semalam dengan Bian.
“ Kenapa? Sudah ada janji?” suaranya terdengar ringan dan biasa, namun mukanya mengantung masam. “ Baiklah aku mengalah. Tapi hanya kali ini saja.”
Key menepuk kepala Basma lembut. “ Terimakasih adikku.”
Tidak beberapa lama pelanggan
datang satu persatu. Beberapa hari libur mereka sudah kangen dengan somai Key.
Beberapaa gerombolan anak-anak usia sekolah
sepertinya, berteriak-teriak sambil menunjuk-nunjuk Basma. Key sampai terkejut
saking kerasnya suara mereka. Basma sih biasa saja, wajah tampannya yang
terlihat dewasa itu cuma menoleh tanpa tersenyum pada mereka.
“ Benar, itu basma!” masih berteriak lagi. “ Dia jualan somai.”
“ Ternyata dia bukan anak orang kaya ya. Kok bisa jadi model ya.”
“ Ah, biarin aja, memang kenapa kalau tidak kaya. Aku tetap fansnya basma.”
“ ia perduli amat.”
“ Yuk makan somai di sana.”
Key sampai geleng-geleng kepala
sendiri. Sebenarnya mereka berbicara antar mereka sendiri, namun karena suaranya
beberapa oktaf dan jarak mereka yang dekat bahkan bibi Hanun di gerai soto
sebelah juga pasti mendengar. Mereka datang bergerombol, menolak saat Key hendak
melayani. Mereka menunjuk Basma sambil berteriak-teriak.
“ Antri!” tunjuk Basma dengan tegas.
“ Aaaa, basma Cool. Keren.” Mereka
berbaris antri. Semuanya tertawa-tawa ntah bicara apa lagi. Mengeluarkan ponsel
mereka masing-masing dan mengambil gambar Basma yang sedang meracik somai.
Seperti berkata bahwa ini momen langka yang harus di abadikan.
Di tempat duduk Key hanya bisa
geleng-geleng kepala. Basma melayani mereka, menjawab pertanyaan-pertanyaan
sekenanya. Dengan bicaranya yang terdengar ketus. Key sering memarahi Basma
jika bicara seperti itu, namun sepertinya itu sudah tabiat dan sifatnya.
Apalagi jika bicara dengan perempuan, dia selalu seperti itu.
“ Baiklah aku akan duduk, silahkan
makan somai kalian.” Basma keluar dari mobil duduk dikursi, dikelilingi oleh para
wanita itu. Key cuma bisa tersenyum geli melihatnya, sekarang dia gantian yang
masuk kedalam mobil. Melayani pembeli. “ Dia pacarku.” Basma menunjuk Key. Gadis itu tiba-tiba terpojok saat mata anak-anak perempuan itu menoleh padanya. Wajah bersahabat mereka langsung sirna di telan
panasnya matahari. Menguap seketika berganti sinis, marah dan rasa iri.
“ Jadi, pacarnya Basma yang jualan somai.” Seorang gadis memicingkan mata melihat layar ponselnya. “ Bukan, bukan, dia wanita yang ada di foto inikan, dia kakakmukan.” Mereka berlima langsung
bangun dari duduk. Tidak tahu siapa yang mengkomando mereka langsung berjalan
mendekati key. Key mengeser duduknya. Kenapa mereka batinya. Wajah mereka sudah
melunak dan tersenyum seperti tadi.
“ Maaf kakak, kami tidak mengenalimu. Salam kenal, kami semua fansnya Basma.” Mereka berlima kompak
menundukan kepala memperkenalkan diri. Lalu satu persatu menyebutkan nama
mereka. Key cuma sangup tersenyum saja. Sambil menyuruh mereka kembali duduk
dan makan somainya. Key mendelik ke arah Basma, adiknya hanya mengangkat bahu.
“ Mereka gila.” Begitu bahasa bibir yang Key tangkap.
“ Kami makan dulu ya kak, senang
berkenalan dengan kakak. “ key mangut-mangut. Mereka kembali duduk mengelilingi
Basma. Namun tiba-tiba salah satu dari mereka berdiri dan kembali ke dekat
mobil. Dia menunjukan ponselnya. “ Lihat kak, anggota fansite Basma!” key
melihat serius layar hp yang ditunjukan gadis didepannya..
“ hah!”
“ Kakak pasti terkejutkan, kakak punya adik yang sangat tampan.” Dia mencium layar ponselnya. “ Hihi,
terimakasih telah menjaganya selama ini.” Key merinding sendiri melihat tingkah fans Basma ini.
“ ia. Pergi makan somaimu sebelum
dingin.” Key menyuruh gadis itu beranjak. Sambil geleng-gelng kepala. Tidak
pernah menyangka ternyata pengaruh sosial media itu sekarang besar sekali ya.
Bahkan bisa membuat orang populer dan banyak mempunyai fans.
Dia melayani beberapa pembeli yang datang. Dibiarkan saja Basma dengan para fansnya itu.
BERSAMBUNG...................