
Pagi yang cerah. Matahari sudah
memancarkan sinarnya, menerobos melalui celah-celah. Menari-nari di antara
dinding rumah. Basma sudah mandi dan terlihat tampan. Dia memasak untuk
sarapan. “ Mba Key, makan!” teriaknya dari dapur. Key yang sedang ada di ruang
depan membereskan mangkok-mangkok dan garbu. Memasukannya ke dalam boks besar.
“ Iya sebentar lagi selesai.”
Tidak lama dia sudah muncul di
dapur. Basma sudah menghidangkan semua makanan di atas meja. “Sudah selesai Mba?
Kita pergi jam berapa nanti?”
“ Jam 3.” Sudah duduk, siap menyantap sarapan.
“ Mobilnya sudah ada?”
“ Kak Anjas pinjamkan. Mobil
Adiguna Grup.”
Mereka sarapan dengan tenang,
sesekali Basma melirik Key. Wajah itu makin hari makin terlihat bahagia saja.
Ada binar yang terpancar seperti cahaya keluar. Bibirnya juga sering merekah
tanpa sebab. Basma menduga itu karena laki-laki itu. Laki-laki tampan yang
setiap malam mengantarnya pulang. Status mereka teman, namun Basma yakin ada
perasaan tersimpan di hati Key.
“ Mba!”
“ Kenapa?”
“ Aku diminta foto lagi.” Diam
sebentar melihat reaksi Key. Saat Key hanya diam dan makan dengan tenang, itu
isyarat dia bisa melanjutkan pembicaraanya. “ Gak papa kan Mba, ini juga kan lagi
liburan?” diam lagi, menunggu reaksi.
“ Itu semua foto buat apa?”
“ Cuma jualan baju online aja mba.”
Menemukan firasat kalau Key akan menyetujui kerja part timenya.
“ Kamu mau jadi model.”
“ Tidak.”
“ Masih berfikir untuk tidak pergi kuliah?”
“ Tidak Mba, Bas akan belajar
dengan baik, sekolah dengan benar dan masuk universitas seperti yang Mba
katakan. Ini cuma untuk mengisi waktu aja, lagian cuma foto buat model baju juga kok. “
Key diam. Kalau dia mengatakan
tidak, Bas juga pasti akan menurutinya. Tapi melihat adiknya merasa kecewa,
pasti dia akan merasa bersalah juga. “ Janji cuma waktu liburan ini.”
“ Siap Mba. Tapi menurut Mba, Bas
kelihatan ganteng gak di foto.” Malu-malu sambil menyentuh lehernya ia tersipu.
Key mengajungkan jempolnya. “ Tidak
cuma ganteng, Bas itu keren dan cute.
Kalau sedang menatap membuat yang ditatap meleleh.”
“ Apaan si Mba Key.”
“ Haha, beneran. Kalau mba bukan
mbaknya Bas, pasti sudah jatuh cinta.”
Seperti ada angin mendesir di antara
rambutnya. Basma memalingkan wajahnya, tidak mau Key melihat reaksi sedih
di matanya.
Ya, sampai kapan pun, kamu tetap
akan melihatku hanya sebagai adikmu.
Lalu ia kembali melanjutkan
makannya. Hari ini mereka cukup santai.
Somai sudah beres di dalam kulkas. Tinggal memindahkannya ke dalam boks nanti
saat mau berangkat.
Untuk bumbu kacangnya, Bas sudah menyiapkan
semuanya kemarin dan pagi ini tinggal memasaknya. Dia bermain-main dengan
ponselnya sembari menunggu bumbu somai dimasak. Bumbu somai memerlukan
pemasakan yang lama dengan menggunakan api kecil, agar minyak yang ada di dalam
kacang keluar menjadikan bumbu somainya tambah nikmat.
Key juga begitu, dia bermain-main
dengan ponselnya. “ Bas, nama akun kamu apa?”
“ Akun apaan?”
“ Sosial media, mba baru buat ni.”
“ Basma Adiputra.”
“ Pakai nama asli?”
“ Ia. Memang nama mba apa?”
“ Key imoet. Haha, percaya diri
Pakai foto yang mana ya, yang sama kamu aja ya Bas. Eh, nanti dikirain
pacaran.” Key sebenarnya bicara pada dirinya sendiri, namun karena posisinya
itu ada di sofa ruang keluarga, sementara Basma ada di meja makan jadi seperti
dia bicara pada adiknya.
“ Aku pakai foto mba Key di foto
profilku kok.”
“ Hah!” kaget. “ Beneran?”
“ Kalau ada yang nanya siapa itu,
aku jawab aja pacar.”
“ Ngawur. Ganti, ganti!”
“ Kenapa?” ada nada tidak suka
ketika Basma bertanya.
“ Idih Basma ini gimana si, nanti
tidak ada perempuan bakal naksir sama kamu.” Key masih sibuk dengan mainan
barunya, masih bingung sebenarnya.
“ Biarin, Bas memang gak mau
pacaran kok.” Dia bangun ke dapur, mengaduk sambal somainya. Dia menoleh. Key
masih asik dengan ponselnya. Banyak yang bertanya tentang siapa perempuan yang
berfoto dengannya di foto profil sosial medianya. Dia selalu menjawab pacar.
Banyak yang komplen dan merasa kecewa. Tapi dia cuek saja, dan malas menangapi
komen-komen yang tidak jelas. Tapi Rian, seperti humas menjelaskan siapa Key.
Rian adalah anak dari pemilik online shop dimana dia menjadi modelnya.
“ Mau cari teman-teman sekolah
dululah. Ah, Mba kangen sama mereka, apa kabar mereka ya? “
Key terkejut, Basma tiba-tiba sudah
duduk di hadapannya. Sejak kapan anak ini di sini batinnya. Basma menyentuh kedua
lengannya erat, tangan kokohnya membuat Key tidak bisa bergerak. “ Katakan
padaku dengan jujur Mba. Mba Key ingin kuliah kan?”
“ Tidak.” Key menggeleng, meminta
Basma melepaskan tangannya.
“ Bohong!”
“ Tidak.”
“ Apa karena aku, bodohnya aku,
tentu pasti karena aku kan.”
“ Apa sih Bas, jangan mulai lagi.”
Pura-pura sibuk dengan ponselnya.
“ Mba Key liat aku.” Basma
menyentuh dagu Key, memaksa gadis itu memandang matanya. “Tidak bisakah kita
sama-sama mewujudkan impian kita Mba. Mba ingin aku kuliah, dan aku pun ingin
Mba hidup dengan bahagia. Mba masih muda, Bas tidak mau Mba selamanya jadi
pedagang somai.”
Key menyentuh kepala Basma lembut,
mengalirkan kasih sayang yang besar untuk adiknya. “ Mba gak akan julan somai
terus kok, nanti kalau Bas sudah kuliah dan bekerja pasti gak punya waktu buat
somai kan. Nanti Mba juga akan mulai memikirkan mimpi Mba, kalau Bas sudah
berhasil.” Wajah Key berbinar, meyakinkan bahwa ia benar-benar bahagia dan
baik-baik saja. “ Jangan khawatirkan Mba, Mba bahagia kalau bisa mengantarkanmu
menuju kesuksesan.”
“ Kebahagiaan Mba juga tujuan
hidupku.” Dia diam. Ingin sekali memeluk Key, namun ia mengurungkan niatnya.
Dia berlalu ke dapur mengaduk bumbu somai. Setelah tiga jam, akhirnya matang.
Dia pun mengaduk-ngaduknya, supaya uapnya keluar. Sementara Key kembali
memegang ponselnya.
Waktu itu terus berlalu, dia pun
tumbuh semakin dewasa, baik dari usia ataupun kematangan berfikir. Semakin
dewasa, Basma mengagumi Key bukan hanya sebagai kakak perempuan yang memang
sudah sewajarnya untuk ia sayangi. Basma selalu melihat Key, seutuhnya sebagai
seorang wanita. Gadis muda yang tidak mengalir darah yang sama di nadinya.
Untuk itu, ia tidak pernah berfikir bahwa Key adalah saudara perempuan yang
harus ia jaga. Tapi Key adalah wanita yang ia cintai dan ingin ia miliki
sendiri untuk selamanya. Pasti mengelikan, mungkin Key akan menamparnya dan
merasa jijik jika ia mengatakan yang sebenarnya tentang perasaannya. Sehingga
sampai hari ini, ia selalu menyimpan rapat itu. Menyimpan ekspresi sukanya
dalam-dalam.
Bersambung
Episode pesta akan panjang ya @LaSheira