Key And Bian

Key And Bian
Surat May Sarah



Di waktu yang bersamaan di sebuah rumah sedehana, foodtruck yang


beberapa waktu ini hanya mangkrak di depan rumah. Suasana malam yang sepi, para tetangga pun sudah masuk ke dalam rumah. Hangat berbagi cerita.


Key meraih tangan Basma, seperti menahan dirinya dari rasa penasaran.


Dia berada pada situasi yang dia sendiri bingung sebenarnya apa  yang dia inginkan. Basma mengetahui orangtua


kandungnya siapa, namun rahasia besar yang ia simpan juga tidak ingin ia  sampaikan. Ia sudah mengumpulkan keberanian


dalam tangisnya sepanjang hari ini, namun sepertinya kekuatan itu masih berserak


menjauh.


“ Kalau Mbak Key bilang jangan, aku akan berhenti sekarang.” Basma seperti


paham betul arti setiap gerakan tubuh Key yang gelisah. Tangan Basma masih


menyentuh amplop dengan satu tangan kanannya. Key menarik  tangannya yang menahan keinginan Basma untuk


mencari tahu dan kepalanya kemudian menggeleng pelan, sambil nafasnya naik


turun pelan dia mengangguk.


“ Bismillah Bas,” Berusaha meyakinkan keraguannya sendiri. “ Siapa pun


orangtua kandungmu, kita adalah keluarga.”


Basma tidak menjawab, namun tatapannyaa penuh rasa terimakasih. Perlahan


dia meraih amplop, membuka dan mengeluarkan isinya. Amlop putih kecil jatuh, bertuliskan


namanya. Sebuah surat yang ditulis oleh orangtua kaandungnya. Apakah di dalam


surat itu tertulis sebuah alasan. Jawaban dari rasa penasarannya kenapa dia


ditinggalkan. Basma meraih surat itu dan meletakannya tepat di depannya. Sekarang


pandangannya beralih pada lembaran kertas yang lain.


Akta kelahiranku.


Debaran dada Basma menguat, dia baca perlahan, satu persatu informasi


di dalam akta kelahiran. Kertas tipis itu tergelincir dan jatuh di meja. Makam


wanita yang bersebelahan dengan orangtuanya, yang setiap ibu mengatakan kalau


dia berdoa maka Tuhan akan mendengar doanya. Wanita yang hanya ia kenali dari


foto kebersamaan ibu ketika SMU dulu. Wanita yang selalu di ceritakan ibu


sebagai teman yang baiknya.


Dia ibu kandungku.


Namun fakta itu tidak lebih mengejutkan ketika dia melihat siapa nama


ayahnya. Tangannya gemetar sudah mengambil lagi akta yang terjatuh tadi ,


dadanya seperti berloncatan. Karena ketika dia tahu siapa nama ayahnya.


Sekelebat cerita singkat tentang wanita itu yang pernah di ceritakan Key pun


melintas. Bagaimana Kak Bian membenci wanita yang sudah merusak rumah tangga


orangtuanya. Tidak tahu kenapa malah itu yang muncul pertama kali dipikirannya. Ibunya berarti adalah wanita itu.


“ Aku anak yang tidak diinginkan Mbak.”


Hatinya merasa bersalah, namun lidahnya tidak bisa ia kontrol dan mengatakannya.


Kalau mengetahui kenyataan bisa sesakit ini, jika waktu bisa diputar


Basma ingin mengubur semuanya tanpa pernah mau membongkarnya. Dia bisa hidup


bersama Key selamanya. Melihat Bian dengan caranya seperti sekarang. Sedikit


sebal, sedikit iri, namun terbersit sayang karena bisa membuat Key bahagia,


Tapi sekarang, semua berbeda. Dia yang seharusnya dia panggil kakak.


“ Basma.”


Key bangun dari duduk, berdiri mendekat dan memeluk Basma yang merasa


tidak berdaya.


“ Siapa yang tidak menginginkanmu, Tuan Adiguna mencarimu sepanjang


waktu. Saat dia tahu  tentang dirimu,


semua cara dia lakukan untuk mendekatimu.” Itulah kenyataannya.


Frezze Parfume dengan kontrak tidak masuk akalnya sekarang terlihat


sangat masuk akal. Kenapa perusahaan itu mati-matian mendekatinya. Karena  dia adalah anak dari wanita yang dicintai


Tuan Adiguna.


“ Tapi aku.”


Key menepuk punggung Basma lembut tahu apa  yang ia pikirkan.


“ Mbak Key,  bagaimana kalau Kak


Bian tahu.” Tergelak dengan nada kesedihan. “ Dia menyuruhku mengambil amplop


ini diam-diam dan akan membantuku mencari orangtua kandungku. Kalau aku membawa


amplop ini padanya bagaimana reaksinya ya?”


Apa dia akan melihat Kak Bian gemetar karena menahan kebencian padanya.


Atau ia akan mendapat pukulan di pipinya atau serbuan cacian dan makian. Adik


tiri yang sama sekali tidak diharapkan.


Key  duduk di sebelah Basma,


meraih amplop putih kecil yang ditulis oleh May Sarah ibunya Basma. Key pun


tidak berani memprediksi bagaimana reaksi Kak Bian kalau sampai tahu, tapi yang


pasti dia tahu, dia akan berdiri di depan Basma. Merentangkan kedua tangannya


di hadapan Basma. Walaupun sakit melihat tatapan kebencian Kak Bian  tapi dia akan melakukannya.


Tidak punya jawaban dari pertanyaan Basma Key memilih menyodorkan amplop


ke tangan Basma.


“ Bukalah Bas,ini pasti surat dari ibumu.”


Terlihat kalau Basma ragu. Sedang Key masih berusaha menyusun kata-kata


yang paling tepat. Agar Basma tidak merasa berkecil hati tentang ibunya. Dan


yang lebih utama mengatakan kebenaran perihal kematian orangtua mereka.


“ Mbak Key, apa ibuku.”


keegoisan Tuan Adiguna dan Bibi Sarah. Tapi, yang bisa Mbak Key bilang, bahwa


kau lahir dari cinta mereka. Kau tidak bersalah sama sekali dalam hal ini.”


Aku bahkan tidak yakin dengan apa yang aku katakan.


Penghianatan Tuan Adiguna, Bibi Sarah yang juga dibutakan oleh cinta.


Ada Nyonya Yuna yang tersakiti, Kak Bian yang menjadi korban, dan sekarang


bertambah Basma yang harus ikut menanggung rasa bersalah.


Basma meraih amplop. Melihat Key sekali lagi, gadis itu mengganguk


memberi keyakinan padanya untuk membuka surat itu. Tangannya sedikit gemetar,


mengkhawatirkan isi surat. Apakah akan berisi pembelaan ibunya kenapa dia


sampai bisa lahir ke dunia ini dengan membawa beban kebencian.


Tulisan tangan rapi, berjajar, dengan tinta berwarna hitam.


Untuk putraku Basma Adiputra.


Semoga Tuhan selalu melindungimu Nak,


Maafkan ibu, maafkan ibu dan ayahmu.


Maafkan ibu yang tidak bisa memelukmu lama.


Terimakasih untuk senyum hangatmu selama sisa kehidupan ibu.


Ibu bersyukur dan bahagia melahirkanmu ke dunia.


Namun, maafkan ibu dan ayahmu yang egois ini.


Ibu akan memulai cerita.


Karena Ibu yang mencintai ayahmu, semua ini berawal.


Ibu serakah akan cinta,  sampai


tidak memikikan oranglain yang terluka karena kebahagiaan ibu dan ayahmu .


Nak, ibu adalah istri kedua dari ayahmu. Kami menikah karena cinta,


namun ada satu wanita lain yang harus terluka karenanya.


Namun karena alasan cinta, ibu ataupun ayahmu dibutakan oleh perasaan


itu.


Benar, Nyonya Yuna tidak sengaja mendorong ibu sampai ibu terjatuh dan


mengalami pendarahan saat melahirkanmu, namun itu terjadi sekali lagi karena


kemarahaannya karena ibu telah merebut suaminya. Ibu yang salah disini.


Jangan pernah membencinya kalau kalian kelak dipertemukan oleh takdir


Tuhan. Mungkin dia  akan membencimu


karena engkau anak ibu, tapi berdirilah dengan tegak anakku, karena semua ini


bukan salahmu. Ibu yang akan membayar dosa-dosa ibu karena merebut suaminya.


Sapalah beliau dengan sopan jika kalian bertemu nanti.


Nyonya Yuna tidak bersalah Nak, ibu yang besalah karena menyakiti


hatinya.


Basma anakku, kamu mempunyai seorang kakak laki-laki. Panggil  dia Kak Bian nanti. Mungkin juga dia akan


membencimu karena kamu anak ibu. Jangan balik membencinya karena dia tidak


menerimamu. Raih tangaannya dan peluklah dia dengan tulus. Walaupun dia


terlihat dingin dari luar namun ibu bisa melihat kebaikan di matanya.


Sayangilah dia sebagai kakakmu. Ibu sudah mengambil cinta suami dari ibu yang


ia sayangi, bisakah ibu memohon padamu untuk mengantikan ibu memohon maaf


padanya.


Sekali lagi maafkan ibu Nak, hiduplah dengan baik.


Dari Ibu.


Cat : Karena ibu tidak punya tenaga saat menuliskan ini, teman baik ibu


yang saat ini menjadi ibumulah yang menuliskannya.


Key ikut meneteskan airmata saat Basma selesai membaca suratnya dengan


terbata-bata. Walaupun terdengar sengau dia bersikeras membacanya dengan keras


agar Key ikut mendengar apapun yang disampaikan oleh ibunya. Saat ia mendengar Basma membaca catatan di akhir, airmata semakin tidak terbendung turun.


Tulisan  tangan itu, benar, itu adalah


tulisan tangan ibunya.


“ Mbak Key, kenapa nasib ibu seperti ini. Karena aku lahir ibu harus


pergi.”


Meninggalkaan Basma dalam airmata penyesalan sekaligus kelegaan, mungkin


itulah perasaan terpendam May Sarah. Kala itu saat ia mengeja bait, demi bait kata


dengan sisa tenaga yang dituliskan sahabatnya. Ia ingin mengatakan hiduplah dengan bahagia nak, lupakan


semua dendam masa lalu. Ibu menerima semuanya sebagai balasan dari perbuatan


ibu.


“ Bas.”


Mereka berpelukan, airmata Basma berjatuhan di bahu Key. Kenapa


mengetahui kebenaran bisa sesakit ini.


Mulut Key terkunci, hal yang ingin ia katakana sudah diwakilkan ibu


Basma. Dan ntah kenapa ketika Bibi Sarah yang mengatakan kebenarannya melalui


suratnya dia bisa ikut merasakan bagaimana rasa sakit hati Nyonya Yuna.


Sekarang dia sendiri bingung, seandainya nanti dia bertemu Nyonya Yuna,


haruskan dia membuka sedikit hatinya untuk bersimpati.


Keduanya masih sesengukan. Key mendengar Basma lirih memanggil nama ibunya berulang kali.


Bersambung