Jessi'S Loves

Jessi'S Loves
Pengumuman & Eps Bonus



Hai para readers.


Halo kakak authors semuanya.


Mohon Perhatian Bioskop Tr**s TV Akan Segera Di Mulai. Ehh bercanda ding!! 😁


Nih ada sedikit yang mau author yang masih belajar nulis ini bicarain sama kalian semua. Mulai hari ini dan seterusnya, author mau ganti Judul beserta Cover Cerita ya.


Dikarenakan banyak pertimbangan yang dilakukan, juga karena menurut saya judul dengan isi cerita saya agak kurang sesuai 😂


Maafken ya semuanya.


Semoga berkenan kembali membaca cerita dari saya, yah! 💜


Salam dariku author yang masih belajar untuk kalian para author dan readers yang t-o-p b-g-t.


Makasih cikgu!


Makasih readers!


Bye Bye. 🖐️✌️


_________


Eps Bonus ya 😂😂


Theo dan Jessi sedang berkencan di bukit, tempat pertama kali Theo meminta kesempatan padanya. Theo memeluk Jessi erat, seakan enggan Jessi berpaling sedikitpun dari pandangannya. Jessi menyandarkan tubuhnya pada tempat ternyaman di seluruh dunia, di tubuh Theo.


"Jess, kalau kita menikah kau ingin bulan madu kemana?" tanya Theo memecah keheningan sore itu.


Jessi terlihat berpikir sejenak sambil manggut-manggut tidak jelas. Sebenarnya dia ingin berlibur ke suatu tempat, tapi takut tidak sesuai dengan kepribadian Theo yang seorang CEO.


"Aku ingin mengunjungi suatu tempat, kau mau pergi bersamaku kesana?"


"Tentu, kenapa tidak. Dimana tempat itu?" Theo merapikan rambut panjang Jessi yang tertiup angin.


"Tapi, kau jangan marah, ya."


"Kenapa jadi membahas Garaa? Kau ini, selalu saja membuat aku kesal!" Jessi menggembungkan pipinya dengan alis yang mengkerut sebal.


"Kau dulu yang memancingku!" Theo tidak mau kalah juga.


"Tidak usah bulan madu saja kalau begitu! Kau benar-benar merusak mood ku," ucap Jessi menggerutu.


"Kau yang bertele-tele. Aku kan sudah bilang kalau aku tidak akan marah. Apa kau tuli?"


"Theodore, aku membencimu! Kau menyebalkan sekali!" Jessi bergegas masuk kedalam mobil Theo.


Theo menatap Jessi dengan pandangan kesal bukan main. Dia sendiri yang memulai, tapi dia juga yang sekarang jadi ngambek tidak jelas. Theo melihat Jessi menggerutu didalam mobil. Terlihat dari gerak bibir Jessi yang monyong-monyong di kejauhan.


"Ayo cepat, aku ingin pulang! Jangan berdiri saja disitu!"


Jessi menatap Theo yang saat ini juga sedang menatapnya. Terjadi adu tatapan jarak jauh disana. Jessi mendelik pada Theo. Theo juga bersikap yang sama. Dia berkacak pinggang seperti sedang memarahi Jessi. Lalu, dia berjalan kearah mobil sambil terus menggerutu.


Jessi menatap kearah lain saat dirasanya Theo masih menggerutu disampingnya. Suara mesin mobil sudah dihidupkan. Lalu, mobil bergerak pelan sekali membela jalanan menuju kota.


"Cepat sedikit jalannya! Ini mobil, bukan siput!" ucap Jessi semakin kesal tiada tara.


"Kau benar-benar menguji kesabaran ku hari ini! Lihat saja, sampai di apartemen kau akan ku habisi!" senyum licik bertengger di bibir Theo.


"Apa? Memangnya kau mau apa? Aku tidak takut!" cicit Jessi perlahan, namun masih menggebu-gebu.


"Aku akan menyuruh Spongebob menendang bokong mu! Hahaha" tawa Theo memenuhi mobil yang mereka tumpangi.


"Dasar orang gila! Tidak waras!" Jessi memukul-mukul Theo pelan, tapi pasti terasa sakitnya.


"Sekalipun aku orang gila, kau tetap mencintaiku kan? Hahaha."


"Kau benar-benar tidak waras!!!"


Jessi dan Theo menghabiskan kesehariannya dengan bertengkar, berdebat, dan tertawa bersama setelahnya. Mereka saling mencintai dengan cara mereka sendiri.