I'm Not Barren

I'm Not Barren
aku akan jadi pembantu mu!



Adam kembali kerumahnya dengan perasaan marah.pria itu menendang pintu rumahnya dengan kencang.


Didalam tampak Luna sedang duduk diruang tamu sendirian,dia tidak melihat siapapun selain perempuan itu.


"Perempuan gila!siapa yang mengijinkan mu masuk kedalam rumah ku dan duduk diatas kursi ku!"teriaknya.


Suara nya menggelegar memenuhi ruangan,bahkan Claudia yang berada diatas untuk menidurkan Chris begitu kaget.


Claudia segera keluar dari kamar bersama Chris dalam gendongannya,dia melihat wajah kakaknya yang tampak mengerikan.


"Maaf Adam,aku..!"Luna menghentikan perkataan nya saat melihat tampang Adam yang begitu menakutkan.


Adam berjalan kearah Luna dengan cepat,dia tidak perduli lagi dengan prinsipnya.dia akan memukul wanita itu dan melemparkannya keluar dengan tangannya sendiri.


Adam mengangkat tangannya hendak memukul Luna tapi Claudia berteriak dari anak tangga menghentikannya.


"Kak,apa yang mau kau lakukan?dia itu seorang perempuan!"teriak Claudia.


Chris yang berada dalam gendongannya menangis karena teriakan ibunya.


Adam menghentikan tangannya dan amarahnya langsung hilang saat mendengar tangisan Chris.


Pria itu berjalan kearah Claudia dan meninggalkan Luna yang terdiam ketakutan.


"Kak,kenapa kau mau memukulnya?"tanya Claudia.


"Claudia,kenapa kau membawanya masuk kedalam?"tanya nya pula.


Kali ini dia berbicara dengan pelan supaya Chris tidak kaget mendengar suaranya.


"Kak,aku kasihan dengannya.diluar sangat panas,bagaimana jika terjadi sesuatu padanya."


Adam hanya bisa menarik nafasnya,padahal adiknya tidak tahu apa-apa tapi kenapa malah mau menolong perempuan itu.


Adam mengambil Chris dari gendongan adiknya,dia berlalu pergi dari sana tidak ingin melihat Luna yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Claudia berjalan kearah Luna dan menenangkannya,wajah Luna tampak pucat,dia sangat shok dengan sikap Adam yang begitu kasar.


"Luna,apa kau baik-baik saja?"tanya Claudia.


Luna mengangguk dan lututnya langsung lemas,tubuhnya pun langsung merosot diatas lantai.Luna hanya mampu menangis,apa tindakannya datang kesana salah?


"Maaf....maaf!"katanya dengan terisak.


Claudia sangat iba melihatnya,kenapa kakaknya begitu kasar.


Claudia segera meninggalkan Luna dan menemui Adam,dia tidak tega melihat keadaan Luna.


"Kak,cepat sana minta maaf padanya!"


"Apa?"Adam tidak percaya dengan yang dikatakan adiknya.


"Untuk apa aku meminta maaf padanya?"tanya nya


"Kak,dia ketakutan dan menangis karena mu.sana,pergilah minta maaf."


"Tidak mau!"Adam memalingkan wajahnya


Claudia mulai kesal dengan sikap kakaknya.


"Kalau begitu kembalikan Chris padaku!"pinta nya


"Loh?apa hubungan nya?"tanya Adam heran.


"Coba kau lihat,jika aku diposisi itu bagaimana perasaan kakak?"


Adam melirik kearah Luna,wanita itu tampak masih duduk diatas lantai,menyembunyikan wajahnya dan menangis.


Adam menarik nafasnya dan mengembalikan Chris pada Claudia.setelah itu dengan berat hati Adam melangkah menghampiri Luna.


"Hei...maaf kan aku."


Luna mengangkat kepalanya dan melihat pria yang berdiri didepannya.


Adam mengulurkan tangannya dengan tidak niat,Luna menghapus air matanya dan menerima uluran tangan pria itu.


"Jadi,apa yang kau mau?"tanya Adam kemudian.


"Tolong beri aku tumpangan!"pinta Luna


"Sampai liburan ku selesai."bohong Luna.


Adam melihat Luna dengan tidak percaya.


"Aku...aku akan menjadi pembantu mu selama tinggal disini.aku berjanji tidak akan menyulitkan mu."


"Aku janji."kata Luna lagi


Adam menyisir rambutnya kebelakang,tidak tahu apa lagi yang bisa dia katakan.perempuan didepannya itu sangat keras kepala dan dia pun malas meladeni nya.


"Hanya sampai liburan mu selesai,setelah itu kau harus pergi."katanya


Wajah Luna langsung berseri dan langsung meraih tangan Adam.


"Terima kasih."


Luna tersenyum dengan manis saat mengatakan itu.


Adam melihat wajah Luna sekilas,kemudian dia menarik tangannya dan berlalu pergi.


"Apa aku sudah gila memberikan tumpangan untuk orang yang tidak dikenal."katanya pelan.


Luna dapat mendengar perkataan nya tapi dia hanya tersenyum.


Memang mereka baru kenal dan baru bertemu beberapa kali,tapi Luna punya tujuan,yaitu menjadi milik Adam.


Walaupun dia dibilang tidak tahu malu dan bermuka tebal,dia tidak perduli.untunglah ada Claudia saat itu,jika tidak mungkin dia akan menunggu diluar seharian dan berharap belas kasihan Adam.


Sekarang adalah kesempatan untuknya dan akan dia tunjukkan keseriusan hatinya pada Adam.


Claudia menghampiri Luna dan tersenyum manis padanya.memang keputusannya datang ketempat kakaknya hari ini tidak salah.


Setelah membawa Chris dari rumah sakit dia meminta Kevin mengantarkannya kerumah kakaknya,dia tidak menyangka akan melihat perempuan itu didepan rumah menunggu kakaknya.


"Kau tidak perlu takut padanya,dia memang begitu.tapi hatinya sangat baik."kata Claudia.


"Aku tahu."jawab Luna


"Dimana kau mengenalnya?"


"Disebuah pesta waktu dikorea."


Adam yang dibelakang dapat mendengar pembicaraan mereka,dia mulai ingat beberapa tahun lalu memang pernah pergi kekorea untuk menghadiri pesta.


"Apa yang kakak ku lakukan sampai kau mengejarnya?"


"Tidak ada,waktu itu dia hanya menolongku yang terjatuh!"


Adam langsung mengingat kejadian itu,ternyata Luna adalah perempuan yang dia tolong waktu itu.


Tapi bukan berarti perempuan itu boleh datang seenaknya dan mengajaknya menikah.


Apa perempuan itu salah paham dengan sikapnya waktu itu?


"Lalu?"tanya Claudia penasaran.


Luna tersipu malu,dia malu mengatakan sejak itulah dia mulai menyukai Adam.


Claudia semakin penasaran dibuatnya.


"Apa waktu itu dia melakukan sesuatu pada mu?"tanya nya


"Tidak...tidak ada.waktu itu dia pergi begitu saja tanpa melakukan apapun padaku.tapi saat itu dia pergi sambil membawa hati ku."jelas Luna dengan malu.


Claudia senang mendengarnya.


"Berusahalah!aku harap kau dapat melelehkan hatinya.kau tahu kan maksud ku?"bisiknya ditelinga Luna.


Luna tersenyum dan mengangguk tanda dia mengerti.


Claudia megajak Luna dan membawanya keatas.


Adam melihat kedua wanita itu yang berbisik-bisik dan tertawa,entah apa yang mereka bicarakan.


Mereka seperti teman lama padahal baru kenal beberapa jam saja.


Adam menarik nafasnya,dia berharap Luna tidak mengganggu nya selama wanita itu tinggal disana.