I'm Not Barren

I'm Not Barren
Pindah Rumah.



"Angkat barang-barang itu dengan hati-hati."perintah Briant.


Setelah rumahnya terjual dan sudah mendapatkan sebuah rumah,Briant dan ibunya segera pindah.


Dia tidak mau berlama-lama lagi dirumah itu karena kenangan demi kenangan yang menyakitkan hatinya selalu terngiang.


Sebenarnya dia tidak mau membawa apa-apa dari rumah itu,tapi atas permintaan ibunya dia terpaksa membawa beberapa barang peninggalan ayahnya.


Dengan membayar jasa angkat barang Briant membawa barang-barang dari rumah lamanya menuju kerumah baru yang baru saja dia beli.


"Pak,barang ini mau diletakkan dimana?"


Tanya seorang jasa angkat barang yang dia bayar.


Briant segera masuk kedalam rumah barunya,rumah itu baru direnovasi oleh pemiliknya dan langsung dibeli oleh Briant saat renovasinya telah selesai.


Belum ada perabot apapun disana dan kebetulan dia memang tidak butuh perabotan lama.


Beberapa hari yang lalu dia sudah membeli beberapa perabotan dan Briant meminta diantarkan hari ini.


Dia memang sengaja karena ingin semuanya selesai hari ini juga.


"Letakkan disini?"perintahnya


Setelah berkata demikian dia segera keluar lagi dari rumah itu,ibu nya menatap rumah dua lantai itu dan memperhatikannya dengan seksama.


Ibu nya sedang menunggu diluar dan duduk disebuah kursi yang mereka bawa dari rumah lama.


"Ibu,sebaiknya ibu menunggu dimobil."


"Briant,kenapa membeli rumah yang baru dibangun dan belum ada perabotnya?"tanya ibunya


"Bu,aku memang ingin semua serba baru."


"Seperti rumah ini,aku juga akan memulai hidup ku yang baru."


"Aku akan melupakan semua kenangan dan memulai lagi yang baru,jadi aku sengaja membeli rumah ini dan membeli perabotan yang baru agar suasana hatiku lebih baik."


Ibu nya menatapnya sejenak.


"Baik lah,semua terserah padamu."


"Terima kasih kau sudah mau membawa barang-barang peninggalan ayahmu."


"Tidak apa-apa,aku tidak mau ibu sampai sakit memikirkan nya."


Saat itu perabotan yang baru dibelinya pun datang,orang-orang yang di bayarnya mulai sibuk mengangkat barang-barang baru itu dan membawanya masuk kedalam rumah.


Briant segera mengikuti orang-orang itu untuk menata perabotan yang dia beli,dia harus melakukan dengan cepat supaya ibunya bisa cepat masuk kedalam untuk beristirahat.


Tidak jauh tampak seseorang berjalan kearah rumah mereka dan melihat kearah ibu Briant yang sedang duduk didepan rumah sambil memperhatikan para pekerja dan pembantunya memasukkan barang-barang kedalam rumahnya.


"Selamat siang tante."sapa nya


Ibu Briant memutar kepalanya dan melihat seorang wanita cantik sedang tersenyum padanya.


"Oh..selamat siang."


Wanita paruh baya itu hendak bangkit berdiri tapi langsung dicegah oleh wanita cantik itu.


"Tante duduk saja istirahat."katanya


"Tidak apa-apa."


Wanita itu tersenyum.


"Apa kau tinggal dekat sini?"tanya ibu Briant.


"Rumah ku disebelah tante."


Wanita itu menunjuk kesebuah rumah yang ada disebelah rumah yang baru Briant beli.


"Oh..kenalkan tante,aku Jane,Jane Cathleen."


Jane megulurkan tangannya.


Ibu Briant menyambut tangan gadis itu.


"Siska,panggil saja tante Siska."


"Tante tinggal dengan siapa?"tanya Jane


"Dengan putra ku."


Ibu Briant menjawab sambil mengipas-ngipaskan tangannya.


Siang itu cuaca begitu panas karena matahari bersinar dengan teriknya.


"Tidak usah,aku tidak mau merepotkan mu dan aku tidak enak pada orang tua mu"tolak ibu Briant.


Jane tersenyum


"Tidak apa-apa tante,aku tinggal sendiri."


"Disini panas,tidak baik untuk tante."kata Jane lagi


Ibu Briant melihat kedalam,disana tampak para kurir sedang mondar mandir mengangkat barang-barang dan tampak pula Briant sedang sibuk mengatur barang-barang yang baru datang.


"Baik lah,jika tidak merepotkan mu."ujarnya


Jane membantu wanita itu berdiri,ibu Briant mengikuti Jane berjalan memasuki rumah wanita itu.


"Silahkan duduk tante."


Jane mempersilahkan ibu Briant duduk diruang tamu saat sudah masuk kedalam rumahnya.


Ibu Briant Mengangguk dan segera duduk diatas sofa yang berada dirumah wanita itu.


Jane segera berlalu meninggalkan ibu Briant,tapi tidak berapa lama dia kembali sambil membawa segelas minuman ditangannya.


"Silahkan diminum tante."Jane memberikan gelas itu padanya .


"Terima kasih,kau tidak perlu repot-repot."


Ibu Briant mengambil gelas dari tangan Jane dan segera meneguknya.


Jane tersenyum dan duduk didepan nya.


"Aku tidak menyangka rumah sebelah sudah terjual."Jane memulai pembicaraan.


"Yah..kami pindah mendadak,saat ada rumah yang cocok anakku langsung membeli nya."


Jane hanya tersenyum,dia tidak tahu mau berbicara apa lagi.


Suasana hening diantar mereka dan ibu Briant mulai tidak enak hati pada perempuan cantik itu.


"Hmmm...Jane.."Ibu Briant memecah keheningan.


"Aku sungguh tidak enak hati disini,lebih baik aku segera kembali kalau tidak anak ku akan mencariku."


"Tidak apa-apa tante,jangan sungkan."


"Bagaimana jika aku memberitahu anak tante jika tante ada disini."tawar nya


"Jangan,lebih baik aku kembali."


Ibu Briant segera bangkit berdiri,dia tidak enak hati berada lama-lama disana.


"Terima kasih atas minumannya."katanya


Dia segera melangkah keluar dan diikuti oleh Jane.


Saat tiba didepan pintu benar saja tampak Briant sedang panik mencarinya.


"Briant,ibu disini."teriak ibu nya


Briant memutar tubuhnya dan tampak ibunya sedang berjalan keluar dari rumah sebelah.


"Oh ibu!aku kira kau hilang."


"Hampir saja aku lapor polisi."


Briant menghampiri ibunya,tampak kelegaan diwajahnya saat melihat ibunya.


"Apa yang ibu lakukan dirumah tetangga?"tanya nya


"Maaf nak,Jane mengajak ku beristirahat dirumahnya sebentar."jelasnya


Briant menatap seorang perempuan yang sedang tersenyum manis dan berdiri disamping ibu nya.


"Maaf,aku mengajak ibu mu tanpa memberi tahu mu."


"Tidak apa-apa,aku terlalu sibuk sampai lupa pada ibu ku."Jawab Briant


Jane mengulurkan tangannya.


"Jane." katanya memperkenalkan diri


"Briant."


Briant menyambut tangan wanita itu,mereka saling pandang satu sama lain untuk waktu yang cukup lama.