I'm Not Barren

I'm Not Barren
Jadian



Sudah setengah jam berlalu dan Kevin hanya mondar mandir dengan gelisah didalam kamar nya,kenapa dia begitu bodoh meninggal kan Claudia sendiri diluar.


Bagaimana jika Claudia pergi dari sana?pikirnya.Kevin segera membuka pintu kamar nya dan melangkah keluar,tapu dia sudah tidak mendapati Claudia disana.


Dia bernafas dengan berat menyesali kebodohannya meninggal kan wanita itu sendiri,tidak seharus nya dia berbuat begitu.


Kevin berjalan kearah dapur dengan lemas,sedari tadi dia belum makan siang dan dia mulai merasa lapar.dapur nya sengaja dia disain terpisah dari ruang tamu tidak seperti kebanyakan apartemen lain nya


Karena dia hanya tinggal sendiri,dia memanfaat kan kamar kosong untuk dijadikan dapur.dia lebih suka ruang tamu yang luas dan dapur yang terpisah sehingga dia bisa menyalurkan hobi nya memasak dengan sesuka hati.


Saat dia masuk kedalam dapur nya Kevin berdiri mematung disana melihat sosok wanita yang sedang berdiri membelakangi nya,wanita itu tampak sedang sibuk mengaduk makanan yang sedang dimasaknya didepan kompor.


Kevin menyunggingkan bibirnya dan dengan cepat dia berjalan menghampiri wanita itu kemudian memeluk nya dari belakang.


Claudia begitu kaget dan menjatuhkan sendok yang sedang dipegang nya,dia kaget bukan karena dipeluk tapi kaget tiba-tiba Kevin muncul begitu saja.


"Apa yang sedang kamu masak?"tanya nya


Claudia hanya diam dan memegang tangan Kevin yang melingkar pinggangnya.


"Maaf."kata pria itu lagi


Claudia mematikan api kompor dan berbalik menghadap pria itu


"Untuk apa minta maaf pada ku?"tanya nya heran


"Yah,untuk segala hal.maaf telah mencium mu tiba-tiba,maaf karena aku telah meninggal kan mu sendiri.aku kira kau telah pergi."kata Kevin panjang lebar.


Claudia tertawa kecil,tangan nya menyentuh wajah Kevin yang ditumbuhi kumis tipis dan berkata."tidak apa-apa".


Kevin memegang punggung tangan Claudia yang sedang membelai wajah nya."Apa kau tidak marah aku telah mencium mu tiba-tiba?'tanya pria itu


Claudia menatap mata Kevin dengan lekat dan menggeleng pelan."tidak"jawabnya sambil tersenyum dengan manis.


Kevin langsung memeluk tubuhnya dengan perasaan gembira,entah apa yang telah terjadi dengan wanita itu.tapi dia rasa itu adalah kesempatan yang bagus.


"Kevin,dengar."kata Claudia didalam pelukan Kevin.untuk pertama kali nya dia memanggil nama pria itu.


Kevin melepas pelukan nya dan menatap kembali mata wanita itu dengan lekat,untuk pertama kali nya Claudia memanggil nama nya dan dia begitu senang.


"Aku...aku telah memikir kan nya."katanya ragu-ragu


Kevin masih setia menatap nya dengan mata yang berbinar-binar.


"Aku..aku rasa kita bisa memulai nya pelan-pelan."kata Claudia lagi


"Maksud mu?"tanya Kevin pura-pura bodoh.padahal dia tahu maksud Claudia tapi dia hanya ingin melihat reaksi wanita itu.


"Maksud ku..hmmmm..."kata Claudia menggantung ucapan nya,dia sangat malu untuk mengatakan maksud nya.kemudian dia menunduk dan menyembunyikan wajah nya yang memerah.


Kevin tersenyum dan mengangkat dagu wanita itu sehingga mereka saling pandang satu sama lain.


"Maksud mu,kamu mau jadi kekasih ku?begitu?"tanya pria itu dengan antusias


Claudia mengangguk kan kepala nya,sedang kan Kevin begitu gembira dan mengangkat tubuh wanita itu dan memutar nya pelan.


Claudia berteriak kecil dan memegangi bahu pria itu dengan kencang.Kevin menghentikan aksi nya dan kembali menatap mata wanita itu dengan lekat.


"Apa aku sedang bermimpi?tidak,apa kau tidak menipu ku?"tanya nya.dia masih tidak percaya wanita itu tiba-tiba berubah pikiran.


Kevin tersenyum senang dan mengusap punggung wanita yang masih digendong nya itu degan lembut.


"Lalu,apa yang terjadi padamu?kenapa tiba-tiba berubah pikiran?"tanya nya


Claudia terdiam sejenak kemudian berkata."Aku rasa tidak ada salahnya mencoba,lagi pula kau bersungguh-sungguh menyukai ku bukan?"tanya nya


Senyum di wajah Kevin semakin mengembang."Oh..sialan.aku begitu senang saat ini,ingin rasa nya aku menikahi mu saat ini juga dan melemparkan mu ke atas ranjang ku dan memakan mu sampai habis."kata nya


Claudia terkekeh pelan mendengar perkataan pria itu."Nahh..kalau ini kau sedang bermimpi."katanya


Kevin menggerang pelan,dia segera meletakkan Claudia diatas meja yang tidak jauh dari mereka,rasa lapar diperut nya sudah tidak dia rasakan lagi karena dia begitu bahagia.


"Sebentar lagi itu akan menjadi kenyataan sayang."bisik nya pelan ditelinga Claudia.


Claudia hanya tersenyum dan kembali tersipu malu.


"Tapi sebelum itu terjadi,aku ingin mencium mu sampai habis saat ini."kata Kevin lagi


Jari tangan nya menyentuh bibir Claudia yang terlihat menggoda dan membuat nya menelan ludah nya.


"Boleh aku mencium mu?"tanya nya


Claudia tersenyum dan meraih tangan pria itu dari bibir nya"sebelum itu aku ingin mengatakan beberapa hal"kata claudia


"Katakan!"kata Kevin dengan cepat.dia sudah tidak sabar untuk mencium wanita itu.


"Kau..kau sudah tahu status ku bukan?"tanya nya ragu-ragu


Kevin memandangnya dan mengangguk dengan cepat.


"Aku tidak suka dibohongi,aku ingin kita saling jujur satu sama lain dan tidak menyembunyikan apa pun diantara kita"kata Claudia lagi.


"Ada lagi?"tanya Kevin


"Aku juga ingin kita bersikap biasa saja dikantor,aku tidak suka menjadi bahan gosip."


Kevin mengangguk kan kepalanya mengiyakan permintaan wanita itu."Apa lagi?"tanya nya dengan tidak sabar.


Claudia berpikir sejenak kemudian menggelengkan kepalanya."itu saja,sisa nya akan menyusul"kata nya


"Kau setan kecil,apa maksud mu sisa nya menyusul?"tanya pria itu


Claudia tertawa pelan."Nanti akan ku tulis kan di buku."goda nya


Kevin segera memegang wajah nya dan menatap wanita itu dengan lekat."Aku juga punya permintaan,apa pun yang terjadi nanti aku ingin kau percaya pada ku."kata pria itu dengan serius.


Claudia tersenyum dan mengangguk pelan.


"Apa sudah selesai?aku sudah tidak sabar untuk mencium mu.boleh kah?"


Claudia kembali menganguk."kenapa begitu sopan?bahkan tadi kau mencium ku tanpa bertanya terlebih dahulu."katanya


"Kau benar,seharus nya aku sudah membungkam mulut mu yang cerewet itu sedari tadi."


Kemudian tanpa menunggu lagi dia langsung melumat bibir Claudia yang menggoda itu.Claudia memejamkan matanya dan membalas ciuman Kevin,kemudian dia melingkar kan tangan nya ke leher pria itu dan memeluk nya dengan erat.


Jika Kevin bisa menerima dirinya apa adanya apa salahnya mencoba menjalin hubungan dengan pria itu,cepat atau lambat dia pun harus mulai membuka hati nya untuk orang lain dan benar-benar mengenyahkan mantan suami nya dari dalam hati dan hidup nya.