
Kevin melangkah dengan cepat melewati Adam dan memegang kedua bahu Claudia.
"Apa benar kau sedang hamil?"
Tanya nya tanpa basa basi
Claudia hanya mengangguk,dia tidak berani bersuara diantara kedua pria itu.
Adam yang melihat itu belum mengerti sama sekali.
Apa maksud dari Kevin?kenapa dia bertanya demikian?dan berani nya pria itu menyentuh bahu adiknya
"Hei..apa ada sesuatu yang aku lewat kan?"
Pria itu melotot kearah Kevin dan Claudia.
"Maaf tuan Adam,aku sudah tidak sopan."
"Sebenar nya tujuan ku kemari untuk mencari perempuan bodoh ini " kata Kevin.
"Apa maksud dari perkataan mu?"
"Apa kalian saling kenal?"
Adam bertanya dan melihat adik nya yang hanya menunduk dan tidak berani melihat nya .
"Ya.."jawab Kevin singkat.
"Apa kau memiliki hubungan dengan nya?"
Claudia hanya menunduk tidak berani menjawab pertanyaan kakaknya.
"Ya."jawab Kevin lagi
"Aku tidak bertanya pada mu!"Teriak Adam.
Suasana dirumah itu tiba-tiba menjadi tegang,tidak ada yang berani membuka mulutnya untuk bersuara.
"Clau....dia.....?" Adam menekan kata-kata nya.
Wajah Claudia langsung pucat,dia tahu kakaknya pasti akan marah.
Tapi tidak hanya itu,kenapa Kevin bisa ada disana dan apakah Kevin adalah teman kakak nya?
"Kak,sebenar nya.."
"Apa pria ini ayah dari anak mu?"
Adam mencoba menebak apa yang terjadi disana.
Claudia hanya mengangguk.
Kevin benar-benar kaget,jadi Claudia hamil anak nya?
"Sial,berani nya wanita bodoh ini menyembunyikan hal ini dari ku."maki nya dalam hati.
Ingin rasanya dia memaki wanita bodoh itu tapi dia harus menghadapi Adam dulu.
"Berani nya kau..!"
Adam sangat marah,pria itu berani datang kerumahnya dengan maksud tertentu.
"Akan ku bunuh kau!"
Adam benar-benar marah sekarang.
Pria itu segera mengeluarkan sebuah pistol dari balik baju nya dan menyodorkan benda itu tepat di wajah Kevin,benda itu selalu dia bawa kemana-mana untuk menjaga dirinya.
Adam tidak perduli jika harus masuk penjara karena membunuh pria itu.
Tapi kevin tidak bergeming,dia malah membalas tatapan Adam yang begitu tajam pada nya.
Claudia langsung ketakutan.
"Kak..apa yang kau lakukan?"tanya nya dengan ketakutan.
"Hei...hei...kenapa tidak membicarakan permasalahan ini dengan kepala dingin."
Zack menyela disituasi menegang kan itu.
Adam melirik ke arah Zack yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Apa maksud mu membawa pria ini kesini Zack?"tanya nya
Zack mengangkat kedua bahu nya.
"Jangan libat kan aku,aku tidak tahu apa-apa" ujar pria itu.
"Kak..."Claudia berusaha menenangkan emosi kakak nya.
"Diam kau,sana naik kekamar mu"perintahnya dengan kasar
"Kak!aku bukan anak kecil lagi."
"Kenapa kakak selalu seperti ini?"tanya nya dengan kesal pula.
"Diam kau ****,aku akan melubangi kepala mu itu dan melemparkan mayat mu menjadi makanan anjing."
Kevin masih tidak bergeming,dia sudah siap menghadapi apapun dan siapa pun.
"Silahkan saja,tapi sebelum kau melubangi kepala ku ini ijinkan aku berbicara dengan perempuan bodoh ini."
Adam masih tetap mengacung kan benda itu.
"Sudah lah,biarkan mereka menyelesaikan permasalahan mereka."
Zack berkata demikian dan menyentuh bahu Adam,dia tahu sahabat nya itu sangat marah.
Tapi dia juga tahu sahabatnya itu hanya menggertak saja,jika sungguhan mungkin Kevin sudah bersimbah darah saat itu juga.
"Jawab pertanyaan ku baik-baik."
"Apa kau yang menghamili adik ku yang bodoh ini?"tanya Adam
"Ya." Jawab Kevin dengan yakin.
"Kenapa kau tinggal kan perempuan bodoh ini?"
"Aku rasa bukan aku yang meninggalkan nya,tapi perempuan bodoh ini lah yang lari dari ku."jawab nya dengan mantap.
"Berhenti memanggil ku bodoh!"teriak Claudia dengan kesal.
Cukup sudah,kenapa kedua pria itu begitu mirip sifat nya.
"Diam kau bodoh!"
"Aku marah pada mu!Kau pantas dikatai bodoh karena pergi begitu saja dari ku."kata Kevin lagi
"Aku bukan nya lari dari mu tapi aku tidak mau mengganggu mu"
"Mengganggu dari apa?"
"Dari....?"
Claudia tidak bisa melanjutkan perkataan nya.
"Kan,makanya kau pantas dibilang bodoh."
"Hari itu aku sudah meminta mu untuk mendengar penjelasan ku tapi kenapa kau tiba-tiba pergi begitu saja."
"Jika kau tidak bodoh lalu apa nama nya?"tanya pria itu
Dia benar-benar kesal dengan wanita itu,jika bukan karena cinta nya yang begitu besar maka dia tidak akan menyulitkan dirinya sendiri.
"Ya!aku bodoh...bodoh..bodoh...!."
"Puas kalian!"teriak Claudia dengan kencang
Mereka malah bertengkar dan tidak memperdulikan Adam dan Zack yang sedang menonton mereka.
Tiba-tiba Adam tertawa terbahak-bahak,semua yang ada disana merasa heran dengan tingkah pria itu yang tiba-tiba berubah.
Pria itu menurunkan senjata nya dan menyimpan nya kembali dibalik baju nya.
"Aku suka gaya mu Kevin Davino"
"Kau berani memaki adik ku didepan ku,tapi tidak hanya itu kau bahkan tidak takut aku akan menembak mu saat ini juga."
Adam melihat wajah adik nya sejenak,walaupun wanita itu tampak kesal tapi terpancar kebahagian diwajah nya.
"Selesai kan permasalahan mu dengan adik ku yang bodoh itu."
"Tapi ingat,jika kau berani membuat nya menangis lagi maka aku tidak akan ragu melubangi kepala mu itu "
Kata Adam lagi
"Terima kasih atas kebaikan tuan Adam"jawab Kevin.
Adam dan Zack segera pergi dari tempat itu meninggal kan kedua orang itu.
Kevin dan Claudia saling pandang.
"Apa mau dilanjut kan?"tanya Kevin.
"Apa?" tanya Claudia.
"Tidak mau berdebat dengan ku lagi?"
Claudia menggeleng,dalam hati nya sangat lega bisa secepat itu bertemu dengan Kevin.dan yang paling membuat nya lega adalah kakak nya mau mengerti keadaan mereka dan memberikan waktu untuk mereka berbicara.
"Aku ingin memeluk mu dan mencium mu,tapi tidak bisa."
"Kenapa?" tanya Claudia heran
Kevin menarik nafas nya.
"Kau benar-benar perempuan bodoh,apa kau ingin menjadi tontonan para pelayan kakak mu?"tanya pria itu
Claudia tersenyum dan meraih tangan pria itu,dia segera menarik Kevin menaiki anak tangga untuk masuk kedalam kamar nya.