I'm Not Barren

I'm Not Barren
Bertemu.



pagi itu Claudia bangun kesiangan karena menunggu Adam semalaman,dia menunggu Adam untuk meminta pertolongan nya.


Tapi sampai jam satu malam pria itu belum juga kembali,Claudia sampai tertidur karena dia sangat mengantuk.


Sebenarnya dia ingin berbicara pada kakaknya pagi-pagi,tapi begitu dia turun kebawah kata para pelayan kakaknya telah pergi ke kantor.


Claudia melihat jam diponsel nya yang sudah menunjukkan jam sepuluh pagi,wanita itu segera bangkit dari ranjang dan segera menuju kamar mandi.


Kemarin dokter pribadi Adam datang untuk melepaskan jarum infus ditangan nya dan sekarang dia sudah merasa lebih baik.


Bukan saja tubuhnya tapi hati nya juga lega setelah bercerita pada kakaknya.


Walaupun belum semua nya tapi dia merasa lega,sekarang dia harus segera mandi dan turun kebawah,Claudia berharap kakaknya belum berangkat kekantor.


Setelah selesai mandi dan berpakaian Claudia segera keluar dari kamar nya


Wanita itu berlari kecil menuruni anak tangga,dari sana dia bisa melihat para pelayan tampak begitu sibuk.


Dia berjalan kearah meja makan dan tampak para pelayan modar mandir,ada yang menyiapkan piring,ada pula yang memasak.


Claudia menyomot sepotong roti yang terletak diatas meja dan memakan nya,setelah itu dia berjalan keluar dari dapur untuk mencari kakaknya.


Didepan pintu tampak asisten pribadi Adam sedang berbicara dengan pria yang memakai jas hitam yang menjaga keamann rumah itu.


Claudia menghampiri asisten pribadi kakaknya dan bertanya:


"Apa kakak belum kembali dari semalam?"


Asisten pribadi Adam menghentikan pembicaraan nya dengan para pria itu dan menjawab pertanyaan Claudia:


"Tuan sudah kembali,tapi sekarang sedang beristirahat."


Jawab asisten itu.


"Apa akan ada pesta?"tanya nya dengan heran.


"Tidak nona,tuan hanya menjamu teman nya makan siang."


Jawab asisten itu lagi


Claudia hanya mangut-mangut,dia kemudian meninggalkan asisten pribadi kakaknya dan masuk kembali kedalam dapur.


Didalam dapur dia melihat pelayan sedang sibuk dan dia jadi ingin membantu.


"Boleh aku membantu?" tanya nya


Para pelayan menghentikan kegiatan dan menatap nya sejenak.


"Jangan nona,nanti tuan Adam akan marah."


Kata salah seorang pelayan disana


"Tidak apa-apa,kakak tidak akan marah."


Para pelayan itu hanya diam saja saat Claudia mulai mengambil piring dan menata nya diatas meja.


Sudah lama dia tidak melakukan itu,dulu sewaktu dia lembur Kevin selalu meminta nya memasak.


Tapi sekarang dia bahkan tidak pernah menyentuh bahan makanan lagi.


Tiba-tiba dia merasa rindu akan masa itu,entah kapan hal seperti itu akan terulang kembali.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


Tanya Adam yang sudah berada didalam dapur.


Pria itu sudah mandi dan berpenampilan dengan rapi.


"Oh...kakak,aku hanya bosan dan ingin membantu."


Jawab nya


Adam melotot pada para pelayan


Claudia menghentikan kegiatan nya dan melangkah menghampiri kakak nya.


"Jangan marah pada mereka,aku yang memaksa."


"Apa kakak sedang menjamu teman?"


tanya nya


"Ya..dan seperti nya mereka sebentar lagi akan datang."


"Sebenar nya ada yang ingin aku bicarakan dengan kakak."


"Aku ingin meminta bantuan kakak untuk mencari....."


Tiba-tiba perkataan nya terhenti karena asisten pribadi Adam datang dan mengatakan sesuatu.


"Bos,tuan Zack sudah datang.."kata asisten pribadi itu


"Aku akan segera kesana"


Setelah berkata demikian Adam membelai ujung kepala adiknya dan berkata:


"Nanti malam kita bicarakan,hari ini aku tidak kemana-mana dan banyak waktu."


"Tapi sekarang kakak harus menyambut tamu dulu,kalau kau lelah beristirahat lah dikamar,tapi nanti kau harus menemani kakak makan siang bersama teman kakak"


Kata pria itu.


Claudia terseyum dan mengangguk kan kepala nya,walaupun pagi ini dia tidak bisa meminta bantuan kakaknya tapi nanti malam dia bisa membicarakan masalah ini dengan kakak nya.


Setelah Adam keluar dari tempat itu,Claudia segera kembali membantu para pelayan untuk meletakkan makanan di atas meja.


Sedang kan saat itu Adam sudah berada di luar untuk menyambut sahabatnya.


"Hei..."


Zack melambai kan tangan nya ke arah Adam.


Adam tersenyum melihat sahabat nya itu.


"Kenapa begitu telat dan mana sahabat mu?"tanya nya basa basi


Tidak berapa lama sebuah mobil berhenti didepan rumah itu


"Itu dia.."kata Zack


Kevin turun dari mobil nya dan segera menghampiri kedua pria yang sedang menunggu nya.


Selama diperjalanan pria itu berdoa semoga Claudia benar-benar ada disana dan semoga Adam adalah kakak dari wanita yang dia cari.


"Maaf,aku terlambat."kata nya


"Tidak apa-apa."


Jawab Adam sambil mengulurkan tangan nya.


"Adam Wijaya."pria itu mengenal kan diri


"Kevin Davino,senang berkenalan dengan anda tuan Adam."Kevin menyambut uluran tangan Adam.


"Mari masuk,kita ngobrol didalam."


Zack dan Kevin mengikuti Adam masuk kedalam rumah nya,Adam mempersilahkan mereka berdua duduk diruang tamu.


Selagi mereka mengobrol Claudia keluar dari arah dapur hendak naik kekamar nya.


Wanita itu melewati ruang tamu tanpa melihat kearah sana,dia ingin mengganti pakaian nya yang bau masakan karena Adam telah meminta Claudia untuk menemani nya makan siang bersama sahabat nya.


Tapi saat wanita itu melewati ruang tamu,Adam melihat adik nya sekilas.


Pria itu langsung bangkit berdiri


"Tunggu sebentar. " pinta Adam


Adam segera melangkah hendak menghampiri adik nya.


"Claudia,kemari..."panggilnya


Mendengar nama itu Kevin langsung bangkit berdiri,dengan cepat pria itu mengikuti Adam dari belakang.


Zack ingin menahan Kevin tapi pria itu berjalan dengan cepat mengikuti Adam,dia tidak ingin Kevin bersikap tidak sopan dan membuat Adam marah.


Tapi Kevin sudah berlalu dari sana dan dengan terpaksa akhirnya Zack mengikuti Kevin dari belakang.


"Ada apa...kak.......?"


Claudia menghentikan ucapan nya dan berdiri kaku saat melihat pria yang berjalan kearah mereka.


"Sebaik nya kau beristirahat karena tidak baik untuk kandungan mu" kata Adam.


Dia kira adiknya kelelahan.


Kevin yang berdiri dibelakang Adam tak kalah kaget nya mendengar perkataan Adam.pria itu menatap Claudia dengan tajam dan..