I'm Not Barren

I'm Not Barren
wanita itu kembali lagi



Setelah kejadian itu,Adam tidak pernah berpikir jika wanita itu serius dengan ucapannya.


Dia juga sangat yakin jika Luna hanya bermain-main saja seperti wanita lainnnya dan pastinya wanita itu tidak akan kembali lagi.


Adam memasuki kantornya dengan santai,semua mata karyawan tertuju padannya.mereka ingin bertanya tapi tidak ada yang membuka suaranya.


Sekretarisnya datang menghampirinya.


"Pak,didalam ada..?"


Adam mengangkat tangannya menghentikan ucapan sekretarisnya.


"Aku sudah tahu!"jawabnya


Dia pikir sekretarisnya akan berkata jika Ben ada didalam dan menunggunya,Adam berjalan dengan cepat dan membuka pintu ruangannya.


Matanya melotot melihat seorang wanita sedang duduk diatas kursi yang biasa dia pakai untuk bekerja dan sedang mengutak atik komputernya.


"Siapa kau?"tanya nya


Dia tidak bisa melihat wajah wanita itu karena terhalang oleh layar komputer.


Luna segera bangkit berdiri dan tersenyum manis padanya.


"Annyeong haseyo."sapa Luna


Adam memijit pelipisnya,kenapa wanita itu kembali lagi?


"Untuk apa kau kemari?"tanyanya


Luna tersenyum manis dan mendekatinya


"Aku sudah bilang kau haru menikahi ku bukan?"


"Jadi apa salahnya aku datang ketempat mu?"tanyanya lagi


"Jangan mmutuskan seenaknya,aku tidak suka!"kata Adam dengan dingin


Luna hanya tersenyum mendengarnya


"Aku tahu!"jawabnya santai


"Kalau sudah tahu maka pergilah."usir Adam


"Maaf,aku tidak bisa!"


"Kenapa?"


Adam melotot padanya,jika saja Luna bukan seorang perempuan mungkin sudah dia lempar tubuhnya keluar jendela.


Luna membalikkan badannya dan duduk diatas sofa,dia tidak perduli dengan tatapan Adam yang begitu tajam padanya.


Adam memejamkan matanya dan menarik nafasnya,apa sih maunya perempuan ini?


"Sebenarnya apa mau mu?"tanya nya


"Kau kan sudah tahu."jawab Luna dengan santai


Adam segera menarik kursinya dan duduk disana,matanya masih juga belum lepas dari Luna.


"Maaf,aku tidak bisa!"katanya


"Kenapa?"tanya Luna


"Apa aku orang gila yang akan menikah dengan orang yang tidak aku kenal?"tanya nya


"Yah aku tahu,sebab itu lah aku disini!"


"Apa maksud mu?"tanya Adam lagi.


"Tentu saja supaya kita saling mengenal,setelah itu barulah kita menikah."


Adam tercengang mendengarnya,baru kali ini dia bertemu perempuan gila seperti ini?


"Whatever!"


Dia malas berdebat dengan wanita itu,baginya tidak penting dan hanya membuang waktunya saja.


Luna hanya tersenyum,walaupun pria itu mengabaikan nya tapi dia tidak akan menyerah.dia akan berusaha sampai batas waktu yang ada.


Jika sampai waktu itu Adam tidak juga menyukainya maka pada saat itu dia akan menyerah.


"Apa kau sudah makan?"tanya Luna


Adam hanya cuek saja,dia sedang serius menatap layar komputernya.


Luna menghela nafasnya,dia tahu tidak akan mudah.


Wanita itu segera mengambil sesuatu dari atas meja,sebelum datang ketempat itu dia mampir kesebuah tempat untuk membeli makanan.


"Apa kau mau makan ini?"tanya nya


Luna menyodorkan makanan khas korea yang dia beli tadi.


Adam hanya melihat makanan itu sekilas dan kembali menatap layar komputernya.


"Aku tidak suka makanan korea!"katanya dengan dingin


Luna menyendok makanan itu dan menyodorkan makanan itu padanya.


"Ayolah dicoba,kau pasti akan suka."katanya


Adam mengepalkan tangannya,dia sudah tidak tahan dengan perempuan itu tapi dia harus bersabar.


Jika dia sampai memukul Luna maka dia akan terlihat seperti ******** dan dia tidak akan pernah mempermalukan dirinya.


"Bisa kau tidak mengganggu ku?dan duduk disana dengan tenang!"perintahnya


Luna hanya tersenyum kecil"bagaimana jika duduk dengan ku dan kita makan bersama?"tanya nya


"Tidak,aku sudah makan!"


"Ayolah"


Luna menarik tangan Adam dan membawa pria itu bersamanya.


Adam hanya mengikutinya dengan perasaan kesal,tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Mereka duduk diatas sofa bersama-sama,Luna mulai sibuk mengeluarkan makanan yang sengaja dia bawa dan menjejerkan nya didepan Adam.


Adam melihat makanan itu dan tidak mengerti,untuk apa Luna membawa makanan sebanyak itu.


"Apa ini cara baru para gadis untuk menarik perhatian seorang pria?"pikirnya dalam hati.


Luna masih sibuk menyendok makanan dan menaruhnya disebuah tempat.setelah itu Luna memberikan makanan itu pada Adam.


Adam menatap gadis itu dengan ragu,tapi akhirnya dia mengambil makanan itu dari tangan Luna.


"Setelah ini kau harus pergi!"usirnya


Wajah Luna tiba-tiba menjadi sedih,tapi wanita itu dengan cepat menyembunyikan dan tersenyum manis padanya.


Adam memakan makanan yang diberikan Luna tanpa banyak bicara sedangkan Luna hanya tersenyum dan melihat pria yang sedang dia sukai itu.


Itu hal baru baginya dan dia sangat senang,tidak sia-sia dia bangun pagi-pagi untuk membeli makanan itu.


Dia tidak tahu tempat itu tapi dia berusaha,mencari melalui internet dan bertanya pada setiap orang yang dia temui.


Melihat orang yang dia sukai sedang makan membuat hatinya terasa bahagia.


Adam meletakkan sendoknya dengan kasar,dia paling benci ditatap seperti itu saat sedang makan.


Dengan cepat pria itu bangkit berdiri dan kembali ketempat duduknya.


"Aku sudah selesai,sekarang juga keluar!"bentaknya


Luna tidak mengerti,kenapa sikap Adam tiba-tiba berubah?apa dia punya salah?


"Tapi makananmu belum habis."katanya


"Keluar aku bilang!"teriak Adam lagi


Luna tidak bergeming


"Jangan menguji kesabaran ku hanya karena kau seorang perempuan.aku akan melemparmu keluar dari jendela jika kesabaran ku sudah habis.jadi segera keluar sebelum itu terjadi!"ancamnya


Luna hanya tersenyum manis padanya,wanita itu segera bangkit berdiri dan mengambil tasnya.


"Jangan marah,aku akan pergi."katanya


Sebenarnya dalam hatinya dia merasa sedih karena Adam begitu dingin terhadapnya.


Luna berjalan kearah Adam dan mendekat pada pria itu.


Adam hanya memperhatikan Luna dan tidak beranjak dari tempatnya.


"Terima kasih sudah mau makan makanan yang ku bawa."


Luna mendekatinya dan mencium bibirnya.


Mata Adam terbelalak,beraninya perempuan itu menciuminya sampai dua kali!


Luna melepaskan bibirnya dan segera berlalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi.


Adam memperhatikan kepergian gadis itu dengan perasaan kesal!