
#Yang kangen sama mas Bri sama emak nya,autor keluarin deh,jangan terlalu rindu dengan pria ini.😄😄
Baca cerita baru autor ya "Hot Mother And The Bos Mafia." terima kasih 😘😘😘#
Di indonesia.
Briant sedang melihat berkas-berkas diatas meja nya.
Pria itu tampak lebih kurus dibanding bebarapa bulan lalu.
Setelah Adelia ditangkap polisi dan mendapat hukuman mati,Briant kembali kerumah Claudia.
Bukan hanya waktu itu dia kembali kesana,tapi beberapa hari sebelum nya dia juga kembali..
Tapi dia tidak mendapati Claudia disana,rumah itu kosong setiap dia pergi kesana.
Dia bahkan telah berkali-kali datang ketempat wanita itu bekerja dan menunggu nya.
Briant sangka Claudia tidak mau bertemu dengan nya sehingga dia membuat keributan disana dan di usir oleh bos mantan istri nya.
Padahal Dia berharap dengan tidak ada nya Adelia lagi disisinya,Claudia mau kembali lagi dan menjadi istri nya.
Dia juga sudah bertanya pada teman-teman nya tapi tidak ada satu pun yang tahu keberadaan wanita itu.
Briant sangat putus asa,dia bahkan membayar orang untuk mencari mantan istri nya tapi sudah sebulan lebih telah berlalu masih saja tidak ada informasi.
Saat itu ponsel di atas meja nya berbunyi.
Briant segera menyambar benda itu dan mengangkat nya.
"Pak..sakit nyonya kambuh."
Terdengar suara pembantu rumah nya yang panik.
"Aku akan segera kembali."katanya.
Briant segera bangkit berdiri,dengan cepat pria itu menyambar jas nya yang dia letakkan di sandaran kursi nya.
Pria itu dengan cepat melangkah keluar dari ruangan nya.
Semenjak Adelia ditangkap penyakit ibu nya kembali kumat.
Ibu nya punya riwayat penyakit jantung,selama ini selalu terjaga dengan baik Karena ibu nya jarang menunjukkan sikap emosi dan stress.
Hari itu setelah memergoki Adelia kesehatan ibunya langsung menurun drastis.
Briant merasa kehadiran Adelia menjadi kesialan dalam hidup nya dan membuat kehidupan nya hancur berantakan.
Tapi setelah Adelia mati dia berusaha kembali mencari mantan istri nya.
Bukan hanya dia merasa kesepian tapi dia juga iba melihat ibunya yang memanggil-manggil nama Claudia setiap hendak melakukan sesuatu.
Bukan hanya kesehatan nya saja yang menurun tapi seperti nya ibu nya mulai pikun.
Setelah tiba didepan rumah nya Briant segera turun dari mobil nya dengan cepat.
Rumah itu terasa suram,bahkan bunga yang ditanam Claudia didepan rumah nya pun telah mati lama.
Pria itu melangkah dengan cepat masuk kedalam kamar ibu nya.
"Ibu,bagaimana dengan keadaan mu?"tanya nya kawatir.
Ibu nya terbaring lemah diatas ranjang nya,bahkan kamar itu telah disulap seperti ruang vip dirumah sakit.
Ibu nya telah berkali-kali dirawat dirumah sakit tapi wanita itu tidak betah dan meminta Briant untuk membawa nya pulang.
Karena keinginan ibu nya dengan terpaksa Briant membiarkan ibu nya dirawat dirumah dan membayar seorang dokter untuk memantau kesehatan ibu nya selama dua puluh empat jam.
"Briant,mana Claudia menantu ibu?"tanya nya dengan lemah.
Hati Briant bagai diremas dengan kencang,ibu nya masih saja menyangka Claudia menantunya.
"Ibu jangan kawatir,aku sedang mencari nya."kata nya
"Bukan seperti itu bu,jangan terlalu banyak berpikir."
"Ibu harus segera sehat,aku janji pada ibu aku pasti akan membawa nya untuk menemui ibu."
Briant mencoba menghibur ibu nya,dia tidak tega melihat ibu nya seperti itu.
"Nak,apa dia marah dan benci pada ku?"tanya ibu nya lagi
"Tidak bu,Claudia wanita yang lemah lembut mana mungkin dia marah dan benci pada ibu."
Briant memegang kedua tangan ibu nya,pria itu mulai menangis.
"Ibu istirahat lah,aku akan berusaha membawa nya secepat mungkin untuk menemui ibu."
Ibu nya mengangguk dengan lemah,dia benar-benar merasa sangat berdosa terhadap anak nya.
Siska selalu berdoa semoga sebelum dia pergi Claudia mau menemui nya dan mau memaafkan perbuatan nya.
Setelah memastikan ibu nya tertidur Briant segera keluar dan menutup pintu kamar itu dengan pelan.
Pria itu segera mengambil ponsel disaku celananya dan menghubungi seseorang.
"Bagaiamana?apa sudah ada perkembangan?"tanya nya
Dia sedang menghubungi orang yang dia bayar untuk mencari Claudia.
"Maaf pak,tidak mudah mencari satu orang dinegara luas ini"kata orang di sebrang sana.
Briant menarik nafas nya kecewa,kemana pergi nya Claudia?
"Teruskan mencari,aku harap kalian bisa secepat nya menemui nya."perintah nya
"Pak,apa tidak ada koneksi seperti saudara atau keluarga?"tanya orang di sebrang sana lagi.
"Tidak ada"jawab nya singkat.
"Kalau seperti itu akan sangat sulit untuk kami menemukan nya."
"Tunggu!"
Briant teringat sesuatu.
Pria itu menepuk dahi nya,kenapa dia bisa lupa kalau Claudia punya seorang kakak?
Dulu dia pernah ke inggris menemui kakaknya untuk melamar Claudia.
Karena kesibukan nya dan mengurus ibu nya yang sakit membuatnya melupakan pria itu.
"Nanti aku hubungi lagi,aku teringat sesuatu.kali ini aku pastikan kalian tidak akan sulit menemukan nya."kata nya
"Baik pak,saya tunggu info selanjut nya."jawab orang di sebrang sana
Briant segera berlari keatas saat panggilan itu telah terputus.
Dia segera membuka lemari nya dan mengeluarkan setumpuk album foto-foto kebersamaan nya dengan Clauida.
Pria itu dengan cepat mencari-cari foto yang ada foto kakak nya Claudia.
Saat mendapat kan nya pria itu tersenyum,itu adalah foto pernikahan nya dengan Claudia.
Tampak Claudia tersenyum bahagia disamping nya dan kakak nya.
Briant terduduk disisi ranjang,diperhatikan nya wajah Claudia yang begitu bahagia di foto itu.
Pria itu mengusap foto itu dengan lembut.
"Dimana kau sekarang sayang?"
"Aku benar-benar kesepian tanpa mu."