
Luna sedang memandangi fotonya bersama Adam yang diambil dari layar ponselnya saat pria itu membawanya jalan-jalan.
Luna tersenyum,walaupun cuma sesaat tapi dia bahagia.dia mengeluarkan sesuatu dari kopernya,itu adalah paspor dan tiket kepulangannya.
Tiket itu memang sudah dia beli karena dia tahu perjalanan untuk mendapatkan cintanya tidaklah mudah.
Luna menarik nafasnya dengan berat dan menyimpan kembali tiket dan paspornya kedalam tas.
Dia termenung sejenak,ini malam terakhirnya disana.besok pagi-pagi dia akan meninggalkan rumah itu diam-diam.
Meninggalkan orang yang dia cintai untuk selamanya dan menikah dengan putra pak Han.
Luna kembali menarik nafasnya,malam ini dia akan menyiapkan makanan terakhir untuk Adam.
Luna turun kebawah dan mulai berkutat di dapur,dia juga meminta bantuan pelayan untuk membantunya menyiapkan makan malam romantis untuknya dan Adam.
Tidak lama kemudian Adam masuk kedalam rumahnya dan disana Luna sudah menyambutnya dengan senyuman manis yang biasa dilihatnya.
"Apa kau lelah?"tanya Luna
Wanita itu mengambil jas dan tas yang dipegang Adam dan menyimpannya diatas sofa.
Adam melihat Luna dengan heran,entah kenapa ada sesuatu yang berbeda dengannya hari ini.
"Apa kau sudah makan?"tanya Luna lagi
Adam menggeleng dan melepaskan dasinya.
"Kalau begitu pergilah mandi,setelah itu turunlah makan."
Luna mendorong tubuh Adam sekuat tenaga menuju anak tangga,Adam hanya bisa mengikuti keinginan Luna.
Dia segera naik keatas dan mandi,setelah itu Adam segera turun kebawah dan berjalan kearah dapur.
Disana Luna telah menunggunya dengan lilin yang menyala diatas meja.
"Ada apa ini?"tanya nya
"Tidak ada apa-apa.aku hanya ingin makan malam romantis dengan mu."jawab Luna
Luna segera menarik tangannya dan menarik kursi untuknya,Adam hanya mengikuti keinginan Luna.dia ingin lihat apa yang akan dilakukan oleh wanita itu.
Luna segera menyiapkan makanan yang dibuatnya,itu adalah makanan yang dibuatnya dengan sepenuh hati untuk Adam.dia berharap pria itu akan suka.
Adam melihat luka-luka ditangan Luna saat wanita itu meletakkan makanan didepannya.dengan cepat Adam meraih tangannya dan melihatnya.
"Ada apa dengan tangan mu?"tanya nya
Luna segera menarik tangannya dan menyembunyikan nya.dia tidak ingin sampai Adam tahu jika dia yang selama ini memasak untuknya.
"Ah ini,aku alergi sesuatu.memang akan seperti luka,tapi nanti juga hilang."bohongnya.
Adam melihatnya dengan tidak percaya.mana ada bekas alergi seperti itu?
"Ayo dimakan,nanti dingin."
Luna duduk didepan nya dan mulai menyendok makanan diatas piring sedikit demi sedikit.
Dia melihat kearah Adam dan rasanya ingin menangis,itu adalah saat terakhirnya melihat Adam.dan setelah ini dia akan menyerah akan cintanya dan tidak akan melihat pria itu lagi untuk seumur hidupnya.
Luna menghentikan sendoknya,dia sekuat tenaga menahan air matanya tapi tidak bisa.tanpa seijinnya air matanya lolos dari kedua matanya.
"Ada apa dengan mu?"tanya Adam heran.
Luna hanya menggeleng.
"Adam,aku tanya sekali lagi.apa kau mau menikah dengan ku?"tanya nya
Adam melotot kearahnya dan meletakkan sendok yang dipegangnya dengan kasar.
"Sudah aku bilang tidak akan menikah dengan mu,kenapa kau tanyakan hal ini lagi?"tanya nya kesal.
"Tidak!"
"Jadi kau melakukan ini untuk menarik perhatian ku?berhentilah berusaha karena aku tidak suka!"
Adam bangkit berdiri dan meninggalkan Luna disana.
Luna menatap kepergian Adam dengan berderai air mata,dia tidak bisa lagi menahan air matanya.ternyata Adam tidak pernah melihat kearahnya,seperti yang dikatakan oleh Adam dia akan berhenti berusaha.
Luna segera membereskan meja itu,setelah itu dia segera berlari keatas menyembunyikan diri dan menangis.
Padahal dia bertekad untuk tidak menangis,tapi sepertinya tidak bisa.semakin hari cintanya semakin dalam untuk Adam.tapi pria itu benar-benar tidak pernah menganggapnya ada.
Luna merapikan rambutnya yang berantakan dan melihat jam diponselnya,sudah tengah malam dan dia sudah menangis selama berjam-jam.
Luna kembali melihat foto Adam yang ada dilayar ponselnya,dia ingin menghapus foto itu tapi tangannya bergetar.
"Tidak Adam,aku tidak bisa menyerah karena aku sangat mencintai mu."katanya sambil menangis
Dia segera bangkit berdiri dan keluar dari kamar itu,Luna berjalan kearah kamar Adam dengan pelan.
Pelan-pelan dia membuka pintu kamar Adam dan masuk kedalamnya.Luna memberanikan diri untuk menghampiri Adam yang sedang tidur diatas ranjang.
Dengan perasaan campur aduk Luna melepaskan pakaian nya satu persatu dan naik keatas ranjang.
Luna memandangi pria yang dia cintai itu sejenak,kemudian dia memberanikan diri untuk menciumi bibirnya.
Adam terbangun dan sangat kaget melihat Luna sedang menciumnya.
Dia ingin mendorong tubuh Luna tapi Luna menahannya dan duduk di atasnya,yang membuatnya lebih kaget ternyata Luna tidak memakai apapun di badannya.
"Apa-apa ini?"tanyanya kesal.
"Adam,aku tahu kau tidak mencintai ku.tapi malam ini,tolong cintai aku."pinta Luna
"Tidak,kau sudah gila ya!"makinya
"Ya aku gila,aku gila karena terlalu mencintai mu."jawab Luna sambil menangis.
Luna menarik tangan Adam dan meletakkan nya didadanya.
"Aku tahu,aku perempuan gila dimata mu.mungkin setelah ini kau akan menganggap aku murahan,tapi aku minta untuk seumur hidup ku,cintai aku malam ini.setelah ini aku tidak akan mengganggu mu lagi."pinta nya
Adam hanya mampu terdiam melihat Luna yang menangis,dia tidak tahu kenapa Luna mengambil tindakan seperti itu.
"Kau akan menyesali semua ini Luna,jadi hentikan lah."
Luna menggeleng dan tersenyum dengan getir.
"Aku tidak akan menyesali setiap keputusan yang aku ambil."
"Tolong,cintai aku untuk malam ini saja."pinta nya lagi.
"Bodoh!"
Setelah berkata demikian Adam segera menarik tangan Luna dan menciumi bibirnya.
"Jangan menyesali nya nanti."bisiknya disela-sela ciumannya.
Luna hanya menangis dan membelai wajah Adam.malam ini dia telah memutuskan menyerahkan dirinya untuk Adam dan dia tidak akan menyesalinya.
Adam mulai melepaskan pakaian yang dipakainya satu persatu,mereka kembali berciuman dan menyentuh sana sini dengan liar.
Luna memeluk tubuh Adam dengan erat,pria itu memperlakukannya dengan lembut,dia berteriak kecil saat Adam merengguk kesuciannya.
Luna menangis tapi dia bahagia.
Adam menggerakkan tubuhnya dan menciumi bibirnya dengan mesra.
"Adam,aku sangat mencintai mu."