
Tampang Adam terlihat menakutkan saat sekretrisnya masuk kedalam untuk memberikan sebuah dokument padanya.
Adam masih merasa kesal dengan Luna yang menciumnya dengan seenaknya.
Sekretarisnya keluar dengan cepat dari tempat itu,dan saat yang bersamaan Ben datang dan melihat wajah sahabatnya yang terlihat mengerikan.
"Hei,apa kau sedang datang bulan?"tanya Ben
Adam melotot padanya,situasi hatinya sedang buruk tapi sahabatnya itu malah menambah kekesalannya.
"Sepertinya kau sudah bosan hidup!"katanya
"Wah,santai saja teman.apa yang terjadi padamu?"
Adam menarik nafasnya.
"Perempuan itu,benar-benar membuatku gila!"katanya dengan kesal.
"Apa?jadi kau sudah tergila-gila padanya?"tanya Ben bercanda
"Ben,kau benar-benar ingin mati rupanya!"makinya
Ben tertawa dan melihat makanan yang masih ada diatas meja.
Bisa dia tebak,sepertinya perempuan itu kembali lagi dan mengacaukan hari Adam.
Ben menjatuhkan dirinya diatas sofa dan mulai mengambil makan itu,dia tidak perduli dengan tatapan Adam dan mulai memakan makanan itu.
"Wah,ini enak.apa kau sudah mencobanya?"tanya Ben
"Kenapa kau malah memakannya?cepat buang makanan itu!"perintahnya
"Jangan!sayang kalau dibuang."Ben terus memakan makanan itu.
Adam menarik nafasnya,dalam dua hari ini perempuan yang bernama Luna Kim benar-benar menghancurkan harinya.
"Kenapa kau tidak cari tahu!"kata Ben disela-sela makannya.
"Apa maksud mu?"tanya Adam
"Nama nya Luna Kim bukan?kenapa kau tidak cari tahu putri siapa dia dan ada maksud apa tiba-tiba datang meminta pertanggung jawaban mu?"
"Dasar bodoh!apa kau pikir yang bermarga Kim cuma ada satu dikorea!"
"Oh,benar juga!"Ben mengiyakan perkataan sahabatnya.
Adam memejamkan matanya,wajah wanita itu pernah dia lihat tapi entah dimana.
Dia mencoba mengingat-ingat tapi tidak tahu,tidak mungkin kan dia harus mengingat wajah setiap wanita yang dia temui?
"Lupakan!"katanya dalam hati
Perempuan itu pasti tidak akan kembali lagi ketempat nya.
Ditempat lain,Luna sedang duduk disebuah cafe dekat kantor Adam.dia sengaja duduk disana karena dia sedang ingin berada didekat pria itu.
Walaupun dia tahu Adam tidak menyukai nya tapi dia yakin dapat merebut hati pria itu.
Luna memandangi ponselnya yang sedari tadi berbunyi.dia enggan menjawab panggilan dari ibunya karena dia tahu ibunya pasti akan marah padanya.
Dia hanya membiarkan ponselnya terus berbunyi sampai para pengunjung Cafe melihat kearahnya.
Tapi sebelum itu Luna menarik nafasnya sejenak,bersiap menerima amarah ibunya.
"Halo."
"Luna,kemana saja kau beberapa hari ini?"teriak ibunya
Luna sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya,benar dugaan nya,ibunya pasti marah dengan kepergiannya yang tiba-tiba.
"Apa kau tidak tahu bahwa ayah mu sangat marah dengan kepergian mu?"
"Kenapa kau tidak pernah menurut dengan perkataan kami!"teriak ibunya lagi
Luna kembali menarik nafasnya,teriakan ibunya begitu kencang sampai ada pengunjung cafe yang dapat mendengarnya.
"Ibu,bisa kau pelan sedikit suara mu?"pintanya
"Apa kau bilang?ini semua gara-gara kamu!"
"Bu,mengerilah.aku tidak mau menikah dengan anak pak Han."katanya
"Kenapa Luna?anak pak Han sangat mencintaimu.dia tampan dan juga kaya,jika kau menikah dengannya maka hidup mu akan bahagia."jelas ibunya
"Dari mana ibu tahu aku akan bahagia?asal ibu tahu aku sudah mencintai orang lain!"
"Pria itu?yang suka kamu lihat diam-diam dilayar ponsel mu?"tanya ibunya
"Benar,pria itu yang aku cintai dan aku hanya ingin menikah dengannya."
Terdengar ibunya menarik nafasnya dengan berat disebrang sana.
"Luna,dengarkan ibu baik-baik."
"Pria seperti itu tidak bisa kamu gapai,kamu dan dia bagaikan langit dan bumi.dia tidak mengenal mu bagaimana dia akan mencintaimu dan mau menikah dengan mu?"
"Apa kau pikir pria seperti Adam Wijaya tidak punya kekasih barang satu atau dua orang?"
"Jadi,berhentilah bermimpi sebelum kamu sakit hati."kata ibunya panjang lebar.
"Ibu jangan asal menuduh,aku yakin dia bukan pria seperti itu.bagaimana pun aku akan berusaha mengambil hatinya,jadi ibu jangan memaksa ku untuk menikahi anak pak Han."
"Luna...Luna...kau terlalu banyak bermimpi.sekarang bermain lah sepuas mu disana,ibu ingin lihat apa pria itu mau dengan mu?"
"Tapi ingat,sampai pada waktunya kamu harus kembali.jika kamu berhasil mengambil hatinya maka bawa dia pulang dan kamu harus membawa pria itu menghadap pak Han untuk membatalkan pernikahan mu dengan putranya."
"Tapi jika kau gagal,maka kamu harus kembali untuk menikah dengan putra pak Han.sekarang kau boleh berusaha sebisa mu,tapi ibu sangat yakin kamu tak akan bisa mengambil hatinya!"kata ibunya
"Ibu lihat saja,aku pasti akan membawanya pulang dan membatalkan pernikahan ku dengan putra pak Han."kata Luna dengan yakin.
"Bagus,kami tunggu!"
Luna langsung mematikan panggilan itu,dia kesal dengan ibunya yang tidak mendukung niatnya.
Jika saja ayahnya tidak tiba-tiba menjodohkan dan mau menikahkan dirinya dengan putra sahabatnya mungkin dia tidak akan datang keinggris untuk menemui Adam.
Luna menatap gedung pencakar langit yang ada didepannya,dia tahu mengambil hati Adam tidaklah mudah.
Tapi dia akan berusaha,jika pria itu benar-benar tidak menyukainya maka dia akan menyerah.
Menyerah dengan cintanya dan terpaksa mengikuti keinginan kedua orang tuanya.