
Mulut Claudia ternganga melihat pria yang sedang berbicara dengan wanita yang telah merebut cincin yang dilihat nya.
Dia melihat pria itu tersenyum dengan manis nya dan membelai ujung kepala wanita itu.
Hatinya langsung dibakar api cemburu,saat itu juga emosi langsung menguasai diri nya.
Dengan cepat Claudia mendekati kedua orang itu dan melayang kan tangan nya tepat mengenai wajah pria itu.
"Bajingan.!!"teriak nya sambil menangis.terjawab sudah kenapa pria itu tidak menampakkan dirinya belakangan ini
Kevin begitu kaget melihat Claudia yang berada disana,wanita itu memukul nya dan terlihat sedang menangis.
"Claudia,kenapa kau ada disini?"tanya nya bingung
"Kau...Bajingan!"teriak Clauida lagi.tidak ingin berlama-lama ditempat itu,Claudia segera memutar badan nya dan berlari meninggal kan tempat itu.
Dengan air mata yang terus menetes wanita itu terus berlari tanpa memperdulikan orang-orang yang melihat ke arah nya.
Saat melihat Claudia pergi dengan tiba-tiba,Briant langsung mengejar wanita itu.sekilas dia melihat Kevin sedang berbicara dengan seorang wanita,jadi dia bisa menyimpulkan jika Claudia melihat kekasih nya itu sedang bersama dengan wanita lain.
"Apa dia wanita yang kau ceritakan itu?"tanya wanita yang sedang bersama dengan Kevin
Kevin mengangguk kecil sambil memegangi wajah nya.
"Tidak kau kejar?"tanya wanita itu lagi
"Bagaimana dengan mu?"tanya nya
"Jangan perduli kan aku,aku bukan anak kecil lagi.pergilah,nanti dia tambah salah paham."katanya
"Baik lah,aku akan meminta supir ku untuk menjemput mu,dan tolong simpan kan cincin ini untuk ku."Kata Kevin.
Wanita itu tersenyum dan segera mengangguk,setelah itu Kevin segera berlari untuk mengejar Claudia dan menjelaskan semua nya pada wanita itu.
Sedang kan saat itu Claudia sudah pergi meninggal tempat itu dengan sebuah taxi yang dia stop dengan tiba-tiba.
Dia tidak perduli dengan Briant yang berteriak pada nya,hati nya sakit,kenapa semua pria yang ada didekat nya begitu senang mempermain kan nya.
Claudia terus mengusap air mata nya yang tak henti-henti nya mengalir"Bajingan....bajingan.."katanya dengan pelan.
Saat tiba dirumah nya wanita itu segera masuk kedalam dan membanting pintu itu dan menutup nya rapat-rapat
Dia tidak ingin melihat siapa pun saat ini,tapi tidak berselang lama Briant mengedor pintu rumah itu dan memanggil-manggil nama nya.
"Claudia...apa kau didalam?"tanya pria itu yang terdengar khawatir.
"Pergi."Teriak nya
"Aku akan pergi,tapi setelah melihat keadaan mu."kata pria itu
"Pergi!!!aku tidak mau melihat mu."teriak nya lagi dari dalam.
"Claudia,please..biarkan aku melihat mu setelah itu aku akan pergi."kata Briant lagi
Claudia mengusap air mata nya dan dengan berat hati dia membuka pintu itu
Briant bernafas dengan lega saat melihat wanita itu,setidak nya dia sudah melihat nya dalam keadaan baik-baik saja.
"Sekarang,pergi!!"usir Claudia dengan kasar.
"Baik lah,tapi jaga diri mu baik-baik.besok aku akan datang lagi."kata Briant.
Setelah itu Briant segera pergi meninggal kan Claudia,di tahu wanita itu pasti sangat sedih dan marah.jika dia memaksa nya saat ini,Claudia pasti akan membenci nya.
Saat itu Kevin sudah tiba dirumah Claudia,dengan cepat pria itu melangkah kan kaki nya dan dengan cepat pula pria itu memutar handel pintu rumah itu sehingga terbuka.
Tadi tanpa sengaja dia melihat Briant mengejar Claudia,dalam hatinya bertanya apa yang dilakukan Briant dan Claudia ditoko perhiasan itu.
Dengan cepat Kevin segera menerobos masuk kedalam rumah Claudia sedangkan wanita itu tidak ada disana.
Pria itu segera melangkah kan kaki nya dengan cepat menuju kamar Claudia dan membuka pintu kamar itu,karena dia pikir wanita itu pasti ada disana.
Claudia begitu kaget dan menjerit saat Kevin tiba-tiba datang menerobos masuk kedalam kamar nya,padahal dia hendak mandi dan sedang membuka baju nya.
Dengan cepat Claudia menutup dada nya dengan pakaian nya dan melotot pada pria itu.
"Bajingan,mau apa kau kemari?"teriak nya
"Dengar,akan aku jelas kan semua nya"kata pria itu
"Tidak ada yang perlu dijelas kan!pergi kau,aku ingin kita putus."teriak nya lagi.
"Jangan sembarangan bicara,dengar....."kata-kata nya terhenti karena Claudia melemparkan vas bunga kearahnya
Dengan cepat dia menghindari vas bunga itu sehingga benda itu pecah berantakan di atas lantai.
"Pergi kata ku,pokoknya aku ingin kita putus."teriak nya dengan kencang.
Kevin langsung gelap mata mendengar permintaan wanita itu kembali,dia tidak akan melepaskan wanita yang telah susah payah dia dapat kan itu.
Dengan cepat dan tanpa berkata apa-apa pria itu segera mendekati Claudia dan mengangkat tubuh wanita itu.
Claudia menjerit dan memaki-maki pria itu dengan kasar.
Tapi Kevin tak bergeming,dengan cepat dilempar kan nya tubuh Claudia diatas ranjang.
Claudia kembali menjerit,tubuh nya mulai bergetar ketakutan saat Kevin mulai melepas kan pakaian nya satu persatu.
"Bajingan!apa yang mau kau lakukan!"teriak nya
"Aku tidak akan melepaskan mu"kata pria itu yang sudah dikuasai amarah.
Dengan mudah nya Claudia meminta nya putus tanpa mendengar penjelasnnya,seharus nya dia datang kesana untuk mengatakan semua nya pada wanita itu.
Tapi Claudia malah mau mengakhiri hubungan mereka,tidak akan dibiarkan nya itu terjadi.
"Pergi kau,aku benci pada mu!"teriak Claudia lagi
Kevin semakin mendekat dan naik keatas ranjang,sedang kan wajah Claudia semakin pucat.
Dengan cepat wanita itu memundur kan tubuh nya hingga ke ujung ranjang,tapi Kevin terus mendekati nya.
"Tarik kembali ucapan mu."kata pria itu sambil menatap tajam pada nya.
"Ti..tidak.aku mau putus."kata Claudia lagi
"Kau yang memaksa ku melakukan ini."kata Kevin
Dengan cepat pria itu langsung membungkam bibir Claudia,dia tidak akan pernah melepaskan wanita itu.jika memang Claudia masih ingin meminta nya memutuskan hubungan mereka maka akan dia jadikan wanita itu menjadi milik nya dengan paksa.
"Hummm....le..pas.."kata Claudia dengan air mata berderai.
Cukup sudah,kenapa semua pria begitu egois dan mempermainkan nya.Claudia terus menangis dan meronta dibawah tindihan tubuh Kevin.