I'm Not Barren

I'm Not Barren
Terbongkar



Dokter yang memeriksa kandungan Adelia menatap kedua orang itu dengan heran,pasal nya dia tidak menemukan tanda-tanda kehidupan didalam perut Adelia.


Jantung Adelia berdegup dengan kencang dan memberikan kode kepada Dokter itu agar mau membantu nya,tapi dokter wanita itu tidak perduli dan segera menghampiri Briant yang sedang duduk didepan meja nya.


Briant benar-benar tidak membiarkan nya lari,bahkan tadi dia pergi kekamar kecil pria itu sampai menemani nya.mau tidak mau Adelia terpaksa mengikuti Briant.


"Pak,saya rasa ada keanehan dengan kehamilan istri anda."kata dokter itu


"Ada apa dengan kandungan istri saya dok?"tanya Briant dengan wajah khawatir


Dokter itu kembali memandang Adelia yang menundukkan kepala nya."Sebenar nya istri anda tidak sedang hamil."


Mendengar itu mata Briant langsung melotot menatap Adelia yang tampak pucat dan ketakutan."Maksud dokter?"tanya nya lagi untuk meyakinkan apa yang dia dengar tidak lah salah.


"Maaf pak,istri anda tidak sedang hamil."kata Dokter itu meyakinkan.


Briant langsung bangkit berdiri dengan amarah tertahan,berani nya Adelia menipu nya dengan kehamilan palsu.


"Brian..dengar kan penjelasan ku."kata Adelia takut-takut


Briant segera keluar dari ruangan itu meninggal kan Adelia dan dokter yang menatap bingung ke arah mereka.


Adelia segera berlari mengejar Briant,pria itu melangkah dengan cepat meninggal kan dirinya.setelah menyelesaikan administrasi Briant segera kembali ke mobil nya dengan perasaan campur aduk.


Tampak Adelia berdiri disamping mobilnya untuk menunggu nya.


Saar melihat kedatang Briant,Adelia segera menghampiri suami nya itu."Briant,dengar kan penjelasan ku."katanya


Tapi Briant hanya diam dan masuk kedalam mobil nya,tentu saja Adelia mengikuti pria itu.selama didalam mobil Adelia tidak berani bersuara,dia tahu Briant pasti menahan amarah nya agar tidak meledak disana.


Sesampai nya dirumah,Briant membanting pintu mobil nya dengan kencang dan melangkah dengan cepat memasuki rumah nya.Adelia mengikuti nya dari belakang memasuki rumah itu,diruang tamu tampak ibu nya sudah menunggu mereka dengan tidak sabar.


"Bagaimana dengan keadaan cucu ibu?"tanya wanita itu dengan tidak sabar saat melihat Briant dan Adelia telah kembali.


Adelia yang sudah masuk kedalam menundukkan kepala nya,dia harus siap menerima ledakan amarah suami dan ibu mertua nya.


Briant melotot menatap Adelia."Dia tidak hamil bu."katanya


Ibu nya tidak mengerti dan segera menghampiri Adelia."Apa maksud suami mu?dan ada apa dengan bayi nya?"tanya nya khawatir


"Tidak ada bayi bu,dia telah menipu kita."kata Briant lagi.


Mata ibu nya langsung melotot mendengar perkataan Briant."Benar itu del?"tanya nya tidak percaya


Adelia mengangguk."Maaf Bu,aku terpaksa berbohong supaya Briant tidak meninggal kan ku."


"Bagus,kau benar-benar berhasil.bahkan demi anak dalam kandungan mu yang ternyata palsu itu aku rela menceraikan Claudia."kata pria itu dengan sinis


"Claudia lagi Claudia lagi.aku muak mendengar nama itu."teriak Adelia


"Dengar,aku memang telah menipu mu dengan kehamilan palsu.aku berharap dengan berjalan nya hubungan kita,aku bisa cepat mengandung anak mu.tapi kita sudah berhubungan berapa lama?kenapa aku juga tidak hamil?"kata Adelia lagi


"Jika kau belum juga hamil,kenapa malah menyalakan Briant."kata Ibu Briant lagi.


"Kenapa kau menampar ku,ibu?"tanya Adelia kesal sambil memegangi wajah nya yang memerah.


Oh..dia mulai tahu sekarang,inikah yang dirasakan Claudia saat masih menjadi istri Briant.selalu diteror dan dimintai seorang cucu,apa mereka mengira wanita itu mesin untuk melahirkan?Adelia tersenyum dengan sinis dan melipat kedua tangan nya didepan dada nya.


"Jangan sama kan aku dengan wanita itu,aku tidak akan mudah kau tindas wanita tua bangka."maki nya dalam hati.


"Mantan istri mu tidak bisa hamil,aku juga tidak hamil.menurut mu yang bermasalah siapa Briant?"tanya nya dengan sinis


Ibu Briant kembali menampar wajah Adelia."Jaga ucapan mu,kalian lah yang bermasalah.bukan anak ku."


Adelia kembali memegang wajah nya yang terasa panas."Wanita tua sialan,bawa anak mu kedokter untuk di periksa.jangan hanya menuduh bahwa kami ini tidak bisa punya anak!"teriak nya marah


Dia sudah tidak perduli lagi"lebih baik aku pergi bersenang-senang dengan teman ku dari pada di hina disini."pikir nya


Mendengar teriakan Adelia,ibu Briant terhuyung kebelakang sambil memegangi dada nya,nafas nya mulai tersengal-sengal karena begitu emosi.


"Kua...kau.."kata nya ternyata-bata sambil menunjuk ke arah Adelia.


Briant segera menghampiri ibu nya dan meraih obat yang berada di atas meja,sedang kan Adelia tersenyum dan melewati mereka.


"Mati saja kau tua bangka."maki nya dalam hati.dia segera naik ke atas untuk mengganti pakian nya,setelah itu Adelia kembali turun ke bawah dan melihat ibu mertua nya yang sedang duduk sambil mengatur nafas nya untuk kembali normal.


"Mau kemana kau?"teriak Briant.


Adelia menghentikan langkah nya dan berkata"Aku sudah muak menghadapi ibu mu,aku yakin mantan istri mu pasti merasakan hal yang sama.tapi jangan sama kan aku dengan nya,aku tidak akan diam saja mendengar ocehan ibu mu.lebih baik kau pergi periksa kan kondisi mu supaya kita tahu siapa yang bermasalah diantar kita."


Briant hanya diam dan menatap kepergian istrinya.saat Adelia sudah keluar dari pintu,Briant segera menghampiri ibu nya yang terduduk lemas di atas kursi.


"Ibu,apa kau sudah baik-baik saja?"tanya nya Khawatir


"Tidak apa-apa,ibu sudah minum obat.istri mu benar-benar kurang ajar."kata ibu nya kesal.


Briant melihat ke arah ibu nya yang masih berusaha mengatur nafas nya.kemudian dia berkata."Bu,aku telah memikir kan nya.lebih baik aku pergi berkonsultasi ke dokter "


Ibu nya segera bangkit berdiri tidak percaya dengan perkataan anak nya."untuk apa Briant,tidak mungkin kamu yang bermasalah.di dalam keluarga kita tidak ada yang mandul."


"Aku tahu bu,benar kata Adelia.dia dan Claudia tidak bisa hamil apa jangan-jangan gara-gara aku..."kata nya terputus


"Jangan Briant,kau anak ibu.ibu sangat yakin kau sehat-sehat saja.percaya pada ibu"katanya meyakinkan


Briant menyisir rambut nya kebelakang dengan jari-jarinya.dia tidak mau melakukan kesalahan yang sama lagi.siapa tau dengan mengetahui kondisi yang sebenar nya dia bisa meminta maaf kepada Claudia dan wanita itu mau kembali pada nya.


Briant memegang kedua tangan ibu nya"Tidak bu,seharus nya aku melakukan ini sejak masih bersama Claudia.dalam waktu dekat aku akan pergi berkonsultasi dan ibu tidak perlu Khawatir dengan hasil nya.jika seperti yang dikatakan ibu berarti kita tidak perlu Khawatir,cepat atau lambat ibu pasti akan segera memiliki seorang cucu."katanya


Ibu nya menatap sendu anak semata wayang nya itu,dia hanya bisa mengangguk pasrah menyetujui ke inginan anak nya.