
Luna keluar dari kamar Adam saat pria itu sudah tertidur dengan pulas.
Sebelum keluar dia memandangi wajah Adam sejenak,setelah itu dia keluar dari sana diam-diam.
Luna kembali kedalam kamarnya dan mengambil kopernya yang sudah dia siapkan.
Jam baru menunjukkan pukul tiga pagi,Luna segera membawa barang-barangnya keluar dari rumah Adam diam-diam.
Dengan pelan dia membuka pintu rumah itu agar para penjaga tidak melihat kepergiannya,walaupun hatinya berat,tapi dia tidak punya pilihan lagi.
Dia harus segera pergi mengejar penerbangannya jam enam pagi untuk pulang kekorea.
Luna melihat rumah itu sejenak,walaupun tidak lama dia tinggal disana tapi dia bahagia bisa melewati waktu bersama Adam walaupun hanya sesaat.
Luna mencengkram tasnya kuat-kuat,setelah itu dia pergi meninggalkan tempat itu sambil menangis.
Paginya.
Adam terbangun sendiri dikamarnya,dia sudah tidak mendapati Luna disana.dia pikir Luna telah kembali kekamarnya.
Adam melihat bercak merah dispreinya dan mengumpat kesal.kenapa Luna begitu bodoh menyerahkan dirinya?
Apa cinta bisa membutakan hati seseorang?
Adam mengusap wajahnya dengan kasar,pikirannya sedang kusut.apa yang harus dia lakukan saat bertemu dengan Luna?
Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Luna tadi malam,tapi yang pasti mereka telah melakukan hal itu semalam.
Pria itu segera pergi mandi,setelah selesai dia segera turun kebawah dan meminta pelayan untuk membersihkan kamarnya.
"Dimana Luna?"tanya nya saat tidak mendapati Luna diruang makan.
Biasanya Luna akan menyambutnya dengan tersenyum manis dan menyiapkan kopi untuknya.
"Tidak tahu tuan,nona Luna belum turun dari tadi."jawab pelayan pribadinya.
Adam segera menarik kursi dan duduk disana,dia pikir Luna masih tidur karena kegiatan mereka semalam.jadi dia tidak berpikir lebih jauh lagi.
Dia mulai menyeruput kopi hitam yang sudah tersedia diatas meja.
Saat lidahnya merasakan kopi itu,adam langsung mengumpat kesal.
"Ada apa dengan kopi ini,kenapa rasanya tidak enak!"makinya
Pelayan pribadinya langsung datang menghampirinya.
"Ada apa Tuan?"
"Bagaimana dengan pekerjaan kalian?membuat segelas kopi saja tidak becus!"makinya
"Tuan,itu kopi yang biasa anda minum."
"Apa kau bilang!"
Adam menggebrak mejanya dan bangkit berdiri.
"Kau kira aku tidak bisa merasakan minuman yang biasa aku minum!"
"Maaf tuan."
Adam melotot pada pelayan pribadinya.
Pria itu segera pergi dari sana,saat melewati anak tangga Adam melihat keatas sejenak.
Tapi setelah itu dia segera keluar dari rumahnya dan pergi kekantor.
Saat dikantor Adam tidak bisa berkonsentrasi bekerja,pikiran nya buntu.yang ada diotaknya hanya Luna..Luna dan Luna.
Dia masih ingat saat Luna memohon untuk mencintainya,dia juga masih ingat bagaimana Luna menangis,bahkan dia tidak bisa melupakan kejadian tadi malam.
Adam begitu kesal dan memukul meja,ada apa dengan dirinya?
Dia berjalan untuk mengambil minuman,tapi ujung matanya melihat sebuah map yang tersimpan diatas meja.
"Berterima kasihlah padaku,tanpa kau minta aku sudah menyelidiki Luna Kim untuk mu."perkataan Ben teringat kembali dikepalanya saat melemparkan map itu dihadapannya.
Adam segera menyambar map itu dan melihat isinya,disana tertera semua data Luna dan foto Luna yang sedang tersenyum dengan manis.
Adam tersenyum kecil dan mengelus foto Luna,tapi setelah dia menyadari itu dia segera melemparkan amplop itu kembali diatas meja.
"Oh..ada apa dengan ku?"gerutunya kesal.
Adam segera meraih ponselnya dan menghubungi Ben.
"Ben,bisa kau kemari?aku ingin menanyakan sesuatu pada mu"pintanya.
"Adam,aku sudah datang.apa yang mau kau tanya kan?"tanya Ben tanpa basa basi
Adam melihatnya sejenak,dia ragu apakah tepat menanyakan ini pada sahabatnya.
"Ayolah,kau sudah meminta ku datang tapi kau hanya diam saja?"
"Ada apa dengan mu sobat?"
"Ben,bagaimana perasaan mu setelah tidur satu malam dengan perempuan?"tanyanya
Mata Ben terbelalak,dia sangat kaget mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
"Wah...wah...ada apa dengan pertanyaan mu ini.memangnya kau tidak pernah tidur dengan perempuan selama hidup mu?"
"Hmm...bukan begitu.hanya saja..?"
"Adam,apa kau tidur dengan Luna Kim?"tanya Ben tanpa basa basi lagi.dia tahu sahabatnya itu pasti menyembunyikan sesuatu.
"Seperti yang kau tahu."jawabnya.
Ben tidak kaget mendengarnya,karena mereka tinggal satu atap apapun bisa terjadi.
"Jadi,bagaimana kau bisa tidur dengannya?"
Adam kembali mengusap wajahnya,dia kembali teringat tangisan Luna saat wanita itu memohon untuk mencintainya satu malam saja.
"Hmm..dia yang memintaku untuk melakukan itu."jawabnya.
"Wah,Luna begitu berani.sepertinya cintanya untuk mu sangat besar."
"Jangan bercanda.dia hanya perempuan gila."kata Adam kesal.
Ben hanya menggeleng,kenapa Adam selalu menutup hatinya?
"Oke,kau tidur dengannya.lalu apa permasalahannya?"
"Aku tidak tahu!"
"Adam,apa kau menyukai Luna?"
"Tidak!"
"Lalu apa permasalahan mu?kau tidak menyukai nya bukan?lalu untuk apa kau seperti ini?"
"Kau bisa menganggap bahwa kau telah menghabiskan satu malam dengan perempuan jalang yang kau temui di club malam dan setelah itu kau bisa berpura-pura tidak terjadi apapun."
Adam menarik nafasnya dengan berat.
"Tapi dia bukan wanita seperti itu Ben!"
"Jadi?"
"Entah lah,aku merasa ada yang salah dengan ku."
Ben melihat sahabatnya itu dengan lekat.
"Adam,sudah berapa lama kau tidak jatuh cinta?"tanya nya
"Entahlah,aku malas menghitungnya.memangnya kenapa?"
"Baiklah,aku sudah tahu sekarang."kata Ben kemudian.
"Apa?"
"Tanyakan pada hati mu yang paling dalam.apa yang kau rasakan pada Luna Kim?apa kau membencinya atau kau menyukainya?"
Adam melihat Ben dalam diam.membenci Luna?dia rasa tidak.
Menyukainya pun dia rasa tidak,memang mereka telah berciuman beberapa kali,tapi menurutnya itu karena mereka terbawa suasana sehingga melakukan itu.
"Entah lah Ben,aku tidak tahu!"
"Adam,sebaiknya kau banyak belajar dari adik mu."
"Ada apa dengan adikku?"
"Sebagai sahabat aku hanya menasehati mu.jangan menyia-nyiakan orang yang mencintaimu dengan tulus.lebih baik menanyakan pada hati mu yang paling dalam bagaimana perasaan mu pada Luna."
"Apa kau menyukainya atau tidak.jangan menyesal kemudian karena kau selalu menutupi hati mu."
Adam hanya diam saja mendengar nya,menyukai Luna?itu tidak mungkin!