
Setelah selesai dengan sidang perceraian nya,Claudia mampir kesebuah super market untuk membeli bahan makanan.
Hari ini dia ingin merayakan status baru nya.anggap lah dia aneh,mana ada seorang wanita begitu bahagia dihari perceraian nya.
Tapi dia tidak mau bersedih lagi dengan apa yang sudah terjadi.lagi pula dia sudah berpisah,bukan kah lebih baik menikmati waktu nya saat ini.
Hari ini dia ingin memasak dan memanggil kedua sahabat nya yang selalu ada untuk nya datang kerumah nya.
Claudia ingin mencoba membuat steak,walaupun dia belum pernah membuat nya tapi tidak ada salah nya mencoba.
Dia bukan tipe wanita yang bisa memasak,tapi saat ini dia tinggal sendirian lagi dan dia harus belajar memasak supaya bisa mandiri dan menghemat pengeluaran nya.
Claudia memandangi daging sapi yang berjajar dengan rapi ditempat nya,sesungguh nya dia tidak tahu daging mana yang bisa digunakan untuk membuat steak.
Begitu banyak jenis daging disana membuat nya sedikit bingung,dia ingin bertanya tapi pegawai disana sedang tidak ada ditempatnya.
Sudah hampir sepuluh menit dia berdiri disana tapi belum juga dapat memutuskan daging mana yang akan dia beli.
"Anda perlu bantuan,nona?"tanya seorang pria yang tiba-tiba berdiri disamping nya dan melihat ke arah nya.
Claudia menatap pria itu dan merasa sedikit malu."Aku ingin membeli daging untuk steak tapi aku tidak tahu yang mana."katanya dengan malu-malu
Pria itu tersenyum manis mendengar perkatan Claudia,dia segera berjalan ke arah daging dan mengambil kan daging yang di ingin kan Claudia.
"Apa anda suka memasak?"tanya nya sambil memberikan daging yang dia ambil ke Claudia.
Claudia mengambil daging yang diberikan pria itu kepada nya"Oh..terima kasih.aku tidak bisa memasak,tapi baru mau mulai mencoba"katanya
"Itu sudah bagus,aku suka wanita yang suka berusaha.boleh aku tahu nama mu?"tanya pria itu
Claudia menatap pria itu sejenak,pria itu memang tampan.ya seperti pria-pria lainnya ,dia terlihat maskulin dengan sedikit bulu halus di wajah nya.rambut hitam nya tersisir rapi kebelakang,dengan gaya pakaian nya yang santai membuat pria itu tidak bosan untuk di lihat.
"Claudia"katanya singkat
"Baik lah nona Claudia,semoga anda puas berbelanja di supermarket kami"kata pria itu.kemudian dia pamit dan meninggal kan Claudia disana.
Claudia memandangi pria itu pergi tanpa ingin tahu nama nya.setelah mendapat kan apa yang dia mau,Claudia kembali mencari-cari makanan yang hendak dia beli.
Tidak berapa lama akhirnya barang-barang yang dia inginkan sudah lengkap,Claudia segera kekasir untuk membayar belanjaan nya dan segera pulang menaiki Taxi dan memanggil teman-teman nya untuk datang.
Saat itu Kevin begitu cemas dengan ke adaan Claudia,dia sudah mengirim kan pesan untuk wanita itu agar semangat dan tidak sedih menghadapi sidang perceraian nya.
Kevin tau Claudia wanita yang kuat,tapi tetap saja dia merasa khawatir.dia hanya membolak balikan kertas di atas meja nya tanpa melihat isi nya.
Claudia benar-benar sudah merebut dunia nya.selagi dia kusut dengan pikiran nya tiba-tiba ayah nya Mr Ronald masuk ke dalam ruangan nya.
"Kevin,bagaimana dengan pekerjaan mu?"tanya pria paruh baya yang masih berkharisma itu.
Kevin mengangkat kepala nya dan melihat ayah nya yang berjalan dari pintu ke arah nya.
"Dad,kenapa kau datang kemari?"tanya nya
"Ya...aku suka bekerja disini,dan kurasa aku akan lama disini Dad."Jawab nya
Ronald melihat anak nya yang begitu semangat saat mengatakan itu,pria itu segera menarik kursi didepan meja Kevin dan duduk disana.
"Bagaimana sekretaris yang ayah tempat kan.apa dia bisa bekerja dengan baik?"
Kevin menatap tajam ayah nya,kenapa tiba-tiba bertanya tentang Claudia.
"Dady tidak perlu khawatir,kerja nya sangat bagus."jawab nya singkat.
"Bagus lah,Dady hanya khawatir jika kau tidak bisa menyesuaikan diri untuk bekerja disini.jika kau sudah merasa betah maka Dady tidak akan khawatir lagi."
"Apa Dady datang kesini hanya untuk ini?"tanya nya
Ronald menatap anak nya sejenak."Kau sangat jeli seperti biasa nya.aku kesini untuk memberitahukan pada mu jika Anabel akan datang beberapa bulan lagi."
Kevin terdiam dan menatap tajam ke ayah nya."Untuk apa Anabel datang kesini Dad?"tanya nya
Ronald menatap heran anak nya,apa dia lupa jika sudah punya calon tunangan.
"Tentu saja untuk membicarakan kelangsungan hubungan kalian,bukan kah dia itu calon tunangan mu?"tanya nya
Kevin menghembus kan nafas nya dengan berat dan menyandar kan tubuh nya dikursi,jujur saja dia tidak suka dengan Anabel.
"Aku tidak mau bertunangan dengan Anabel Dad!kau kan tahu aku tidak suka dengan nya."
"Dady tidak mau mendengar alasan mu,Anabel adalah perempuan yang dijodohkan oleh nenek mu.apa kau berani membantah?"tanya ayah nya
"Dady,aku tidak suka mengikuti perjodohan konyol yang di atur oleh nenek.lagi pula aku sudah punya orang yang aku sukai."kata nya
"Bagus,kau bisa membawa wanita itu saat Anabel datang kemari.tapi jika kau tidak bisa membawa nya maka kau tidak punya pilihan untuk menikah dengan Anabel."
Kevin tersenyum mendengar perkataan ayah nya."pegang ucapan Dady."katanya singkat.
Ronald melihat anak nya yang mulai sedikit berubah,padahal selama di inggris Kevin tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun bahkan keluarga nya sempat khawatir.Kevin hanya belajar berbisnis sana sini tanpa memperdulikan kehidupan pribadi nya.
Bahkan saat umur nya sudah hampir menginjak tiga puluh tahun pun belum pernah Kevin membawa seorang wanita pulang kerumah nya.Sebab itu lah nenek nya berinisiatif menjodohkan Kevin dengan Anabel supaya cucu nya itu mempunyai pendamping hidup.
Tapi melihat anaknya dan mendengar jika Kevin sudah punya wanita yang disukai membuat Ronald merasa lega,dia tahu Kevin tidak suka dengan Anabel.
Dia tidak menyangka hanya beberapa bulan Kevin berada disana sudah membuat pria itu jatuh cinta pada seorang wanita.
Sebenar nya dia ingin bertanya siapa wanita yang bisa mengambil hati anak nya dalam waktu singkat,tapi Ronald megurungkan niat nya.toh nanti Kevin akan membawa wanita itu menemui nya.
"Baiklah,Dady akan pegang ucapan Dady.tapi kau jangan lupa,jika kau tidak membawa wanita itu maka bersiap-siap lah untuk menikah dengan Anabel."
Kevin mengangguk dan menyunggingkan bibir nya.seperti nya dia harus mulai berusaha membuat Claudia menyukai nya dalam waktu singkat sebelum Anabel datang ke indonesia.