
Matahari sudah tenggelam Saat Claudia tiba dirumah nya,dia segera membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobil itu.
Kevin mengikuti Claudia yang sudah turun terlebih dahulu,dengan cepat dia berjalan dan menghampiri wanita itu dan memegang tangan nya sampai mereka tiba didepan pintu rumah nya.
"Masuk lah,diluar dingin"kata Kevin
"Terima kasih"kata Claudia sambil tersenyum manis.
Sebelum pergi,Kevin membelai wajah wanita itu dan mengecup bibir nya sekilas."I love you."bisik nya pelan.
Claudia tersenyum dan wajah nya memerah,dia sangat bahagia mendengar perkataan pria itu.tapi sebelum Claudia membalas perkataan Kevin sebuah kepalan tangan tiba-tiba melayang mengenai wajah pria itu dan membuat tubuh Kevin terhuyung kesamping.
Claudia berteriak dan segera mendekati Kevin dengan cepat,dia juga tidak melihat orang yang sudah berani meninju wajah orang sembarangan.
"Kau baik-baik saja?"tanya nya dengan panik.Claudia segera mengambil tisu dari dalam tas nya untuk mengelap darah yang keluar dari bibir Kevin
"Berani nya kau mencium nya!!!"kata Briant dengan emosi tinggi
Claudia segera menghentikan tangan nya,dia sangat familiar dengan suara ini.tidak mungkin kan?tanya nya dalam hati
Dengan takut-takut dia membalik kan badan nya untuk menghadap ke arah pria yang sudah melayangakan tinju nya ke wajah Kevin.
Mata nya melotot melihat pria itu dan berkata."Mas Briant,ngapain kau di sini?dan dari mana kau tahu rumah ku?"tanya nya dengan tidak percaya
"Aku datang diwaktu yang tepat,tidak sia-sia aku menunggu mu.berani-berani nya pria ini menyentuh mu!"kata Briant lagi
Kevin membuang darah dari mulut nya dan menatap tajam pria itu.
"Lagi-lagi sang mantan yang tidak tahu diri."kata nya dengan sinis
"Diam kau"teriak Briant
"Ini tidak ada hubungan nya dengan mu."teriak Briant lagi
"Cih...siapa bilang tidak ada hubungan nya,sekarang Claudia pacar ku.semua yang berurusan dengan nya pasti jadi urusan ku juga."balas Kevin
Mata Briant melotot mendengar kata "pacar" dan menatap tajam ke arah Kevin,api permusuhan terpancar dari mata nya.
Briant segera mengepal kan tangan nya menahan amarah yang akan meledak,"tidak mungkin Claudia berpacaran dengan pria asing itu"pikirnya.
"Kau pria asing kurang ajar,ini kah rencana mu?dari awal kau berniat menghancur kan hubungan ku dengan nya supaya kau bisa mendekati nya?"tanya Briant dengan kesal nya.terjawab sudah kenapa Kevin selalu berada disisi Claudia dan membantu wanita itu untuk lepas dari nya.
Kevin menyilangkan kedua tangan nya didepan dada dan tersenyum dengan sinis.
"Yang menghancurkan hubungan kalian bukan aku,tapi kamu sendiri tuan Briant."jawab nya dengan menekan perkataan nya
Briant menggeram marah,mata nya terus memancar kan amarah yang siap membakar apa saja.
"Diam kau!"teriak nya marah
"Setidak nya aku menghargai wanita,dan kau...?Tanya Kevin sambil tersenyum mengejek.
Briant begitu kesal dan marah dihina seperti itu,dengan cepat dia kembali melayang kan tinju nya ke wajah Kevin tapi dengan cepat pula Kevin langsung menghindari tinju nya.
Kevin sudah siap dengan tinju nya,tanpa menunggu dia juga melayang kan kepalan tangan nya ke wajah Briant.tapi sebelum tinju nya mengenai wajah pria itu,Claudia berteriak menghentikan gerakan nya
"Stop!"teriak Claudia.dia sudah tidak tahan lagi melihat kedua orang itu
Merasa mendapat kesempatan bagus,Briant segera melayang kan tinju nya dan mengenai tepat diwajah Kevin untuk kedua kali nya.
Briant tersenyum puas sedang kan Kevin menggeram menahan amarah.
"Kenapa kau menghentikan aku?"bentak Kevin
Claudia begitu panik dan menyeka kembali darah yang keluar dari bibir Kevin."maaf,bukan begitu.aku hanya tidak ingin kalian berkelahi karena aku"katanya
Kevin menangkap tangan Claudia dan menatap dengan tajam wanita itu"apa karena dia mantan suami mu?"tanya nya dengan kesal.dia benar-benar sudah tersulut emosi.
"Tidak,bukan begitu."elak Claudia.
"Lalu kenapa kau menghentikan ku?apa kau takut aku melukai wajah nya?"tanya nya lagi
"Kevin,bukan seperti itu.dengar kan aku.."jawab Claudia
Tapi Kevin segera melepas kan tangan nya dan melangkah menjauhi nya.
Dia segera melangkah menuju mobil nya meninggal kan Briant dan Claudia,Kevin benar-benar marah dan kesal karena Claudia sudah menahan nya.
Claudia segera berlari menghampiri Kevin yang sudah berada didalam mobil nya.
"Kevin,dengar kan aku.kamu hanya salah paham."kata nya
Tapi pria itu tidak perduli,dia segera menyalakan mobilnya dan berlalu pergi.Claudia menatap kepergian Kevin dengan perasaan bersalah.
Dia sama sekali tidak berniat membela Briant,dia menghentikan kevin supaya tidak terjadi keributan didepan rumah nya.Claudia hanya tidak ingin mereka bertengkar dan menimbulkan masalah disana.
Bagaimana pun disitu pemukiman warga dan dia takut para tetangga mendengar keributan kedua pria itu hanya gara-gara dirinya.
Tanpa dia sadari air mata nya menetes dikedua mata nya saat mobil Kevin sudah tidak terlihat lagi.
Dia segera berbalik dan melewati Briant untuk masuk kedalam rumah nya,tapi Briant tidak melepaskan Claudi begitu saja.
Briant segera menangkap tangan Claudia sehingga wanita itu menghentikan langkah nya.
"Tunggu sayang,aku ingin berbicara pada mu."kata pria itu
Claudia menghapus air mata nya dan menarik nafas nya dengan berat,dia benar-benar pusing menghadapi pria itu lagi.
"Lepas."kata nya sambil menepis tangan nya
"Jangan panggil aku 'sayang' kita tidak ada hubungan lagi.dan tolong segera pergi dari sini."kata nya
"Tidak!katakan pada ku,kamu tidak benar-bener berpacaran dengan pria itu bukan?"tanya Briant
Claudia tersenyum dengan sinis."apa urusan mu?"tanya nya
"Tentu saja ada,aku ingin kita kembali seperti dulu."kata Briant dengan cepat.
Claudia memijat pelipis nya sejenak,sungguh pusing menghadapi pria plin plan ini.
"Dengar ya mas.benar aku berpacaran dengan nya,lalu kenapa?kenapa kau harus marah dan memukul nya?"
"Dan lagi,aku tidak akan pernah mau kembali lagi pada mu."kata nya lagi
"Aku memukul nya karena aku cemburu dan marah dia sudah berani mencium mu."jawab Briant
Claudia kembali tersenyum dengan sinis dan menatap tajam kearah pria itu.
"Oh...bagai mana rasa nya mas?sakit kan?kesal kan melihat orang yang kau cintai bermesraan dengan orang lain?"tanya nya
"Itu juga yang aku rasakan saat kau bermesraan dengan Adelia didalam kamar kita."kata nya lagi
Briant hanya mampu terdiam,dia memang sudah sangat bersalah.waktu itu dia membiar kan Adelia menggoda nya dan sekarang dia tahu bagaimana sakit hati nya Claudia melihat perbuatan nya.
"Aku tahu kamu sangat marah,tapi percayalah pada ku.aku tidak akan mengulangi nya,aku akan mencerai kan Adelia dan kembali lah pada ku.ibu sudah menunggu kita."kata Briant
Dia kembali ingin memegang tangan Claudia tapi wanita itu dengan cepat menghindari nya.
"Kau pikir aku ini sampah?sudah kau buang lalu bisa kau pungut lagi se enaknya.kau benar-benar egois mas."
"Bukan..bukan seperti itu."kata Briant dengan cepat.
"Pergi lah mas,aku lelah.jangan meminta ku untuk kembali karena sudah tidak ada tempat untuk mu dihati ku."katanya
Claudia segera mengambil kunci rumah nya yang berada didalam tas dan membuka pintu rumah nya.saat pintu telah terbuka dia segera masuk kedalam tanpa menoleh melihat Briant lagi
"Aku tidak akan menyerah"teriak Briant yang terdengar oleh nya.
Tanpa menunggu lagi Claudia segera menutup pintu itu rapat-rapat dan mengunci nya dari dalam.
Tubuh nya langsung merosot kelantai dan air mata nya tumpah tidak terbendung lagi.dia bukan menangisi Briant atau hubungan nya dengan pria itu.
Tapi dia menangis karena Kevin marah dan salah paham pada nya,Claudia memeluk kedua lututnya dan menangis disana.
#Briant nya kayak gini kira-kira,gimana?sesuai ngak dengan karakter nya?
Sekali lagi,foto boleh ambil di google dan autor ngak tau ini siapa.maklum kan lah ya,autor gak pernah nonton drama.😅😅#