I'm Not Barren

I'm Not Barren
Ditoko perhiasan



Beberapa hari kemudian,hari itu adalah hari ulang tahun Claudia.semenjak kejadian diruangan Kevin,pria itu sudah beberapa hari ini tidak terlihat.


Sebagai ganti nya Mr Ronald setiap hari datang kekantor menggantikan anak nya.


Claudia tidak mengerti,Kevin tidak memberinya kabar dan dia tidak bisa menghubungi pria itu.


Claudia sudah beberapa kali mencoba menghubungi Kevin sampai dia merasa putus asa.


Dia juga memberani kan diri nya untuk datang ke apartemen pria itu tapi Kevin juga tidak ada,pria itu bagaikan hilang ditelan bumi.


Dia juga tidak berani bertanya kepada Mr Ronald mengenai keberadaan pria itu,entah kenapa sejak pria itu tidak ada Cludia merasa sangat merindukan nya.


Padahal dia berniat menanyakan kehidupan Kevin untuk mengenal pria itu lebih jauh.tapi lagi-lagi,pria itu entah kemana.


Saat ini Claudia sedang berkutat didapur nya,dia hendak membuat mie ulang tahun untuk diri nya sendiri.


Kedua teman nya tidak bisa datang kerumah nya karena ada urusan dan meminta maaf pada nya,tentu saja dia tidak keberatan karena mereka mempunyai kehidupan masing-masing.


Dulu Briant selalu mengajak nya pergi jalan-jalan dan memberikan nya beberapa hadiah,Tapi yang telah terjadi tidak bisa kembali lagi dan Claudia tidak begitu suka tenggelam dalam kenangan masa lalu.


Wanita itu tersenyum puas saat mencicipi makanan nya,setiap ada waktu pasti dia gunakan untuk belajar memasak.


Sekarang hal itu menjadi hobi baru nya,tidak saja sehat tapi juga dapat menghemat pengeluaran nya.


Claudia meletakkan makanan nya di atas piring dan segera berjalan ke arah sofa yang berada diruang tamu,sambil menonton televisi yang ada disana wanita itu memakan mie nya pelan-pelan.


Tanpa dia sadari air mata nya menetes pelan,rasa rindu yang teramat sangat menyeruak kedalam hati nya.


Mie yang semula enak menjadi hambar dimulut nya dam segera diletakkan nya mie itu diatas meja dengan kasar.


Ini hari ulang tahun nya tapi tidak ada satu pun yang datang,bahkan pria yang dia cintai pun tidak ada,entah pergi kemana pria itu tanpa kabar sedikit pun.


Claudia mengusap air mata nya kasar,dia segera berjalan kedalam kamar nya dan segera keluar lagi sambil memainkan ponsel nya.


Wanita itu mengirim beberapa pesan untuk kakak nya yang berada di inggris,sudah lama dia tidak bertemu dan rasa nya dia sangat rindu.


Setelah mendapat balasan dari kakak nya,Claudia meletakkan ponsel nya diatas meja dan kembali menatap televisi yang sedari tadi menyala.


Tidak berapa lama terdengar ketukan dari arah pintu rumah nya,Claudia segera bangkit berdiri.saat itu dia berpikir Kevin datang untuk menemui nya.


Dengan cepat dia berjalan kearah pintu dan dengan cepat pula dia membuka pintu itu.


Tapi dia sangat kecewa saat melihat pria yang berdiri didepan pintu sambil membawa kan seikat bunga untuk nya.


"Selamat ulang tahun."kata Briant sambil menyodor kan bunga itu untuk nya.


"Terima kasih."jawab nya dengan malas.tangannya segera menerima bunga yang diberikan pria itu.


"Boleh aku masuk?"tanya Briant lagi


Claudia mengangguk kan kepalanya"Ya..silahkan."kata nya mempersilahkan pria itu untuk masuk kedalam rumah nya.


Briant tersenyum senang,pria itu segera masuk kedalam.Claudia menutup pintu dan segera mengikuti pria itu,bisa dia tebak kenapa pria itu datang ketempat nya.


"Tolong jangan lama-lama."kata nya


"Aku tidak akan lama,aku ingin mengajak mu pergi kesuatu tempat."katanya


"Pergi lah,aku sedang malas kemana-mana."katanya


"Apa kekasih mu itu tidak datang?"tanya Briant


Claudia hanya terdiam dan membelai bunga yang sedang dipegang nya.


"Apa dia tidak tahu ini hari ulang tahun mu?"tanya pris itu lagi.


Claudia menggeleng pelan dan melemparkan bunga yang sedari dipegang nya itu keatas meja.


"Bukan urusan mu."kata nya dengan ketus dan duduk diatas sofa.


"Lihat,bahkan dia tidak tahu hari ulang tahun mu.pria itu bahkan tidak tahu hal sekecil ini.aku berani taruhan dia tidak tahu apa-apa tentang mu."kata Briant lagi


"Stop mas,jangan sembarangan menilai nya,kau juga tidak tahu apa-apa tentang nya."kata Claudia kesal


Claudia memijit pelipis nya sejenak dan menarik nafas nya dalam-dalam.


"Kalau kau ingin berdebat dengan ku sebaik nya kau pergi saja."usir nya


"Aku sedang tidak ingin berdebat."katanya lagi


Briant tersenyum dan segera duduk disebelah wanita itu.


"Kan sudah ku bilang,aku ingin mengajak mu kesuatu tempat dan tolong kali ini jangan menolak ku "kata nya.


Claudia menatap pria itu sejenak,memang dia sedang bosan dirumah.tapi entah kemana pria itu akan mengajak nya pergi?


"Kemana?"tanya nya


"Bisa kau ikut saja tanpa bertanya?"


"Hanya sebentar dan aku berjanji setelah itu aku akan mengantar mu pulang."kata pria itu lagi


Claudia menarik nafas nya sejenak dan berkata."Ya sudah,tunggu disini."


Briant mengangguk cepet,sebenar nya dia ingin membelikan hadiah untuk wanita itu.tapi dia tidak akan mengatakan nya karena sudah dipastikan Claudia akan menolaknya.


Tidak berapa lama wanita itu sudah mengganti pakaian nya dan keluar dari kamar nya,Briant selalu kagum dengan penampilan mantan istri nya itu.


Mata nya tidak berkedip memperhatikan wanita yang sedang melangkah menghampiri nya.


"Mas...mas...."panggil Claudia.


Pria itu langsung tersadar dari lamunan nya,dengan cepat dia mengusap wajah nya dan segera bangkit berdiri.


"Sudah siap?"tanya nya basa basi


Claudia mengangguk pelan,mereka segera keluar dari rumah itu untuk menuju kesebuah mall ditengah kota.


Selama didalam mobil tak henti-henti nya Briant melirik ke arah Claudia yang sedang melamun,entah apa yang sedang dipikirkan wanita itu.


Seandainya dia bisa memiliki Claudia lagi maka akan dia berikan semua yang wanita itu mau.


Claudia menatap heran ke arah Briant saat mereka masuk kesebuah toko perhiasan,dia tidak tahu apa yang mau pria itu lakukan.


"Briant..mau apa kesini?"tanya nya


Briant segera menarik tangan nya dan memaksa nya masuk kedalam toko itu.


"Pilih lah yang kau suka."kata Briant saat pegawai toko itu mengeluarkan beberapa cincin dan kalung berlian yang berada didalam etalase toko itu.


"Tidak..aku tidak mau."tolak nya


"Jangan menolak,anggap ini hadiah kecil dari ku."kata pria itu


"Briant,aku tidak butuh ini."tolak nya lagi


"Aku tahu..tapi Terimalah pemberian ku,sebagai sahabat."kata pria itu dengan berat hati.dia mengatakan itu supaya Claudia mau menerima pemberian nya.


Claudia memandangi Briant sejenak,dia tidak tahu apa yang dipikir kan pria itu.tapi dia juga tidak bisa menolak dan mempermalukan Briant didepan umum.


Claudia mengangguk pelan,kemudian dia mulai sibuk melihat-lihat cincin yang ada dibarisan dalam etalase.


Dia berusaha mencari yang sekecil mungkin agar harga nya tidak terlalu mahal.


Toko perhiasan itu sangat besar,ada beberapa pengunjung yang juga melihat-lihat disana.


Claudia berjalan ke etalase lain untuk mendapat kan yang dia ingin kan,saat dia melihat sebuah cincin yang sangat bagus menurut nya,dia segera meminta pegawai toko itu untuk mengambil nya.


Saat pegawai toko itu mengeluarkan benda itu dan baru saja Claudia hendak mengambil nya tiba-tiba sebuah tangan langsung meraih benda itu.


"Ini...ini sangat cocok."kata seorang wanita yang sedari tadi berada disamping nya,Wanita itu segera berlari kecil membawa cincin itu untuk menunjukan benda itu pada seseorang.


Claudia segera memutar badan nya ingin melihat wanita yang merebut benda itu,tapi tiba-tiba nafas nya tercekat saat melihat pria yang sedang berbicara dengan wanita itu.