
Pagi hari,seperti biasa.Adam selalu sarapan dirumahnya sebelum berangkat kekantor.
Pria itu sudah terbiasa hidup sendiri dan makan sendiri.
Selagi Adam sibuk dengan makanan diatas piringnya,pelayan pribadinya menghampirinya dan mengatakan sesuatu padanya.
"Bos,di luar ada tamu."katanya
"Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini?"tanya nya
"Entahlah,wanita ini bilang dia calon istri anda."jawab pelayan pribadinya
Mata Adam terbelalak kaget,tidak mungkin kan?
Pria itu segera bangkit berdiri,sudah bisa dia tebak itu siapa.selera makannya pun langsung hilang,dengan amarah tertahan Adam berjalan keluar dengan cepat untuk menemui wanita yang selalu menghancurkan harinya.
Saat sudah berada diluar benar saja dugaannya,Luna sedang berdiri didepan pintu rumahnya dan tersenyum manis padanya.
Adam melotot tidak percaya.
"Apa kau penguntit?"teriaknya marah
"Maaf mengganggu hari mu,bolehkah aku menumpang dirumah mu?"tanya Luna malu-malu.
Adam melihat Luna dengan perasaan kesal,wanita itu membawa sebuah koper bersamanya.
"Tidak!apa kau pikir rumahku ini hotel?"tanya Adam dengan sinis
"Ayolah,aku tidak punya kenalan disini dan uangku juga sudah habis untuk membayar kamar hotel."pinta Luna sambil memelas.
"Kenapa kau tidak kembali kerumah mu?"
"Maaf,aku tidak bisa!tapi jika kau mau menikah dengan ku maka aku akan kembali kerumahku bersama mu."
"Dasar,perempuan gila!"maki Adam.
"Jangan biarkan perempuan gila ini masuk kedalam,seret dia pergi!"perintah Adam kepada anak buahnya.
Adam masuk kembali kedalam rumahnya dan membanting pintu rumahnya dengan kencang.
Luna menatapi kepergian pria itu dengan perasaan sedih,pengawal Adam yang berada didepan pintu hendak memegang tangan Luna untuk membawanya keluar tapi Luna langsung menghindar.
Wanita itu menarik kopernya dan berjalan keluar pagar,dia hanya berdiri disisi pagar sambil menatap rumah besar didepannya itu.
Dia tahu tindakan nya ini salah,dan pasti Adam akan sangat marah dan membencinya.
Tapi selama ada waktu Luna akan berusaha,berusaha mendapatkan hati Adam sampai waktu itu tiba.
Dia tidak akan menyerah,walaupun Adam membencinya saat ini tapi dia yakin,seiring berjalannya waktu Adam akan menerimanya.
Menerima cintanya dan membawanya pergi sehingga dia tidak perlu menikah dengan pria yang tidak dicintainya.
Luna menarik nafasnya,uangnya memang sudah habis karena biaya hidup disana sangatlah mahal.
Dia pergi dari rumah tanpa diberikan sepeserpun oleh orang tuanya,orang tuanya yakin saat Luna sudah kehabisan uang maka dia akan segera kembali ke korea dan menikah dengan putra pak Han.
Tidak berapa lama sebuah mobil keluar dari rumah itu,Luna melihat mobil itu dan tampak Adam berada didalam tanpa melihatnya sama sekali.
Adam pasti menganggap dirinya gila,tapi dia tidak perduli karena dia memang tergila-gila padanya.
Luna hanya bisa menunggu disana,panasnya sinar matahari mulai menyengati kulitnya.tapi dia tidak tahu harus kemana,alamat itupun dia dapatkan diam-diam.
Dia hanya bisa berjongkok didepan rumah Adam,menutupi wajahnya agar terhalang sinar matahari yang semakin panas.
Tanpa dia sadari seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi menghampirinya.
Luna mengangkat kepalanya dan melihat seorang wanita yang tersenyum manis padanya.
"Ah,tidak apa-apa.aku hanya menunggu seseorang."jawab Luna
"Apa kau sedang menunggu kakak ku?"tanya nya
"Kakak?apa maksudnya Adam?"tanya nya dalam hati.
Luna menganggukkan kepalanya,memang dia sedang menunggu Adam disana.
Claudia segera mengajak Luna masuk kedalam rumah kakaknya,dia sangat iba melihat wanita itu panas-panasan diluar sana.
Para penjaga yang melihat Luna langsung menghalangi mereka.
"Maaf bu,perempuan ini dilarang masuk oleh bos!"katanya
"Kenapa?"tanya Claudia heran
"Tidak tahu bu!kami hanya menjalankan perintah."
"Dia teman ku,jika kakak marah maka aku yang akan bertanggung jawab."kata Claudia.
Para penjaga itu saling pandang,dengan terpaksa mereka membiarkan Luna lewat.
Luna mengikuti wanita itu dalam diam,dia tidak pernah tahu jika Adam memiliki seorang adik perempuan karena informasi yang dia baca di internet tidak pernah mengatakan hal itu.
"Katakan,apa kau teman kakak ku?"tanya Claudia.
"Hmm...bukan"jawab Luna
"Lalu,apa kau kekasihnya?"
Luna menggeleng.
Claudia tersenyum,entah kenapa wanita itu bisa berada diluar sana.
"Siapa nama mu?"tanya nya lagi
"Aku Luna Kim."
"Baiklah Luna,kenapa kau menunggu kakak ku diluar sana?"
"Apa kakak tidak menginjinkan mu masuk?"tanya Claudia lagi
"Tidak,aku yang ingin menunggunya diluar!"jawab Luna
"Baiklah,kau bisa menunggunya disini.diluar sana sangat panas dan duduklah dimanapun kau suka!"
Luna mnegangguk,wanita cantik didepannya itu terlihat sangat baik.
Claudia menimang-nimang bayinya dan membawanya kekamar atas,meninggalkan Luna yang menatap kepergiannya.
Luna mengedarkan pandangannya melihat rumah besar itu,rumah itu terasa suram dan dingin seperti pemiliknya.
Adam yang mendapat laporan dari anak buahnya langsung kembali kerumahnya.
Dia pikir Luna sudah pergi tapi perempuan itu malah masih ada disana,dan yang membuatnya jengkel Luna malah bertemu dengan adiknya.
Sudah bisa dia tebak apa yang dilakukan oleh adiknya.Claudia pasti akan membawa Luna masuk kedalam rumahnya karena iba.
Adam menarik nafasnya dengan berat,kenapa dia bisa bertemu dengan wanita gila seperti Luna?