
"Apa yang sedang kalian lakukan?"tanya Mr Ronald yang tiba-tiba muncul diambang pintu sambil melotot ke arah mereka.
Claudia begitu kaget melihat bos besarnya yang tiba-tiba datang,dia begitu takut Mr Ronald melihat perbuatan mereka.
Dengan cepat wanita itu memutar otak nya dan meraih paper bag yang berisi makanan di atas lantai.
"Maaf pak,saya menjatuhkan pesanan anda."kata nya pura-pura sambil menyodorkan makanan benda itu kepada Kevin.
Pria itu menatap nya dengan bingung dan mengambil paper bag yang di berikan oleh Claudia.
"Sedang apa kalian?"tanya Mr Ronald lagi dengan penuh curiga.
"Dad,kami...."kata Kevin.ucapan nya terhenti karena Claudia segera memotong pembicaraan nya.
"Mr...kami tidak melakukan apa-apa.Aku cuma mengantar kan makanan yang dipesan pak Kevin dan aku begitu ceroboh menjatuh kan nya diatas lantai."bohong nya lagi
Kevin melotot pada nya,kenapa harus berbohong.bukan kah ini kesempatan baik untuk mengatakan hubungan mereka kepada ayah nya.
Mr Ronald masih menatap tajam pada kedua orang itu,tapi kemudian pria itu berkata.
"Apa benar itu Kevin?"tanya nya
Claudia langsung melotot pada Kevin agar mengiyakan perkataan nya.
"Benar Dad,aku hanya meminta Claudia mengambil pesanan ku."kata nya
Sebenar nya didalam hati pria itu merutuki kebodohan nya karena ikut-ikutan berbohong.tapi entah kenapa dia merasa Claudia tidak ingin ayah nya mengetahui hubungan mereka.
"Oh...begitu.ya sudah,kamu boleh keluar."kata pria itu
Claudia segera undur diri,dia tidak perduli tatapan tajam Kevin pada nya.dia sangat bersyukur jika Mr Ronald tidak melihat perbuatan mereka.
Tapi saat diri nya hendak melewati Mr Ronald,pria itu berkata sangat pelan tapi dapat di dengar dengan jalas oleh nya.
"Claudia,ingat perkataan ku."katanya
Claudia mengangguk kecil dan segera keluar dari ruangan itu,didalam hati nya penuh dengan tanda tanya.
Mr Ronal melihat perbuatan mereka atau tidak?
Setelah kepergian Claudia,Ronald segera menghampiri anak nya.tadi sekilas dia melihat Claudia mendorong tubuh Kevin,tapi dia tidak tahu apa yang dilakukan kedua orang itu.
Dia merasa curiga dengan sikap kedua orang itu tapi Kevin mengiyakan perkataan Claudia sehingga dia menyimpan kecurigaan nya.
"Kevin..apa yang kamu pegang?"tanya nya
"Oh...ini.."Kata Kevin.dia juga tidak tahu apa yang ada didalam paper bag itu
"Makanan."jawab nya singkat karena dia ingat bahwa Claudia mengatakan itu adalah makanan yang diberikan oleh mantan ibu mertua nya.
"Apa kamu belum makan siang?"tanya ayah nya
"Ya sudah,ayo kita makan bersama."ajak ayah nya
Kevin menatap ayah nya yang telah berjalan ke arah sofa,dengan berat hati akhir nya dia mengikuti ayah nya itu dan meletak kan paper bag yang sedari tadi dipegangnya di atas meja.
Tangan Ronald dengan cepat meraih paper bag itu dan membuka isi nya,walaupun sempat terjatuh tadi tapi beruntung isi nya tidak tumpah dan berantakan.
"Wah..dimana kamu mendapat kan makanan ini.seperti nya enak."ujar ayah nya
Kevin tersenyum kecut mendengar pertanyaan ayah nya.
"Aku tidak tahu,Claudia yang beli."kata nya sedikit berbohong
Tidak mungkin kan dia mengatakan bahwa itu makanan dari mantan ibu mertua Claudia.bisa-bisa ayah nya tambah curiga dan mengetahui kebohongan nya.
Dia tidak ingin itu terjadi sampai dia tahu kenapa Claudia tadi berbohong dan menghentikan ucapannya saat dia mau mengatakan hubungan nya dengan wanita itu.
"Wah..kamu harus bertanya padanya dimana dia membeli ini"kata ayahnya lagi.pria itu begitu lahap memakan makanan itu dan Kevin tidak tahu harus senang atau marah.
"Apa kamu tidak mau mencoba nya?"tanya ayahnya sambil menyodorkan makanan itu di depan wajahnya.
"No Dad.aku belum lapar."kata nya bohong.
"Ya sudah,akan aku habis kan."kata ayah nya
Kevin kembali tersenyum kecut,padahal makanan itu mau di buang nya tadi.dengan kemunculan ayah nya yang tiba-tiba malah membuat pria itu yang memakan nya.
"Yah....sudah lah.sayang juga kalau dibuang."pikir nya
Sedang kan Claudia berjalan mondar mandir didalam ruangan nya,wanita itu mulai menerka-nerka dalam hati nya dengan bimbang.
Apa Mr Ronald melihat perbuatan mereka?
Tapi jika Mr Ronald melihat mereka berciuman pasti pria itu sangat murka,tapi jika Mr Ronald tidak melihat nya kenapa pria itu meminta nya untuk mengingat perkataan nya dulu.
Claudia mengacak-acak rambut nya,entah kenapa malah dia harus pusing sendiri.
Kenapa dia malah seperti orang yang kedapatan sedang berselingkuh?padahal kan mereka sedang tidak terikat hubungan dengan siapa pun.
Claudia menghentikan langkah nya sejenak dan mulai menyadari sesuatu.
Selama ini kan dia tidak pernah tahu kehidupan Kevin?
Dia juga tidak pernah tahu dan bertanya apa pria itu punya pacar?
Bagaimana jika Kevin sudah punya pacar atau seorang tunangan?
Mengingat pria seperti itu biasa nya sudah punya kekasih atau tunangan.
Claudia menggelengkan kepala nya pelan."Tidak mungkin!jika Kevin sudah punya pacar atau tunangan,tidak mungkin pria itu mau mendekati ku dengan serius."sangkal nya dalam hati.