
"Bagaimana?"
Claudia keluar dari ruang ganti dan memamerkan gaun pengantin yang sedang dipakainya.
Saat itu dia dan Kevin sedang berada di sebuah butik untuk membeli gaun pengantin untuknya.
Gaun pengantin tanpa lengan yang sedang dicobanya tampak begitu indah,dengan ditaburi berbagai manik-manik membuat gaun itu tampak berkerlap kelip terkena cahaya lampu.
Kevin tersenyum dan mendekatinya,pria itu melingkarkan tangannya dipinggang wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"Ganti,aku ngak suka."ujarnya
"Kenapa?"
Claudia mulai kesal.
Itu bukan pertama kalinya pria itu memintanya mengganti gaun yang dia coba,sudah tiga kali dan itu adalah yang ke empat kalinya.
Jika di tanya pasti alasannya tidak suka.
Jari Kevin menyentuh dada Claudia yang tampak menyembul karena gaun itu.
"Ini,aku tidak mau orang melihatnya."kata pria itu.
Claudia tampak malu,memang gaun itu membuat dadanya tampak penuh.
"Tapi ini sudah yang ke empat,aku sudah lelah."
"Oke aku terima alasan yang ini,tapi yang tiga tadi?"tanyanya kesal.
"Yang tiga tadi aku juga tidak suka."
"Yang dua itu terlalu menperlihat kan punggung mu,dan yang satu itu jelek."
"Apa lagi yang ini?cepat ganti"perintahnya
Claudia menghela nafasnya.
"Kenapa aku mau dengan pria gila ini?"pikirnya kesal.
"Aku lelah,apa besok kita cari lagi?"tanyanya
"Kau tunggu disini,aku akan carikan untuk mu"
Kevin menarik tangannya dan membawanya duduk diatas sofa yang ada dibutik itu.
Pria itu segera berlalu dari hadapannya dan berbicara dengan manajer toko itu.
Claudia melihat pria itu dan memijat-mijat bahunya karena gaun yang sedang dipakainya terasa berat.
Kali ini dia akan menarima gaun yang dipilihkan Kevin mau seperti apa pun model nya,dia sudah tidak kuat lagi dan lelah.
Tidak berapa lama Kevin kembali membawa sebuah gaun untuknya.
"Nih,aku sangat yakin ini cocok untuk mu"
Kevin memberikan gaun itu padanya.
Claudia mengambil gaun itu dan segera menuju ruang ganti,disana sudah menunggu pegawai toko yang akan membantunya.
Claudia terpana saat telah mamakainya,gaun berbahan brocade dan berlengan pendek itu sangat sesuai dengannya.
Ditambah sulaman-sulaman bunga emas yang terdapat digaun membuat gaun itu tampak begitu elegan.
Claudia menyingkapkan tirai dan segera keluar untuk memperlihatkan gaun itu pada Kevin.
"Hmm..bagaimana sekarang?"
Kevin melihat kearahnya dengan seksama,pria itu bangkit berdiri dan kembali menghampirinya.
"Lihat,pilihan ku tidak salah,dari pada yang tadi,kau lebih cantik menggunakan gaun ini."puji nya
Claudia tersenyum.
"Kalau begitu ambil yang ini saja."
Claudia segera masuk keruang ganti untuk mengganti pakaian nya.
"Aku sudah lelah pengen pulang."pinta Claudia.
Kevin memberikan gaun itu pada manajer toko yang sedari tadi menunggu mereka.
"Pulang kerumah ya sayang."ajak
"Kerumah mu?"tanya nya heran
"Kenapa?"
"Kau kan sebentar lagi jadi istri ku,jadi kau harus melihat rumah kita bukan?"
Setelah membayar gaun yang mereka pilih Kevin segera menggandeng tangan Claudia untuk keluar dari butik itu.
Claudia hanya tersenyum dan membalas gandengan tangan Kevin dengan mesra.
"Apa kau tinggal dengan kedua orang tua mu?"tanya nya dengan ragu-ragu.
"Kenapa?"
Kevin memandang nya dengan heran.
Dia takut jika nanti mereka tinggal bersama maka kejadian masa lalu akan terulang lagi.
"Bodoh,ibu ku tidak seperti yang kau pikir kan.jangan mengira setiap orang itu sama."ujar Kevin
"Maaf."bisik nya
"Tidak apa-apa,aku mengerti kekawatiran mu."
"Tenang saja,aku tinggal sendiri dan tidak lama lagi,kau yang akan menemani ku."
Claudia semakin mengencangkan pegangan tangan nya,dia sangat bersyukur bertemu dengan pria itu.
Jangan menyesali apa yang telah terjadi tapi teruslah melangkah untuk masa depan yang lebih baik.
Karena kehidupan itu tidak selalu sama,selagi kita masih bernafas maka kita harus melupakan masa lalu dan menyambut masa depan yang telah menunggu kita.
.
.
.
.
Tidak butuh waktu lama untuk sampai dirumah Kevin.
Kevin memarkirkan mobil nya dan segera membawa Claudia masuk kedalam rumah nya.
Pria itu membawa calon istri nya duduk diatas sofa dan meluruskan kaki nya disana
"Apa kaki mu pegal?"tanya nya
Claudia mengangguk,memang kaki nya sangat pegal sedari tadi.
Kevin memijit-mijit kakinya dengan pelan.
"Maaf,seharus nya aku tidak memaksa mu hari ini."
Claudia tersenyum,tangan nya mengusap wajah pria itu dengan lembut.
"Terima kasih telah memilih ku."
Kevin memegang tangannya dan menciumi punggung tangannya dengan lembut.
"Aku yang harusnya berterima kasih karena kamu mau dengan ku."katanya
"Kenapa aku?"tanya Claudia
Sudah lama dia ingin tahu kenapa Kevin mau dengan nya,padahal pria itu tahu dia sudah pernah menikah.
Bagi sebagian pria mungkin tidak mau dengan seseorang yang telah menikah.
Kevin melepaskan genggaman nya dan segera bangkit berdiri.
"Tunggu disini"
Pria itu berlalu dari hadapan nya untuk mengambil sesuatu.
Tidak berapa lama Kevin kembali lagi dengan sesuatu ditangan nya.
"Ini,sejak lama aku ingin mengembalikan nya pada mu tapi aku lupa."
Kevin menyodor kan benda itu dihadapan Claudia.
Claudia tercengang,itu adalah ponsel nya yang sudah hilang lama.dulu dia meninggalkan ponsel itu dicafe dekat kantor.
"Kenapa ada pada mu?"tanyanya heran
Claudia mengambil ponsel itu dari tangan Kevin.
Benda itu masih berfungsi bahkan baterai nya masih terisi penuh.
"Sebenar nya waktu itu aku melihat mu meninggalkan nya dimeja cafe."
"Apa kamu percaya jatuh cinta pada pandangan pertama?"tanya Kevin
Claudia menatap pria itu yang tampak serius.
"Waktu aku melihat mu dicafe,aku rasa saat itu lah aku mulai jatuh cinta padamu."
"Tapi aku sangat kecewa waktu tahu kamu sudah bersuami,ditambah kamu adalah sekretaris ku,aku harus mati-matian menahan hati ku."
"Apa kau tahu? saat aku melihat perlakuan sibrengsek itu,aku bertekad akan merebut mu,aku tidak perduli dengan status mu dan perkataan orang lain."
"Yang aku tahu,aku sangat mencintai mu dan ingin menjadikan mu milikku"kata Kevin panjang lebar.
Air mata Claudia mengalir dikedua matanya,dia tidak menyangka pria itu begitu mencintai nya.
"Terima kasih,terima kasih."kata nya sambil terisak.
"Bodoh"
Kevin mengusap air mata nya,pria itu mencium dahi nya dan membawa wanita itu kedalam pelukan nya.
Claudia memeluk tubuh pria itu dengan erat,dia yakin tidak akan salah lagi dalam memilih pasangan hidup dan dia sangat bahagia dicintai oleh Kevin.