I'm Not Barren

I'm Not Barren
Lelah



Claudia meringkuk diatas ranjang dan menutupi wajah nya dengan bantal,wanita itu menangis dengan pilu dengan apa yang baru saja di alami nya.


Padahal dia telah memohon agar Kevin tidak menodai nya tapi pria itu tidak mau mendengarkan nya.


Walaupun Claudia telah berusaha memberontak dan memaki pria itu dengan kasar tapi Kevin tidak bergeming.


Dia begitu kecewa dengan Kevin dan hati nya sangat sakit,kenapa Kevin malah melakukan perbuatan hina itu?


"Claudia,maaf kan aku."kata Kevin.pria itu segera menarik selimut untuk menutupi tubuh Claudia yang telanjang.


Tapi Claudia tidak bergeming dan tidak mengeluarkan sepatah katah pun,hanya terdengar isakan tangis yang keluar dari mulut nya.


Kevin menatap wanita itu dengan sejuta rasa bersalah dihatinya,kenapa dia malah melakukan hal sebodoh itu.


Ditarik tangan Claudia dan dipeluk tubuh wanita itu dengan erat,tapi Claudia tetap tidak bergeming,wanita itu bagaikan boneka didalam pelukan nya.


"Maaf...maaf ... maaf...."kata nya berkali-kali


Claudia tidak menjawab sama sekali,hati nya hancur karena Kevin berani menodai nya.rasa cinta nya pada pria itu berubah menjadi kekecewaan yang sangat besar.


"Sial..."maki Kevin dengan kencang


Walaupun Claudia berada dalam pelukan nya tapi Kevin tidak merasakan wanita itu lagi,dia benar-benar seperti memeluk sebuah manekin hidup.


"Maaf kan aku sayang,maaf kan aku."katanya lagi.kini pria itu mulai menangis menyesali perbuatan bodoh nya.


Claudia merasakan air mata pria itu yang menetas diatas bahu nya,seharus nya dia tidak mengatakan kata putus sehingga pria itu gelap mata.


"Pergi!!"katanya dengan lemah


"Tidak,sekarang aku akan menjelas kan semua nya pada mu."kata Kevin


Claudia menggeleng dan segera mendorong tubuh Kevin untuk menjauh dari nya.


"Pergi!!"kata nya lagi sambil membelakangi pria itu.


Kevin menarik nafas nya kecewa,percuma dia menjelaskan nya saat itu sedang kan Claudia tidak mau mendengar kan nya.


"Baik lah,aku akan pergi.tapi besok aku akan kembali dan saat itu aku ingin kau mendengar kan penjelasan ku."kata pria itu


Setelah berkata demikian,Kevin segera memakai pakaian nya kembali.sebenar nya dia tidak mau meninggalkan Claudia dalam keadaan seperti itu,tapi dia tidak punya pilihan lain.


Dengan berat hati pria itu keluar dari kamar itu meninggal kan Claudia yang masih berdiri disana tanpa melihat nya sedikit pun.


Setelah kepergian Kevin,Claudia segera berjalan dengan lemas menuju kamar mandi.


Dilihat nya dirinya dipantulan cermin,tampang nya benar-benar berantakan dan ditubuh nya tampak bercak-bercak merah bekas ciuman Kevin


Claudia segera berjalan kearah shower dan menyalakan nya dengan cepat,air dingin langsung mengguyur dan membasahi tubuh nya.


Wanita itu terus menyeka seluruh tubuh nya yang disentuh oleh Kevin,dia benar-benar jijik dengan keadaan nya sekarang.


Claudia terduduk dilantai kamar mandi yang dingin dan berteriak dengan kencang.


Air mata nya kembali menetes,Kevin telah berani melakukan hal hina itu dan sekarang dia merasa Kevin tidak ada bedanya dengan Briant.


Kedua pria itu telah menghianati nya dan menodai nya.beda nya saat itu dia tolong sehingga Briant tidak jadi menodai nya,tapi sekarang....


Claudia kembali menangis,apa mereka kira dia wanita murahan?


Wanita itu terus menangis dibawah guyuran air dingin dengan pilu,rasa nya dia ingin menjadi bongkahan es dan meleleh terkena guyuran air itu.


.


.


.


.


Ke esokkan hari nya,Claudia terbangun saat mendengar ketukan dipintu rumahnya,dia telah mengunci pintu rumah nya rapat-rapat agar tidak ada seorang yang bisa masuk lagi dengan seenak nya.


Claudia hanya meringkuk diatas ranjang sambil memeluk dirinya,dia enggan membuka pintu dan tidak mau bertemu dengan siapa pun hari ini.


Dia juga enggan bangun dari ranjang nya,tatapan nya kosong dan hati nya terasa hampa.


Tidak berapa lama suara ketukan diluar tidak terdengar lagi,dengan susah payah wanita itu bangkit dan duduk disisi ranjang.


Dilihat nya jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang sedangkan ponsel nya terus berbunyi diluar sana.


Claudia segera bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kamar nya,sebenar nya dia enggan tapi dia sangat haus dan lapar.


Semalam dia tidak makan apa-apa bahkan dia tidak minum air sedikit pun.dia terus menangis sepanjang malam dan yang dia rasakan hanya lah tetesan air mata nya yang terasa asin dimulutnya.


Ponsel yang berada didalam tas nya kembali berbunyi,Claudia segera mengambil benda itu dan melihat siapa yang menghubungi nya.


Claudia tidak menggubris panggilan itu saat dia melihat nama Kevin dilayar ponsel nya,bukan hanya sekali bahkan berpuluh-puluh kali pria itu menghibungi nya.


Ponsel nya hanya digenggam nya dan wanita itu segera berjalan menuju dapur.


Diteguk nya air yang baru diambil nya dan tatapan nya kembali kosong,Claudia kembali menangis mengingat kejadian semalam.


Dia kembali jijik dengan dirinya,tidak pernah terbayang oleh nya akan diperlakukan seperti itu.


Ponsel yang dipegangnya tak henti-henti nya berdering,dia sangat lelah,lelah dengan semua yang telah dia lewati.


Lelah karena dipermain kan,lelah dengan kehidupan nya saat ini.


Claudia melihat pisau dapur yang tertancap ditempat nya,dia segera berjalan kearah benda itu tanpa ragu-ragu.


Diletakkan nya ponsel nya didekat nya dan diraihnya pisau itu.Claudia menarik nafas nya dan memejamkan mata nya,kemudian wanita itu mulai menempelkan benda tajam itu ke tangan nya...