I'm Not Barren

I'm Not Barren
Orang tua Kevin



"Dad,aku ingin menikah."


Kata Kevin dengan tegas diponsel nya.


Pria itu sedang menghubungi ayah nya yang sedang berada di indonesia.


"Bagus,dengan siapa?"


Tanya Mr Ronald.


"Dad,you know who is she."


"What?jangan bilang dengan si janda itu."


Terdengar suara ayah nya yang tidak senang.


"Stop Dad,aku tidak perduli dia janda atau tidak yang penting aku mencintai nya."


"Kevin,kau jangan main-main dengan ku!"ancam Mr Ronald.


"Aku tidak main-main,aku sangat serius karena dia sedang mengandung anak ku."jawab nya


Mr Ronald diam sesaat kemudian di berkata lagi:


"Hamil anak mu?jangan-jangan kau hanya ditipu nya."


"Apa maksud dari ucapan dady?"


"Apa kau bodoh,aku dengar desas desus jika dia bercerai dari suami nya karena mandul."


"Lalu bagaimana dia bisa hamil anak mu?"tanya ayah nya lagi.


Kevin memijat pelipis nya sejenak,entah dari mana ayah nya mendengar gosip seperti itu.


"Aku tidak menyangka dady bisa termakan oleh gosip murahan itu."


"Dady jangan menilai orang hanya dari gosip dan dari luar nya saja." ujar nya.


"Aku tidak perduli,pokok nya aku tidak akan setuju."kata Mr Ronald dengan tegas.


"Terserah,Dady tidak setuju juga tidak apa-apa."


"Aku akan meminta momy pulang dan dady tidak perlu ikut."


Kevin sangat kesal dengan ayah nya dan segera mematikan ponsel nya.


"Ap....?"


MR Ronald menggeram marah karena sambungan telephone nya telah dimatikan oleh Kevin.


Itu adalah percakapan Kevin dengan ayah nya beberapa hari yang lalu.


Setelah menghubungi ayah nya pria itu langsung menghubungi ibu nya.


Ibu nya sangat senang mendengar anak nya akan menikah,ditambah lagi dia mendengar calon menantu nya sedang hamil,ibu nya langsung bersemangat untuk pulang ke inggris.


Hari ini,Kevin telah memberitahu Claudia jika dia akan datang kerumah kakak nya untuk melamar nya.


Mendapati pesan dari pria itu tentu saja membuat Claudia sangat senang,dia segera memberi tahu kakak nya untuk menyiap kan perjamuan untuk menyambut Kevin dan kedua orang tua nya.


"Dad,bukan nya kau bilang tidak setuju?"


"Kenapa kau ikut?kau bisa dirumah dan biar kan aku dan momy yang pergi."


Tanya Kevin pada ayah nya saat mereka sedang menuju kerumah kakak Claudia.


Mr Ronald membuang wajah nya kesamping tidak mau menjawab anak nya,pria itu seperti anak kecil yang tidak mendapat sebuah permen.


"Kevin sayang,Dady hanya bercanda pada mu.mana mungkin dia tidak setuju?"


"Benar kan..dady?"


Ibu Kevin bertanya pada suami nya dengan menekan kata-kata nya.


"Oh..eh..ya.dady hanya bercanda padamu."jawab ayah nya.


"Anak tengik!berani nya menghasut ibu nya.!"kata ayah nya dalam hati.


Kevin hanya terkekeh melihat kelakuan kedua orang tua nya.


Dia tahu ayah nya pasti akan datang karena pria itu tidak akan berani menolak perkataan istri nya.


Mariana ibu Kevin adalah perempuan yang lemah lembut,walaupun begitu dia sangat tegas.


Wanita itu tidak pernah memaksa anak nya dan selalu menyetujui keinginan Kevin asalkan itu adalah hal yang baik.


"Dad,aku ingin dady bersikap sopan saat bertemu dengan nya dan tidak berbicara yang macam-macam."


Kevin mencoba memperingati ayah nya.


"Anak kurang ajar,berani nya menasehati ayah mu."


Maki Mr Ronald.


"Da....dy...?"Mariana memanggil suami nya dengan kembali manekan perkataan nya.


Kevin tersenyum penuh kemenangan,selama ada ibu nya,ayah nya pasti tidak akan berani melakukan sesuatu pada Claudia nanti.


"Jika kau membuat orang dibelakang nya tersinggung maka aku tidak akan bisa menikahi nya."


"Dan kalian akan kehilangan cucu kalian dan tidak akan melihat nya untuk selama nya."kata pria itu lagi.


"Heh,memang siapa orang dibelakang nya?"


Tanya ayah nya penasaran.


"Nanti Dady juga akan tahu."


Kevin menghentikan mobil nya saat sudah tiba didepan rumah kakak Claudia.


Mereka segera turun dari dalam mobil itu dan berjalan bersama-sama menuju pintu rumah itu.


"Maaf tuan,ada perlu apa?"


Tanya seorang penjaga yang mencegat langkah mereka.


"Oh,aku sudah janji ingin menemui bos kalian."jawab Kevin


"Baik,tunggu sebenar."


Penjaga itu meninggal kan mereka dan masuk kedalam rumah itu untuk memanggil bos nya.


"Hei...anak tengik,kau tidak salah rumah?"


Bisik Mr Ronald.


Selama ini dia belum pernah menemui rumah seseorang yang dijaga ketat seperti itu.


"Tidak Dad,ini tempat tinggal Claudia."


Kevin memberi tahukan ayah nya dengan berbisik pula.


"Memang nya ini rumah mafia?"


Tanya Mr Ronald penasaran.


Kevin hanya tersenyum,memang menurut nya juga sangat aneh tapi menurut nya kakak Claudia itu sedikit psycho.


Tidak lama menunggu Claudia muncul dari balik pintu dan tersenyum manis.


Wanita itu melihat mereka satu-persatu,tapi saat melihat Mr Ronald wanita itu mulai ragu dan tidak yakin.


"Hai sayang." Kevin mendekati wanita itu dan mencium dahi nya sejenak.


"Wah jadi ini yang akan menjadi menantu ku?"


Tanya Mariana penuh dengan semangat.


"Selamat siang Mrs"sapa Claudia malu-malu.


Ayah Kevin hanya diam saja dan menatap nya dengan tajam.


"Selamat siang Mr Ronald."


Claudia menyapa dengan takut-takut.


"Apa kakak mu sedang pergi?"tanya Kevin


"Ada kok,ayo masuk."


Claudia mengajak mereka masuk kedalam,dia mempersilahkan mereka untuk duduk diruang tamu rumah itu.


"Tunggu,aku akan memanggil kakak ku."


"Tidak usah,kau duduk saja disini."


Kevin menarik tangan nya sehingga wanita itu duduk disamping nya.


"Bagaimana keadaan anak kita?"tanya pria itu


"Baik."jawab nya


Claudia sangat tidak enak hati dengan kedua orang tua Kevin,dia tidak berani melihat wajah mantan bos nya yang duduk didepan nya dan menatap tajam kearah nya.


"Claudia bukan kah aku sudah memperingati mu?"Mr Ronald membuka suara nya.


Padahal dia sudah memperingati wanita itu tapi dia tidak menyangka jika Claudia benar-benar akan menggoda anak nya.


"Apa yang dady peringat kan?"tanya Kevin penasaran.


Dia tidak tahu bagian ini.


Claudia tidak berani bersuara,dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Bukan kah aku sudah memperingati mu untuk tidak menggoda anak ku?"kata Mr Ronald lagi.


"Dad,please stop!"Kevin mulai kesal dengan ayah nya.


"Siapa yang menggoda siapa?"


Terdengar suara seorang pria yang berjalan mendekat kearah mereka.