
Akhirnya hari yang dinantikan pun tiba.
Hari ini Claudia sudah memakai gaun yang dipilihkan Kevin untuk nya.
Claudia melihat penampilan nya dengan teliti didepan cermin,seorang perias wajah profesional sedang menghiasi wajah nya agar tampak cantik maksimal hari ini.
Setelah menghias wajah nya,perias profesional yang dibayar oleh Adam mulai menata rambut nya.
Rambut nya yang sudah panjang digulung agar tampak menggelembong,setelah ditata sedemikian rupa sebuah mahkota mutiara disemat kan diatas kepalanya.
Hari ini hari pernikahan nya dan penampilannya sudah bagaikan seorang ratu.
Memang dia adalah ratu untuk hari ini
Claudia tersenyum melihat penampilan nya didepan cermin,dia sangat puas dengan hasil nya.
"Apa sudah siap?"
Tanya Adam yang muncul dari balik pintu.
"Sebentar lagi kak."
Perias profesional itu kembali melihat penampilan nya dan memperbaiki setiap riasannya yang dianggap kurang.
"Oke,selesai."
Kata perias itu.
Claudia bangkit berdiri,dengan cermin panjang yang ada dikamar nya dia bisa melihat seluruh penampilan nya.
"Lihatlah kau sangat cantik."
Puji Adam.
"Terima kasih kak."
Adam mendekati nya dan memegang tangan nya.
"Aku harus melepaskan mu lagi untuk kedua kali nya,dan aku harap ini yang terakhir."
"Kak,tenang saja."
"Aku percaya Kevin akan menjaga ku untuk seumur hidup nya."katanya
Adam tersenyum,dia bahagia jika adik nya bahagia.
"Ayo,kita harus bergegas"ajak nya
Adam menggandeng tangan adik nya untuk keluar dari kamar itu.
Claudia menuruni tangga dengan hati-hati,high heels yang dipakai nya tidak terlalu tinggi karena dia tidak mau terjatuh.
Didepan pintu rumah Adam tampak sebuah mobil yang sudah tersemat sebuah buket bunga menunggu nya.
Seorang supir membuka kan pintu mobil itu,dengan dibantu oleh Adam,Claudia segera masuk kedalam mobil itu.
Adam juga bersama dengan nya dan duduk disamping nya.
Pernikahannya diselenggarakan di gedung The Grekin.
The Grekin adalah salah satu gedung pencakar langit yang berada dilondon.
Ruangan nya terletak dilantai paling atas gedung itu,para tamu dapat menikmati indah nya langit senja dan malam hari dari bawah atap dengan kubah kaca.
Para tamu juga akan disuguhi pemandangan apik dari keramaian kota london.
Claudia memandangi jalanan yang dia lalui,jantung nya berdegup dengan kencang.
Walaupun bukan untuk pertama kali nya tapi dia tetap merasa gugup.
"Ada apa dengan mu?"
Adam merasa kawatir yang melihat nya begitu gelisah.
Claudia menggeleng.
"Tidak apa-apa kak,aku hanya gugup."jawab nya.
"Bodoh,apa yang kau pikirkan?"
"Jangan terlalu tegang,ada aku disamping mu."hibur nya
Claudia tersenyum.
Dia sangat gugup jika mengingat harus berhadapan dengan keluarga besar Kevin.
Dia hanya punya kakak nya dan sesuai keinginannya,pernikahan itu tidak mengundang banyak orang.
Hanya seratus lima puluh tamu undangan yang diundang,kebanyakan para sahabat dekat dan keluarga besar Kevin.
Selebih nya hanya teman baik kakak nya.
Mobil yang membawa mereka akhirnya berbelok dan masuk kedalam sebuah gedung tempat acara pernikahan nya akan diselenggarakan.
Claudia segera turun dari mobil dibantu oleh Adam.
Tidak lupa Adam juga memberikan sebuah buket bunga berwarna warni untuk nya.
Mereka segera menuju kesebuah lift untuk membawa mereka untuk menuju kelantai atas.
Claudia kembali gugup,tapi Adam segera meraih dan menggenggam tangan nya.
Pintu lift itu terbuka dan Adam segera menggandeng tangan adik nya untuk menuju keruangan tempat acara diselenggarakan.
Lima menit lagi acara akan dimulai dan mereka tepat waktu.
Claudia berdiri didepan pintu bersama dengan Adam,saat pintu itu terbuka dia harus masuk kedalam dan menghampiri calon suami nya.
Setelah lima menit pintu ruangan itu terbuka dan tampak Kevin berdiri didepan altar sambil memegang sebuah microphone ditangan nya.
Kevin melangkah menghampiri Claudia yang masih berdiri didepan pintu sambil menyanyikan sebuah lagu:
not sure if you know this
But when we firts met
i got so nervous i couldn't speak
in that very moment
i found the one and
my life had found its missing piece
so as long as i live i love you
will have and hold you
you look so beautiful in white..
Dia mempelajari nya beberapa hari lalu untuk memberikan kejutan manis pada Claudia.
Claudia menutup mulutnya,air mata nya mulai menggenang dimata nya.
And from now 'till my very last bread
this day i'll cherish
You look so beautiful in white
tonihgt
Pria itu kembali menyanyikan lagu itu dan menggandengnya menuju altar.
Setelah tiba di altar seseorang mengambil microphone dari tangan Kevin dan menyanyikan kembali lagu itu hingga selesai.
Kevin menghapus air mata Claudia yang mengalir dari ujung mata nya dengan lembut.
"Jangan menangis,ini hari pernikahan kita."bisik nya
Clauida tidak bisa berkata apa-apa,pria itu sungguh-sungguh membuat hati nya bahagia.
Kevin memegang tangan nya dan mereka berdiri didepan altar menghadap seorang pendeta yang telah menunggu mereka.
"Kevin Davino,mau kah kau menerima wanita ini menjadi istri mu dalam suka maupun duka?"
"Aku bersedia."jawab Kevin dengan mantap.
Pendeta itu kemudian bertanya kepada Claudia dan dijawab dengan mantap pula oleh Claudia.
Setelah mengucapkan janji sumpah pernikahan,Kevin segera mengambil sebuah cincin dan menyematkan benda itu dijari manis Claudia.
Claudia melihat cincin itu dengan seksama,itu adalah cincin yang dia lihat waktu itu.
Ternyata Kevin benar-benar memilihkan cincin itu untuk nya.
Setelah mereka bertukar cincin,Kevin segera mencium bibir Claudia dengan lembut.
"Sekarang kau sudah menjadi istri ku "bisik nya
Claudia tersenyum bahagia,benar-benar bahagia.
Tapi tidak dengan seorang pria yang berdiri didepan pintu.
Pria itu meneteskan air matanya melihat kebahagiaan mereka.
#Ini Claudia.cakep ya 😄😄#