
"Klek..."
Suara pintu yang tertutup.
Claudia telah membawa Kevin kedalam kamar nya dan menutup pintu kamar itu.
Setelah pintu itu tertutup Kevin segera memeluknya dari belakang,dia sudah tidak tahan ingin memeluk wanita itu.
"Aku sangat rindu pada mu"
Bisik pria itu dibelakang telinga nya.
Claudia memutar tubuh nya dan membalas pelukan pria itu.
Bukan Kevin saja yang menahan rindu tapi dia juga sangat rindu.
Benar kata pria itu,semua karena kebodohan nya.
"Aku juga rindu pada mu."bisik nya.
Caludia memejam kan mata nya dan membenam kan wajah nya didada pria itu.
"Jelas kan pada ku,kenapa kau pergi dari ku?"Tanya Kevin.
Claudia terdiam sesaat,kemudian wanita itu berkata:
"Maaf,aku kira kau sudah dapat pengganti ku."ujar nya
"Bodoh,apa kau pikir aku pria brengsek."kata Kevin dengan kesal.
"Hari ini,aku ingin kita jujur satu sama lain dan menyelesaikan kesalah pahaman kita."
"Aku akan menjawab semua pertanyaan mu dan kau juga harus mendengar kan aku."kata nya lagi
"Wanita itu....?"
"Siapa wanita yang ku lihat ditoko perhiasan?"tanya Claudia
Wanita itu yang membuat nya penasaran dan karena perempuan itu dia menyangka Kevin sudah dapat pengganti nya.
"Dia mantan tunangan ku."jawab Kevin
"Kenapa selama tiga hari kau tidak memberi ku kabar?"
"Aku menjemput Anabels dan membawa nya menemui kedua orang tua ku untuk membatalkan pertunangan kami."
"Tapi kenapa kau tidak memberiku kabar?" tanya nya lagi
Kevin menghela nafas nya,memang dia juga salah tidak mengabari wanita itu.
"Maaf,aku memang tidak ingin sampai kau tahu jika hari itu calon tunangan ku datang,aku ingin menyelesaikan masalah ku kemudian aku ingin memberikan kejutan untuk mu dihari ulang tahun mu."
"Aku berencana melamar mu dihari itu dan membawa mu menemui kedua orang tua ku."
"Hari itu aku mengajak Anabels untuk membeli sebuah cincin yang cocok untuk mu,tapi siapa sangka kau ada disana dengan mantan mu"jelas pria itu
Mendengar penjelasan pria itu Claudi mulai mengerti.
"Tapi apa Kau tahu?begitu aku melihat kalian berdua aku langsung berpikir jika dia kekasih mu."kata Claudia.
Kevin kembali menghela nafas nya
"Kekasih ku cuma kamu,tidak ada yang lain lagi."
"Kau wanita pertama bagi ku,bahkan hari itu adalah yang pertama bagi ku."
Claudia menutup mulutnya tidak percaya,mana mungkin pria seperti Kevin tidak pernah berpacaran dengan seorang perempuan manapun.
"Bohong.."kata nya tidak percaya.
Kevin melepaskan pelukan nya dan menyetil dahi Claudia sejenak.
"Untuk apa aku berbohong pada mu?."
"Tapi wanita itu?"tanya nya sambil memegangi dahi nya.
"Sudah kubilang dia mantan tunangan ku,Anabels adalah calon istri Zack.jika tidak percaya kau bisa tanya langsung pada Zack"kata nya
Claudia memandang pria itu dengan lekat.
"Maaf kan aku."kata nya kemudian.
Kevin tersenyum,pria itu menyentuh wajah nya dan mengelus dengan lembut.
"Aku juga minta maaf."
Kevin menyentuh perut Claudia dan mengusap nya.
"Apa ini karena perbuatan ku hari itu?"
Tanya nya sambil mengusap perut Claudia dengan lembut.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku?"
"Kenapa menyembunyikan hal ini dari ku?"
Pria itu bertanya demikian dan menatap Claudia dengan tajam.
"Maaf,aku juga baru tahu,aku terlalu takut untuk mencari mu"jawab Claudia.
"Kakak mu...?"Kevin menghentikan ucapan nya.
"Kenapa?kau takut?" Claudia menyeringgai.
"Bodoh,kalau aku takut buat apa aku kemari."
"Aku hanya tidak menyangka kau memiliki kakak yang kejam."
"Dia memang gila!"kata nya sambil terkekeh.
"Jadi?"
"Apa kesalah paham kita telah selesai?"tanya Kevin
Claudia mengangguk dan kembali memeluk pria itu dengan erat,dia sangat suka merasakan aroma tubuh dan kehangatan pria itu.
"Aku belum memberi mu hukuman?"kata kevin lagi
Sambil mengangkat wajah nya Claudia bertanya:
"Apa?"
Kevin langsung mencium bibir nya dan melumat nya sampai wanita itu kehabisan nafas.
Claudia segera mendorong tubuh pria itu.
"Kamu gila ya,mau bikin aku mati!"kata nya kesal sambil terengah-engah.
Kevin hanya terkekeh melihat wanita nya yang berusaha mengatur nafas nya.
"Lain kali akan ku buat kau menangis dibawah ku."bisik nya ditelinga wanita itu.
Wajah Claudia bersemu merah,wanita itu kemudian menyembunyikan wajah nya dada pria itu.
"Mesum."kata nya singkat
Kevin tersenyum dan membelai punggung nya dengan lembut.
"Jadi kapan kita akan menikah?" Tanya pria itu.
Claudia hanya diam.
"Perut mu tidak bisa disembunyikan terlalu lama."
"hmm...bagaimana dengan ayah mu?"
"Kenapa dengan ayah ku?"tanya Kevin dengan heran.
"Mr Ronald pasti tidak akan setuju dengan hubungan kita karena...?"wanita itu mengantung pertanyaan nya
Dia kembali teringat perkataan Mr Ronald
"Jangan menggoda anak nya."
"Bodoh,biar kan saja."ujar Kevin
"Tapi dia ayah mu,kau harus meminta persetujuan dari nya dulu."
"Kau tidak perlu khawatir,nanti dia pasti akan setuju."
"Benar?"tanya Claudia.
"Iya,aku jamin."Kevin menjawab dengan mantap.
Kevin mengangkat dagu Claudia dan kembali menciumi bibir wanita itu.
Claudia memejamkan mata nya dan menyambut bibir Kevin yang terasa hangat.
Akhirnya permasalahan mereka telah selesai,tinggal satu langkah lagi.Kevin hanya perlu meminta Claudia pada Adam.
Pria kejam itu belum tentu mau memberikan adik nya begitu saja,mengingat Claudia pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga satu kali.
Kevin tidak yakin Adam akan merestui hubungan mereka begitu saja.
Tapi dia berharap pria itu tidak mempersulit nya untuk menikahi wanita yang sedang dicium nya itu.
Kevin melepaskan ciuman nya dan memeluk wanita itu.
"Ayo kita temui kakak mu,aku akan melamar mu saat ini juga."kata nya
Claudia mengangguk,dia sangat bahagia saat ini.kakak nya pasti tidak akan menolak lamaran Kevin dan akan menyetujui hubungan mereka.