
Claudia kembali keruangan nya dengan nafas tersengal-sengal,tangan nya memegangi dada nya untuk menenangkan jantungnya yang berdetak dengan kencang sampai dia bisa mendengar suara nya.
Wajah nya kembali memerah saat mengingat wajah Kevin yang begitu dekat."Ohh...kenapa sekarang aku merasa bos sangat tampan."pikir nya dalam hati.
Claudia menarik nafas nya panjang,kenapa dia malah bertingkah seperti orang yang sedang jatuh cinta?
"Sadar lah Claudia,bos pasti hanya main-main."katanya sambil mengelus-elus dada nya.
Setelah agak tenang dia kembali ke kursi nya dan menatap layar komputer nya.
"Claudia,apa kau tidak lihat ada yang aneh dengan laporan ini?"tanya Kevin yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan nya.
Claudia mengintip dari balik komputer nya untuk melihat pria itu yang berjalan mendekati meja nya.
"Tadi kan emang mau lapor sama bapak kalau ada yang aneh."katanya
"Trus kok ngak bilang?"tanya Kevin
Claudia menggaruk wajah nya yang tidak gatal dan ragu-ragu berkata."Ya..bapak sih,tiba-tiba godain saya."kata nya malu-malu sambil menyembunyikan wajah nya yang kembali memerah.
Kevin menyeringgai melihat wanita itu dan berjalan memutari meja untuk mendekati Claudia.
"Ya sudah,hari ini kamu lembur dan cek semua laporan ini."kata nya sambil meletak kan map yang dia pegang di atas meja.
Claudia terperangah mendengar perkataan bos nya itu.
"Lembur pak?tapi ini banyak banget loh!"katanya
"Iya lembur.malam ini kamu harus lembur dan mengecek semua kesalahan yang ada didalam laporan ini."kata pria itu lagi
"Tapi mana bisa selesai pak,kan tebal."kata Claudia sambil melihat map yang berisi laporan tahunan perusahaan yang begitu tebal di atas meja.
Kevin berpikir sejenak,tidak berapa lama dia mendapat kan ide bagus.
"Ya sudah,aku kasi kamu beberapa hari untuk menyelesaikan semua nya dan aku akan membantu mu"katanya
Mata Claudia berbinar mendengar itu,dia langsung bangkit berdiri dan tersenyum dengan manis.
"Aduh terima kasih loh pak."kata nya dengan girang.setidak nya dia tidak akan sendirian di kantor.
"Tapi ada syarat nya"
Claudia menatap Kevin dengan heran."kok pakai syarat segala pak?"
"Mau tidak!"kata Kevin kesal.
Claudia mengangguk dengan cepat dan menggrutu dalam hati.
Kevin menyeringgai dan berkata"Kerjakan dirumah ku,maka aku akan membantu mu."
Claudia melongo seperti orang bodoh."di rumah bos?berduaan?bisa jantungan aku?"pikir nya
"Duh,dikantor aja pak.kan gak enak kerjain dirumah bapak."tolak nya dengan halus
"Ya udah,kerjain sendiri malam ini dan besok aku mau semua nya sudah selesai."kata Kevin.dia segera melangkah hendak meninggal kan Claudia.
Claudia panik dan langsung menahan bos nya sebelum keluar dari ruangan nya.
"Iya deh pak,saya lembur di rumah bapak."kata nya terpaksa
Kevin tersenyum penuh kemenangan.dia segera membalik kan badanya dan tersenyum dengan manis nya.
Sebenar nya itu hanya alasan nya untuk membawa wanita itu dekat dengan nya"semakin dekat semakin baik".pikirnya
Dan rencana nya berhasil,dengan begini dia akan mempunyai banyak waktu untuk berduaan dengan Claudia.
"Gitu dong."kata nya dengan girang.
"Itu..bisa ngak nanti bapak...hmm....ngak godain saya."kata Claudia ragu-ragu
Kevin mendekati Claudia dan langsung meraih kedua tangan nya,kemudian dia mengecup punggung tangan wanita itu dengan lembut."Seperti ini?''tanya nya sambil tersenyum usil.
Wajah Claudia langsung merah padam,baru saja dia menenangkan jantungnya sekarang malah kembali berdetak tidak karuan.
Melihat wajah Claudia yang merah padam bagaikan kepiting rebus membuat Kevin tertawa terbahak-bahak."Jangan takut,aku tidak akan menggoda mu"kata nya disela-sela tawa nya.
Kevin tersenyum dan kembali melangkah untuk keluar dari ruangan itu,"Nanti aku tunggu di mobil"kata nya sebelum dia menutup pintu ruangan itu.
Claudia menarik nafas nya panjang saat pria itu sudah keluar dari ruangan nya,dia segera kembali ke kursi nya dengan lemas.
"Laporan sialan."maki nya.
Dia mulai khawatir saat memikir kan harus berduaan dengan bos nya nanti.tapi ini menyangkut pekerjaan nya dan ini adalah tanggung jawab nya sebagai sekretaris pria itu.
.
.
.
.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore,Claudia segera merapikan barang-barangnya dan segera turun kabawah.tidak lupa dia juga membawa map yang harus dia kerjakan dirumah bos nya nanti.
Dia tidak lagi keruangan bos nya karena pria itu berkata akan menunggu nya di mobil,Claudia yakin Kevin pasti sudah turun sejak tadi.
Saat keluar dari lobi Claudia mengedar kan pandangan nya untuk mencari mobil atasan nya itu,saat dia sudah mendapati mobil bos nya yang terparkir tidak jauh dia segera melangkah untuk mendekati mobil itu.
Tapi langkah nya tiba-tiba berhenti karena ditarik seseorang dari belakang.Claudia segera memutar tubuh nya dan melihat orang tersebut.
Claudia menghembus kan nafas nya dengan berat saat melihat orang yang menahan langkah nya.
"Mas Briant,ngapain ke mari?"tanya nya
Briant tersenyum melihat wanita yang sedang berdiri didepan nya itu,dia benar-benar rindu pada Claudia dan tidak bisa menahan diri untuk datang menemui nya.
"Apa kabar mu?"tanya nya basa basi
"Baik,sangat baik."jawab Claudia.
"Bagus lah,mau kah ikut dengan ku kesuatu tempat?aku ingin bicara dengan mu."
Claudia melirik ke arah mobil bos nya,takut jika Kevin akan marah jika dia berlama-lama.
"Bicara disini saja mas,aku ada urusan."katanya
Briant tersenyum miris,bahkan Claudia tidak mau lagi berlama-lama dengan nya.
"Beberapa hari lagi aku mau pergi berkonsultasi,mau kah kau menemani ku?"tanya nya
Claudia mengernyit kan dahi nya."Konsultasi?maksud nya?bukan kah Adelia sedang hamil.apa maksud Briant pergi konsultasi?dan untuk apa pria itu mengajak nya?"tanya nya dalam hati.
Claudia menggeleng pelan,semua itu tidak ada hubungan nya lagi dengan nya.untuk apa lagi dia tahu tentang kehidupan Briant.
"Maaf mas,aku ngak bisa.kenapa harus mengajak ku?ini kan tidak ada hubungan nya dengan ku lagi.kau bisa mengajak istri mu."katanya
"Ada,tentu saja ada hubungannya dengan mu!"kata Briant
"Dengar,aku ingin mengajak mu agar kamu juga tahu hasil nya.dan aku berharap kamu mau kembali pada ku."
"Aku...aku.. menyesal menikah dengan Adelia,dia bukan wanita yang baik.bahkan dia sudah tidak pulang beberapa hari."katanya lagi
Dia benar-benar menyesal telah menikah dengan Adelia,bahkan saat dia mengetahui kehamilan palsu Adelia penyesalan nya semakin besar.
Waktu itu Adelia pergi dari rumah dan belum juga kembali sampai saat ini.niat nya ingin mengajak Claudia supaya dia bisa memiliki waktu untuk berbicara berdua.
Claudia kembali menarik nafas nya,map tebal yang dipegangnya sudah mulai membuat tangan nya menjadi kram.
"Maaf ya mas,tolong mengerti dengan posisi kita.aku bukan siapa-siapa mu lagi,aku juga tidak ada urusan lagi dengan kehidupan rumah tangga mu.jadi tolong jangan libat kan aku,aku sudah tidak mau ada diantara kalian."
"Saat ini aku sudah bahagia dengan kehidupan ku,tolong jangan ganggu aku lagi.saran ku lebih baik kau pergi mencari istri mu,dia sedang hamil.kenapa kau malah mencari ku tapi tidak mencari nya?"
"Dan maaf,aku harus pergi.jaga dirimu baik-baik."kata Claudia panjang lebar.Kemudian dia berbalik meninggalkan Briant.
"Adelia tidak hamil,dia hanya menipuku ku."teriak Briant.
Claudia menghentikan langkah nya sejenak.tapi Kemudian dia segera berlari kecil meninggal kan Briant yang terus menatap ke pergian nya.
Briant mengepal kan tangan nya,Claudia terasa semakin jauh..jauh..untuk di raih kembali oleh nya.