
Claudia mengangkat kedua tangan nya untuk merenggangkan otot-otot tangan nya yang mulai terasa kram,akhir nya selesai juga pekerjaan nya setelah berhari-hari memeriksa map tebal didepan nya itu.
Kaki nya terasa kesemutan karena dia duduk dilantai,dengan susah payah Claudia mengangkat tubuh nya dan duduk di atas sofa.
Tangan nya mulai memijat-mijat kaki nya yang masih terasa kesemutan.
"Apa sudah selesai?"tanya Kevin yang berjalan kearah nya sambil membawa segelas minuman untuk nya.
"Ya,akhir nya."jawab Claudia
Tangan nya segera meraih beberapa lembar kertas yang ada diatas meja."Ini,ini semua kesalahan yang sudah aku pisah kan"kata nya lagi
Claudia lupa dengan kaki yang masih kesemutan dan segera bangkit berdiri untuk memberikan kertas itu pada bos nya.
Tapi tiba-tiba keseimbangan nya hilang dan terhuyung kedepan,karena tiba-tiba bangkit berdiri mata nya terasa gelap dan kaki nya kehilangan ke seimbangan.
Kevin dengan sigap menangkap tubuh nya yang hendak jatuh,karena begitu mendadak dan Kevin juga kehilangan ke seimbangan membuat mereka berdua jatuh diatas sofa dengan posisi terlentang.
Air yang sedang dipegang Kevin tumpah mengenai baju kaus putihnya dan memperlihat kan dada bidang nya.
Sedang kan posisi mereka saat ini Kevin berada dibawah dan Claudia berada di atas tubuh pria itu.
"Apa kau baik-baik saja?"tanya Kevin
"Uh...maaf,kaki ku kesemutan."kata nya.Claudia langsung mengangkat tubuh nya hendak bangkit dari tubuh pria itu tapi tangan Kevin menahannya.
"Tidak apa-apa,aku senang kau berinisiatif terlebih dahulu."kata pria itu
"Ap...bukan..bukan seperti itu!aku benar-benar tidak sengaja."bela nya
Kevin terkekeh dan mengelus ujung kepala Claudia dengan lembut."Aku hanya bercanda."kata nya
"Jangan bercanda dengan tampang mu yang tanpa ekspresi itu."gerutu Claudia kesal.
Dia segera melepaskan diri dari Kevin dan memungut kertas yang sudah berserakan diatas lantai.setelah selesai Claudia meletakkan kertas itu dan meletakkan kembali ke atas meja dan duduk di atas sofa.
Kevin segera meraih tangan Claudia dan menarik wanita itu kepelukan nya.
"Kau benar-benar menggemas kan jika sedang marah."
"Huh...menyebal kan"balas Claudia sambil memukul dada pria itu
Kevin terkekeh pelan,tangan nya tak henti-henti nya mengusap punggung Claudia dengan lembut.
"Baju mu basah"kata Claudia lagi sambil mengelus dada Kevin yang basah.
Dia hanya berniat mengelus baju Kevin saja tapi karena sentuhan tangan nya Membuat Kevin mengerang kecil.
"Ugh...Hentikan,kalau tidak aku tidak akan menanggung akibat nya."kata kevin sambil menangkap tangan nya.
Claudia melepas kan pelukan pria itu dan tertunduk malu,dengan cepat dia langsung menarik tangan nya dari genggaman Kevin."Ma....maaf."kata nya dengan pelan.
Kevin tersenyum dan segera bangkit berdiri."tunggu disini,aku mandi sebentar."kata nya
Claudia ikut berdiri dan mengambil tas nya,kemudian berkata"Kalau begitu aku pulang saja,ini sudah sore"
Kevin berbalik dan menghadang wanita itu."Aku bilang tunggu disini,aku akan mengantar mu."
"Tapi..."Claudia menghentikan ucapan nya karena Kevin mendekat kan wajah nya,dia merasa gugup dan jantung nya mulai berdetak dengan tidak karuan.
Wajah Claudia langsung merah padam,pria itu tidak akan main-main dengan ucapan nya.dengan Cepat dia kembali duduk di atas sofa dan tidak lagi membantah perkataan Kevin.
Kevin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Claudia yang tiba-tiba menjadi penurut."Kamu sangat lucu,padahal aku cuma bercanda."kata pria itu disela-sela tawa nya
Claudia mengangkat kepalanya dan menatap pria itu dengan kesal."Ap...?"kata nya tertahan.Claudia menggepal kan tangan nya,Kevin benar-benar mengesal kan.bisa-bisa nya pria itu bercanda dengan tampang serius nya.
"Ngak lucu."kata nya kesal sambil menyilang kan kedua tangannya didepan dada dan membuang pandangan nya kesamping.
Kevin masih tertawa kecil dan menghampiri Claudia,dia segera berlutut didepan wanita itu dan meraih kedua tangan nya.
"Maaf,aku cuma menggoda mu."katanya
Claudia masih membuang wajah nya kesamping dengan tampang cemberut.
"Aku tidak tahan menggoda mu kalau kamu seperti ini terus."kata Kevin lagi
Claudia menarik nafas nya dan memalingkan wajah nya untuk menatap pria menyebalkan itu,Kevin tersenyum dan segera mengecup bibir nya sejenak.
"Kali ini aku serius,tunggu disini!aku akan mengantar mu."kata nya.dia segera bangkit terdiri dan berjalan menuju kamar nya.
Claudia menatap kepergian pria itu,padahal dia bisa pulang sendiri dan tidak ingin merepotkan Kevin.tapi ya sudah lah,Kevin mana mau dibantah.pikirnya
Tidak berapa lama Kevin yang berpenampilan rapi dan sudah berganti pakaian keluar dari kamar nya,wangi nya yang maskulin menyeruak keseluruh ruangan itu.
Claudia melihat pria itu tanpa berkedip."Kenapa ada makhluk ciptaan Tuhan yang begitu sempurna"pikir nya
Kevin melangkah menghampiri Claudia yang memperhatikan nya sedari tadi.
"Ehemmm....apa sudah cukup melihat nya?"tanya nya
Claudia tersadar kemudian menyembunyikan wajah nya,dia sangat malu karena tertangkap basah sedang memperhatikan pria itu.
"Ma maaf."kata nya malu-malu
Kevin hanya tersenyum."Ayo,aku antar."kata nya sambil mengulur kan tangan nya
Claudia mengangguk dan menyambut tangan Kevin,mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan keluar dari apartemen Kevin dan menuju ke mobil pria itu.
Sedang kan dirumah claudia,tampak Briant sedang mondar mandir dengan gelisah didepan rumah nya.
Berkat mata-mata yang dibayar nya dia bisa tahu tempat tinggal Claudia saat ini,dia tidak kaget sama sekali mendapati Claudia tinggal dirumah yang kecil karena dia sudah tahu sedari dulu Claudia orang yang sederhana.
Sudah hampir dua jam berlalu dia menunggu disana,sudah beberapa kali pula dia mengetuk pintu rumah itu tapi tidak ada jawaban.
Ini hari libur seharus Claudia ada dirumah,dia sangat tahu Claudia bukan tipe perempuan yang suka keluyuran kemana-mana.biasa nya wanita itu selalu ada dirumah untuk menemani nya,jika pergi pun hanya sesekali untuk pergi dengan teman-teman nya tapi itu pun sangat lah jarang.
Oleh karena itu Briant memutus kan untuk menunggu disana,tapi sudah hampir dua jam dan dia mulai merasa lelah.
Briant menarik nafas nya berat,dia sudah bertekad untuk mendapat kan kembali hati Claudia.mau berapa lama pun dia akan menunggu disana sampai Claudia kembali.
Briant segera kembali ke mobil nya untuk menunggu Claudia disana,kaki nya sudah terasa pegal karena sadari tadi dia hanya berdiri saja.
Baru saja Briant menutup pintu mobil nya tampak sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepan nya.
Tidak berapa lama tampak pula Claudia turun dari mobil itu bersama dengan seseorang yang tidak asing baginya,Briant mengepal kan tangan nya dan menatap tajam ke arah dua orang itu.
Mata nya langsung melotot saat melihat bibir Claudia di cium oleh pria itu,dengan amarah yang tertahan Briant segera membuka pintu mobil nya dengan kasar dan berjalan dengan cepat untuk menghampiri kedua orang itu...