I'm Not Barren

I'm Not Barren
Pasangan aneh



Luna membalikkan tubuhnya dan melihat kearah Adam,wajah pria itu terlihat sangat serius tapi dia tidak akan percaya begitu saja.


"Apa kau mengatakan ini utuk menghina ku?"tanya nya


"Apa maksud mu?"Adam balik bertanya.


"Kau kasihan kan pada ku,kau kasihan melihat ku gagal menikah!"


"Pemikiran dari mana itu?"tanya Adam kesal.


Kenapa Luna bisa berpikir demikian,memang dia ingin menggagalkan pernikahannya tapi dia tidak punya maksud untuk menertawakan Luna.


Adam segera berjalan menghampiri Luna dan memegang tangannya.


"Apa kau pikir aku datang jauh-jauh untuk menghina mu?untuk menggagalkan pernikahan mu lalu menertawakan mu?"


"Aku bukan orang yang tidak punya pekerjaan sehingga harus melakukan itu!"katanya lagi


Luna tidak bisa berkata apa-apa,kenapa Adam tiba-tiba melamarnya?


Dia melihat Adam dengan serius,tidak mungkin hati pria ini bisa langsung melunak dalam waktu kurang lebih satu minggu.


"Aku tidak percaya!"katanya


Luna menepis tangan Adam dan melangkah mundur untuk menjauh darinya.


"Kau takut aku hamil anak mu bukan?kau takut aku membawa darah dagingmu.kalau itu yang kau takutkan,kau tidak perlu kawatir,aku akan minum obat untuk mencegahnya!"katanya lagi.


Adam berdecak kesal,perempuan didepannya ini begitu keras kepala.dia kembali menghampiri Luna dan langsung menarik wanita itu kedalam pelukannya.


"Kau wanita gila keras kepala,kenapa aku bisa jatuh cinta pada mu."bisiknya


Luna menahan nafasnya,tidak percaya apa yang didengarnya.apa dia sedang bermimpi?


Luna mengangkat tangannya dan mencoba mencubit pipinya,dia harap jika semua itu mimpi lebih baik dia tidak terbangun lagi.


Tapi terasa sakit,jadi semua ini nyata?


"Kau bohong!"


Air matanya mulai mengalir dikedua matanya.


"Bodoh,aku bukan pria yang suka berbohong.untuk apa aku datang jauh-jauh untuk menghentikan pernikahan mu."


Luna langsung memeluk tubuh Adam dengan erat.


"Jadi kau mencintai wanita gila seperti ku?"tanya nya


"Yah,sampai aku pun jadi gila!"jawab Adam.


Luna tertawa,ini semua sesuai harapannya dan dia sangat senang dengan hasilnya,dia kira Adam akan membencinya,dia kira tidak akan bertemu dengan pria itu lagi.


Luna memejamkan matanya merasakan pelukan hangat tubuh Adam.


"Jadi,apa kau masih mau menikahi ku?"


"Aku ingin kau melamar ku sekali lagi!"pinta Adam.


Luna kembali tertawa,apa tidak terbalik.tapi memang dia yang melontarkan lamaran terlebih dahulu.


Dia segera melepaskan diri dari pelukan Adam dan berdehem pelan.


"Adam Wijaya,mau kah kau menikah dengan ku?"tanya nya.


"Lamaran diterima."jawab Adam dengan mantap.


Dia tidak akan salah memilih wanita yang akan menjadi pasangan hidupnya.Adam mengeluarkan sebuah kalung dari saku celanya.


Itu kalung yang dia beli waktu mengajak Luna jalan-jalan.


Adam memberikan kalung itu dan memakaikannya dileher Luna.


"Maaf,aku tidak punya waktu untuk membeli cincin.tapi kalung ini akan menjadi sebuah pengikat diantara kita berdua."katanya


Luna melihat kalung itu dan tersenyum bahagia.


"Apalah arti sebuah cincin,itu hanya simbol saja.yang penting adalah hubungan kita berdua."katanya


Adam segera menarik Luna dan menciumi bibirnya.


"Luna I Love You."


"Hhhmm....!"


Sebuah deheman menghentikan ciuman mereka.


Lee jong kim dan istrinya masuk kedalam ruangan itu menghentikan aksi mereka.


Luna sangat malu dilihat oleh ayah dan ibunya,tapi senyum terus mengembang diwajahnya tanpa henti menandakan dia sangat bahagia.


"Jadi,kau sudah mendapatkan nya?"tanya ibunya


Dia begitu senang melihat senyum diwajah putrinya,tidak seperti tadi saat hendak menikah dengan Young Woon.wajah Luna tampak berseri-seri karena bahagia.


Luna mengangguk dan tersipu malu.


"Jadi,mau bagaimana pernikahan kalian?"tanya Lee Jong Kim


Adam dan Luna saling pandang.


"Ayah,cukup panggilkan pendeta yang tadi."pinta Luna


"Cukup kita saja yang ada disini,aku tidak perlu pernikahan mewah."


Lee jong Kim menarik nafasnya dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi pendeta tadi sesuai permintaan putrinya.


"Tapi,siapa yang akan jadi saksi Adam?"tanya ibunya.


"Aku!"seorang pria masuk kedalam ruangan itu.


Itu adalah Ben,dia memang menyusul Adam setelah tahu dari sekretaris pria itu.dia sangat penasaran melihat sahabatnya itu mengejar cinta.


"Ben,apa yang kau lakukan disini?"tanya Adam tidak percaya.


Ben berjalan mendekati sahabatnya dan berbisik ditelinga Adam.


"Tentu saja untuk melihat pertunjukkan bagus."katanya


"Cari mati ya!"


"Eit...sebaiknya kau tahan dirimu didepan calon mertua mu,kalau tidak kau akan kehilangan nya lagi."goda Ben


"Sialan kau Ben,setelah pulang akan ku bunuh kau!"makinya


Tidak berapa lama pendeta tadi kembali lagi.pendeta itu menggeleng melihat kedua orang itu.


Pesta yang tadinya ramai sudah sepi,para tamu undangan sudah pulang semuanya.hanya tinggal mereka,tapi Luna dan Adam tidak mempedulikan itu.


Pendeta itu mulai membacakan janji pernikahan didepan mereka,Adam mengucapkan janjinya dengan mantap begitu juga Luna.


"Sekarang silahkan bertukar cincin."kata pendeta itu


"Maaf,kami tidak punya."jawab Adam dan Luna bersamaan.


Pendeta itu menggeleng dan memijit pelipisnya,baru kali ini ada pasangan yang tidak menyiapkan cincin pernikahan.


"Apa saja boleh,sebagai simbol saja."kata Pendeta itu putus asa.


Ben yang menjadi saksi tertawa terbahak-bahak.


"Kalian memang pasangan gila!"katanya


Ben kembali tertawa,dia tidak bisa menahan diri untuk menertawai sahabatnya.


"Ini pakai punya kami."


Lee Jong Kim melepaskan cincin nya dan cincin istrinya dan memberikan pada kedua pasangan gila itu.


Pendeta itu bernafas lega dan meminta mereka menukar cincin,dia sudah tidak sabar menyelesaikan pernikahan kedua orang aneh itu.


Setelah mereka selesai menukar cincin,mereka pun dinyatakan resmi sebagai suami istri.Adam menciumi pengantinnya dan memeluknya dengan erat.


Luna tersenyum bahagia,ternyata kepergiannya ke inggris tidak sia-sia.andai waktu itu dia cuma bisa mengagumi Adam dari layar ponselnya dan tidak memberanikan diri menemui pria itu mungkin bukan Adam yang akan berdiri disampingnya sekarang.


Walaupun pernikahan nya dengan Young Woon hancur dan menjadi bahan gosip,dia tidak perduli.yang penting saat ini dia bisa menikah dengan pria yang sangat dia cintai.


Adam segera menarik tangan Luna,setelah mengembalikan cincin kepada Lee Jong Kim,mereka berdua berlari dari ruangan itu.


Adam akan membawa Luna kesuatu tempat,ketempat sarang cinta mereka.