I'm Not Barren

I'm Not Barren
kebaikan Jane



Satu bulan kemudian.


"Briant,kau mau kemana?"


Jane yang kebetulan masuk kedalam ruang inap Briant melihat pria itu bersusah payah bangun dari tempat tidurnya.


"Aku hanya ingin kekamar mandi."jawab Briant


"Kenapa tidak memanggil suster,kamu belum boleh berjalan sendiri."


Jane mengambil sebuah kursi roda yang sudah tersedia didekat ranjang dan meletakkan nya dekat pria itu.


Kemudian dokter cantik itu menopang tubuh Briant agar dapat turun dari atas ranjang dan duduk dikursi rodanya.


"Terima kasih Jane."


Jane tersenyum manis dan mendorong kursi roda itu kearah kamar mandi.


"Briant,kita ini tetangga.jangan sungkan pada ku."katanya


"Apa setelah ini kau bisa sendiri?"tanya Jane dengan malu-malu saat mereka sudah tiba didepan pintu kamar mandi.


"Tentu saja,terima kasih."


Briant memutar roda kursi rodanya dan masuk kedalam kamar mandi.


Jane segera berlalu meninggalkan nya dan kembali mendekati tempat tidur Briant.


Wanita itu membersihkan tempat tidurnya dan melipat selimut yang berantakan.


Tidak lama kemudian Briant keluar dari kamar mandi,pria itu melihat kearah Jane yang sedang sibuk membersihkan ranjangnya.


Ada perasaan senang dalam hatinya saat melihat Jane,dia tersenyum dan segera mendekati Jane.


"Oh...kenapa kau tidak memanggil ku?"


Jane mendekatinya dan mulai mendorong kursi rodanya.


"Kemana ibu ku ?"tanya Briant


"Tante Siska pulang,dia sangat kawatir padamu dan tampak lelah.jadi biarkan dia istirahat dirumah dan aku akan merawat mu."


"Tapi,bukan kah kau harus bekerja?"


"Tidak apa-apa,aku mendapat shift malam.jadi biarkan aku menjaga mu saat ini."


Jane berjongkok didepannya dan mulai memegangi kakinya.


"Bagaimana keadaan kaki mu?"tanya nya


"Yah,seperti yang terlihat."jawab Briant.


Jane mengangkat kepalanya dan tersenyum padanya.


"Nanti juga sembuh"Jane bangkit berdiri dan Briant segera meraih tangan nya.


"Jane,terima kasih."


"Jangan sungkan."


"Bagaimana aku harus membalas kebaikan mu?"tanya nya


Jane terkekeh


"Mungkin dengan makan malam?atau jalan-jalan kepantai."


"Baiklah,makan malam dipinggir pantai."


"Akan aku tunggu!"jawab Jane sambil tersenyum manis padanya.


Jane kembali membantu Briant agar kembali ketempat tidurnya,saat hendak bangkit berdiri Briant belum siap dan tubuhnya mulai oleng.


Jane segera menangkap tubuh Briant dan pria itu jatuh dalam pelukannya.


"Maaf aku tidak sengaja."kata Briant


Jane tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya


Padahal dia sudah biasa seperti itu terhadap para pasiennya,tapi pria ini serasa istimewa baginya dan membuat jantungnya berdebar-debar.


Wanita itu segera melingkarkan tangan Briant kebahunya dan membantunya menuju keranjang.


Jane mengangkat kedua kaki Briant dengan hati-hati diatas ranjang.


"Apa kau sudah makan?"tanya Jane kemudian setelah membantu Briant.


"Hemm...aku akan makan jika kau yang menyuapi."jawab Briant.


Sebenarnya dia hanya ingin menggoda Jane saja,dia ingin melihat Jane yang terlihat cantik saat tersipu malu.


Wajah Jane langsung memerah,wanita itu berpaling untuk menyembunyikan wajahnya.


Briant tersenyum dan meraih tangan Jane,entah kenapa wanita itu membuatnya penasaran.


Kebaikan Jane,senyuman Jane dan perhatian Jane padanya membuat hatinya merasa bahagia.


Yah anggaplah dia orang yang gampangan,tapi memang Jane terlihat spesial dimatanya.


"Jane.."panggilnya


Jane kembali berpaling dan melihat kearah pria tampan yang sedang berada didepannya.


Kedua orang itu saling menatap untuk beberapa Saat,Briant menarik tangan Jane sehingga tubuh wanita itu mendekat padannya.


Mereka masih saling menatap satu sama lain dan tidak memalingkan pandangan mereka,Briant mendektakan wajahnya dan berbisik ditelinga Jane.


"Jane,apa kau sudah punya pacar?"tanya nya


Tiba-tiba wajah Jane langsung pucat dan tubuhnya kaku saat mendengar pertanyaan Briant,dengan cepat dia melepaskan pegangan tangan Briant yang sedang memegang tangannya dan menarik tubuhnya menjauh dari pria itu.


Briant tidak mengerti melihat sikap Jane yang tiba-tiba berubah.


"Ada apa?"tanya Briant.


"Hmm....maaf,aku teringat ingin membeli sesuatu."kata Jane dengan tidak enak hati


Wanita itu segera keluar dari ruangan itu meninggalkan Briant yang menatap kepergian nya dengan heran.


"Memang ada yang salah dengan pertanyaan ku?"


"Kenapa wajahnya tiba-tiba pucat seperti itu."pikir Briant


Sedangkan Jane merasa bersalah keluar dari ruangan itu,dia jadi tidak enak hati dengan Briant.


"Bodoh,kenapa aku malah bilang mau beli sesuatu."pikirnya


Jane berjalan kearah lift dengan bimbang,dia hanya tersenyum sesekali saat bertemu dengan suster dan pasien yang lewat didepannya.


"Pacar?"pikirnya


"Dulu aku punya,tapi...?"


Jane menarik nafasnya,entah apa maksud Briant bertanya seperti itu.


Dia memang sangat ingin membantu Briant,bukan saja karena pria itu pasiennya atau tetangga nya,tapi Jane tertarik dengan Briant saat pertama kali bertemu dengan pria itu


"Setelah ini bagaimana aku harus bertemu dengan nya lagi?"


"Jika Briant tahu,dia pasti akan menganggap aku wanita hina!"pikirnya


Jane kembali menarik nafasnya,masa lalu nya suram dan tidak semua orang bisa menerima masa lalunya.


Karena itu lah,dia tidak ingin berhubungan dengan pria dan menjaga jarak darinya.


Sudah lama dia menutup diri untuk tidak berhubungan dengan pria mana pun,dia takut saat mereka mendengar masa lalunya maka mereka akan memandangnya rendah dan menghinanya.


Tapi tentangga nya itu?sudah membuatnya terpesona dan dia tidak bisa menghindari nya.


Padahal dia sudah berusaha menahan hatinya,tapi setiap melihat Briant hatinya semakin tidak tahan ingin mengenal pria itu lebih jauh.


"Apa Briant juga akan sama dengan mereka saat mendengar masa lalu ku?"


"Apa pria itu akan menerima ku atau malah balik menghina ku?"pikirnya dengan bimbang.



#Dokter Jane#