I'm Not Barren

I'm Not Barren
perdebatan dua orang pria



"Stuard"teriak Kevin


"Adamson"teriak Adam tak mau kalah


"Tidak bisa,namanya harus Struat."Kevin pun tidak mau kalah.


"Tidak....tidak...namanya harus Adamson mengikuti namaku."kata Adam lagi


Claudia yang mendengar perdebatan kedua pria itu memijit pelipisnya.


"Bisa kalian berhenti?"teriaknya.


Claudia dan Kevin sengaja mampir kerumah kakaknya saat mereka kembali dari rumah sakit.


Mereka habis memeriksa jenis kelamin anak mereka yang sudah berusia lima bulan.


Claudia sangat senang saat tahu jika anak pertama mereka adalah laki-laki,jadi mereka mampir kerumah Adam untuk memberitahukan kabar gembira itu pada kakaknya.


Claudia melotot pada dua pria yang saling adu pandang satu sama lain itu.


Dia kembali teringat saat dia memberitahukan jenis kelamin anak mereka kepada kakaknya.


"Kakak,apa kau tahu?"


"Anak ku laki-laki."kata caludia dengan gembira.


"Apa benar?"Adam juga gembira mendengar nya


"Kalau begitu sekarang kesempatan ku."kata Adam lagi


"Maksud kakak?"Claudia tidak mengerti perkataan kakaknya


Adam belum menjawab dan mengajak mereka duduk bersama-sama diruang tamu rumahnya.


"Kalau begitu anak mu ini akan kakak namakan Adamson."Adam menjawab dengan gembira


"Tidak bisa!"Kevin langsung bangkit berdiri.


"Kenapa nama anak ku harus kak Adam yang menentukan?"tanya nya


"Kenapa?dia kan adik ku dan anaknya adalah keponakan ku"Adam menjawab acuh tak acuh sambil melirik kearah Claudia.


"Tapi dia istri ku,dan anak dalam perutnya anak ku."


"Pokonya anak ku harus bernama Stuard"Kevin tidak mau kalah


Claudia terperangah melihat kearah suaminya.


Stuard?sejak kapan Kevin mendapat nama itu.padahal mereka baru saja tahu jenis kelamin anak mereka dan belum mendiskusikan soal nama.


"Tidak bisa,namanya harus Adamson mengikuti nama ku."Adam pun tidak mau kalah


Jadilah kedua pria itu berdebat satu sama lain meributkan masalah nama.


"Bisa beri aku popcron?"pinta Claudia


"apa?"tanya Kevin


"Kau ingin makan popcron?"tanya Adam tak mau kalah.


"Ya,aku ingin makan popcron sambil menonton kebodohan kalian."jawab Claudia dengan kesal.


Adam dan Kevin kembali saling pandang,setelah itu mereka kembali duduk diatas sofa sambil memperhatikan Claudia yang melotot kearah mereka.


"Kakak,aku tidak mau anak ku bernama Adamson."kata Claudia dengan ketus


Diam-diam Kevin tersenyum,istrinya pasti akan membela nya


"Kenapa?"tanya Adam penasaran.


"Kalau itu anak kakak,silahkan saja.aku tidak mau anak ku diberi nama itu."


Adam terlihat kecewa.


"Dan kau Kevin,aku juga tidak mau anak ku diberi nama Staurd."Claudia melotot pada suaminya.


Diam-diam Adam juga tersenyum,berarti tidak ada yang menang diantara mereka.


"Claudia,anak pertama mu kakak saja yang memberi nama."bujuk Adam


"Tidak mau,kenapa harus kakak yang memberi nama?"


"Lebih baik kakak segera menikah supaya bisa cepat punya anak."Claudia masih kesal dengan kakaknya


"Benar,kenapa kak Adam tidak menikah saja!"Kevin menyetujui perkataan istrinya.


Adam langsung melotot pada adik iparnya itu.


"Kakak belum ketemu wanita yang pas."jawabnya.


"Wanita seperti apa sih yang pas menurut kakak?"tanya Claudia penasaran.


"Yah...?"Adam tidak bisa menjawab perkataan adiknya.


Dulu dia pernah jatuh cinta,tapi wanita itu pergi dengan pria lain dan mengkhianati nya.


Sebab itulah sampai sekarang dia malas berhubungan dengan wanita manapun dan tidak percaya akan cinta.


"Kak,jangan bilang kau...?"Claudia takut mengatakan kelanjutan nya


"Apa?"


Adam melihat wajah adiknya dan langsung mengerti dengan maksud adiknya itu.


"Jangan sembarangan!aku ini masih suka perempuan!"kata nya kesal.


Claudia mengelus dadanya dengan lega.


"Kalau begitu kenapa kakak tidak mencoba cari pacar?"tanya adiknya lagi


Claudia bangkit berdiri dengan kesal.


"Tidak mau menikah yah sudah,terus saja melajang untuk seumur hidupmu."


Dia mulai marah dan kesal dengan kakaknya,Claudia segera berlalu dan naik keatas tangga untuk kekamar lamanya.


Adam menatap kepergian Claudia sambil menunjukknya kemudian menatap Kevin dengan keheranan.


"Kenapa dia berubah jadi seperti itu?"tanya nya


"Itu biasa,akhir-akhir ini dia memang suka marah."jelas Kevin


"Aku akan kesana membujuknya"kata pria itu lagi


Kevin segera meninggalkan Adam dan menyusul istrinya.


Saat pintu kamar terbuka Kevin melihat Claudia sedang tidur diatas ranjang dan membelakanginya.


Pria itu mendekati istrinya dan duduk disisinya.


"Sayang,ada apa dengan mu?"


Kevin mengelus rambutnya tapi Claudia tidak bergeming,dia masih memejamkan matanya.


"Sayang?"panggil nya lagi


Claudia segera membalikkan badannya dan memeluk lengan suaminya.


"Aku pengen makan."katanya


"Kau lapar?mau makan apa?"tanya suaminya dengan cepat


"Tidak,aku tidak lapar."


"Lalu?"


"Aku ingin makan mangga muda."


"Ingin makan durian,kau tahu ?"


Kevin menggeleng,dia tidak tahu apa yang sedang diminta oleh istrinya.


"Oh aku juga ingin makan salak,manggis,rambutan...."


"Sebut saja semuanya!"


Kevin memijit pelipisnya,dia benar-benar tidak tahu sama sekali apa yang diminta oleh istrinya,memang dia pernah mendengar sebagian yang disebutkan oleh Claudia tadi tapi dia belum pernah melihat bentuk nya sama sekali.


Claudia segera duduk disisi Kevin dan menciumi wajah suaminya.


"Aku hanya menggoda mu."katanya


"Kau mulai nakal ya!"


Kevin memeluk tubuh istrinya dan mulai menciumi bibirnya.


Tangan nya mulai mengelus-elus perut Claudia dengan lembut.


"hmmm....."Claudia bergumam disela-sela ciuman suami nya dan berusaha mendorong tubuh Kevin.


Tapi Kevin semakin memperdalam ciuman mereka sampai Claudia mulai kelabakan.


"Sa....yang...jangan disini!"katanya dengan berat.


Tangan Kevin mulai merayap kemana-mana,Clauida semakin tidak tahan dengan sentuhan tangan suaminya.


"Kevin,jangan!"


Kevin menciumi lehernya dan membisikkan sesuatu ditelinganya.


"Sayang..aku cuma menggoda mu saja."katanya


"Apa?"


Wajah Claudia memerah,dia sangat malu dan langsung memukul lengan suaminya.


"Awas ya!"


"Jangan marah,kita lanjutkan dirumah yah."


"Tidak mau!malam ini kamu tidur sendiri!"Claudia mulai merajuk dan memalingkan wajahnya.


"Tapi..?"


"Hmm......!"Claudia hanya mendengus kesal.


"Ya sudah,kalau begitu aku akan tidur dengan sekretaris cantikku."


"Apa?"Claudia memalingkan wajahnya kembali dan melotot pada suaminya


"Siapa itu?berani kau bermain dibelakang ku?"


Kevin hanya terkekeh,dia senang melihat istrinya yang sedang cemburu.


"Menurut mu siapa sekretaris ku yang cantik?"


"Aku tidak mungkinkan tidur dengan sekretaris ku yang sekarang karena dia pria!"


Claudia langsung mengerti dengan maksud suaminya,dia tersipu malu dan kembali memalingkan wajahnya.


Kevin memeluknya dari belakang dan berbisik ditelinganya.


"I Love you honey,for ever!"


Claudia tersenyum dan memegangi lengan suaminya yang melingkar dilehernya.


Dia sangat bahagia dan dia berharap kebahagiaan itu selalu ada sampai seumur hidup mereka.