
Briant segera menghampiri Claudia dan memeluk wanita itu dengan kencang.sudah seminggu hidup tanpa Claudia membuat Briant merasa seperti orang gila.
Claudia segera memberontak dari pelukan Briant tapi percuma,tenaga nya tidak sebanding dengan tenaga Briant.dia hanya bisa berdiri mematung dalam pelukan suami nya.
"Mau bicara apa mas?"tanya nya
"Mas kangen sama kamu sayang.ikut mas pulang ya."kata Briant.tangan nya mengusap punggung Claudia dengan lembut.
"Mas,aku sudah katakan tidak akan kembali kerumah mu lagi.dan tolong,jika ada apa-apa kau bisa berbicara langsung dengan pengacara ku."
Briant melepas kan pelukan nya dan menatap mata Claudia."Mas ngak mau,apa maksud mu mengirim pengacara untuk menemui ku kemarin?"tanya nya
Claudia memutar bola mata nya malas,sudah dia duga Briant tidak akan mencerai kan nya.pantas saja pengacara yang dia minta untuk bertemu dengan Briant kembali dengan kecewa karena Briant tidak mau menemui nya.
"Mas,kau sudah punya Adelia.jadi tolong jangan serakah."
Briant menggeleng kan kepala nya."tapi aku masih cinta pada mu sayang,aku tidak mau kehilangan mu"kata pria itu
Claudia menghembus kan nafas nya frustasi,berbicara dengan Briant benar-benar membuat nya kesal.hanya berputar-putar di tempat nya tanpa menemukan titik terang.
"Tapi kau juga mencintai Adelia kan mas?"tanya Claudia
Briant hanya terdiam dan tidak berani memandang Claudia.
Claudia tersenyum dengan pahit."aku rasa pembicaraan kita sudah selesai mas,waktu ku sudah habis.aku harus segera menemui bos ku."kata nya sambil melepas kan diri dari Briant.
Claudia segera melangkah ke arah pintu untuk meninggal kan Briant,percuma berbicara pada pria itu.dia benar-benar malas menghadapi Briant.
"Walaupun aku mencintai Adelia tapi rasa cinta ku pada mu lebih besar sayang."kata Briant membuat Claudia menghentikan langkah nya
"Maaf ya mas,aku tidak suka berbagi makanan dengan anjing liar"jawab Clauida dengan sinis
"Aku harap mas mau menemui pengacara ku dan kita bisa segera berpisah.banyak lelaki di luar sana yang jauh lebih baik dari mas."kata nya lagi.
Briant mengepal kan tangan nya."Apa dia lebih baik dari ku?"tanya nya
Claudia memutar kepalanya dan menatap Briant dengan heran."Siapa yang mas maksud?"tanya nya
"Pria asing itu apa lebih baik dari ku?apa dia lebih hebat di atas ranjang dari pada aku?"tanya Briant
Claudia mengernyit kan dahi nya.apa pria yang di maksud Briant adalah atasan nya.
"Kau jangan menghina ku mas,aku bukan wanita murahan seperti yang kau kira"kata nya kesal.
Briant melangkah dengan cepat menghampiri Claudia dan menangkap pergelangan tangan nya.
"Jawab aku,apa pria asing itu lebih hebat dari pada ku di atas ranjang?"tanya nya lagi.mata nya berkilat memancar kan amarah.
"Lepas mas,kau sudah gila ya.dia itu cuma atasan ku,aku ini bukan wanita jalang."maki nya.
Briant menyeringgai dan mangangkat dagu istri nya."Aku lihat tadi kalian begitu mesra,apa kau kira aku buta?"
Claudia mengepal kan tangan nya,Briant sungguh sudah keterlaluan menghina dirinya.dia tidak pernah berbuat hal hina seperti yang dilakukan oleh Briant.
"Tolong jangan menghina ku mas,aku punya harga diri.'kata Claudia dengan sinis
Briant menyungging kan bibir nya."Apa pria itu bisa memuaskan mu?apa milik nya lebih besar dari pada punya ku?"tanya Briant lagi.
Claudia menggigit bibir bawah nya dan menahan air mata nya,sehina itu kah dia dimata Briant.
Wajah Briant langsung berubah menjadi gelap,pria itu menggertakkan gigi nya mendengar pengakuan istrinya.
Briant segera mengangkat tubuh Claudia dan membawa nya ke arah sofa,Claudia berteriak dan berusaha melepas kan diri.
"Mas,tolong jaga sikap mu"teriaknya dalam pelukan Briant.
Briant tidak perduli,nafas nya memburu karena terbakar api cemburu.saat mereka tiba di sofa Briant melempar tubuh Claudia sehingga membuat wanita itu meringis kesakitan.
Briant melepas kan dasi nya dan segera menangkap kedua tangan Claudia dan mengikat nya menggunakan dasi nya.
Tubuh Claudia bergetar ketakutan melihat wajah Briant yang sudah menjadi gelap,Claudia berusaha memohon agar Briant mau melepas kan nya.
"Briant,apa yang mau kau lakukan?"tanya nya dengan suara bergetar.
Briant mulai melepas jas nya dan membuang nya kesembarang tempat."Kau bilang pria itu lebih hebat,akan aku buktikan siapa yang lebih hebat untuk memuaskan mu."kata Briant
"Briant,jangan.aku cuma berbohong"kata Clauida Lagi
Tangan Briant mulai membuka kancing baju nya satu persatu,setelah baju nya terbuka dia segera melempar kan baju nya dan mendekati Claudia.
Claudia memandang Briant dengan ketakutan,dengan tangan yang terikat Claudia bangkit berdiri untuk melarikan diri dari hadapan Briant.
Tapi Briant segera menangkap nya dan mendorong tubuh Claudia kembali ke atas sofa.
Air mata Claudia berderai dan wajah nya terlihat pucat ketakutan.
"Mas,aku cuma asal bicara.tolong jangan lakukan ini dan lepas kan aku"mohon nya lagi
Briant hanya diam dan langsung menangkap wajah nya,Claudia berusaha mendorong tubuh Briant dengan kedua tangan nya yang terikat.
Tapi pria itu segera menangkap tangan nya ke atas dan memegang nya dengan kencang."Kau berani bermain dengan pria lain dibelakang ku,tidak akan ku biar kan."kata Briant
Claudia menggeleng kan kepala nya"Sudah aku bilang,aku hanya asal bicara.Tolong lepas kan aku"kata nya sambil terisak.
"Diam!"bentak Briant.dia segera menciumi bibir Claudia dengan paksa.Claudia mengatup kan bibir nya supaya Briant tidak bisa memasuk kan lidah nya.
Briant begitu kesal dan menggigit bibir Claudia sehingga wanita itu berteriak kesakitan.Claudia berusaha memberontak dibawah tekanan tubuh Briant.
Rok ketat pendek yang di pakai nya membuat Claudia sulit untuk bergerak,dia terus menghentak-hentak kan kaki nya berusaha sebisa mungkin.tapi usaha nya sia-sia karena Briant **** tubuhnya dan menggenggam tangannya dengan kencang.
"Tolong mas,jangan lakukan ini"pinta nya disela-sela tangisan nya.
Briant tidak perduli,tangan nya segera menarik kemeja yang sedang dipakai Claudis sehingga kancing-kancing baju itu terlepas dan jatuh berhamburan di atas lantai.
Clauida semakin ketakutan,dia tidak menyangka Briant akan berubah menjadi begitu kejam.
Nafas Briant memburu karena Nafsu,dia kembali menciumi Claudia dengan nafsu yang membara.tangan nya segera masuk ke dalam bra Claudia dan menangkup buah dada istri nya.
Claudia semakin ketakutan,dia segera menggigit lidah Briant sehingga pria itu meringis kesakitan dan menghentikan tangan nya.
Briant Memandang Claudia dengan marah,tangan nya langsung melayang dan menampar pipi wanita itu dengan kencang.
Claudia menangis merasakan sakit diwajah nya,terasa darah segar mengalir di bibir nya yang robek.
Briant **** tubuh Claudia dan melepaskan ikat pinggang dari celana nya.Claudia semakin ketakutan,dia tidak berani membayang kan apa yang akan terjadi selanjut nya.
Claudia segera berteriak dengan kencang untuk meminta pertolongan,dia berharap akan ada yang datang dan menolong dirinya.