I'm Not Barren

I'm Not Barren
Sabar



Pagi itu Claudia terburu-buru hendak pergi kekantor,karena dia sulit untuk tidur membuat nya bangun kesiangan.semalaman dia memikir kan Kevin dan pria itu tidak menghubungi nya sama sekali.


Tadi nya dia ingin menghubungi Kevin duluan,tapi dia takut jika pria itu masih marah.alhasil Claudia hanya memikirkan pria itu sepanjang malam dan membuat nya tidak bisa tidur.


Pagi itu jam sudah menunjukkan pukul tujuh sedangkan itu adalah jam kantor nya,biasa nya dia membuat sarapan dulu tapi karena tidak sempat lagi membuat Claudia memutuskan langsung berangkat saja.


Claudia segera membuka pintu rumah nya kemudian menutup kembali dan mengunci pintu itu,tidak ada waktu untuk berlalu-lama dan dia benar-benar sudah terlambat.


Saat hendak membalik kan badan nya tanpa sengaja Claudia menabrak seseorang yang berdiri dibelakang nya.


Claudia menjerit kecil dan memegangi hidung nya yang terasa sakit."Maaf."kata nya,dia segera mendongak dan melihat seorang pria yang tersenyum manis pada nya.


Briant tersenyum manis sambil memegangi bahu Claudia,sudah sedari tadi dia menunggu disana.Briant sengaja datang pagi-pagi untuk bertemu dengan Claudia dan mengantarkan wanita itu.


"Lihat,hidung mu bengkak seperti babi."goda Briant sambil terkekeh pelan dan menarik hidung Claudia.


Claudia segera mundur kebelakang dan menepis tangan Briant dari wajah nya."Pagi-pagi kenapa pria ini ada disini?"pikir nya dalam hati


"Tolong ya,jangan menyentuh ku.kita sudah tidak sedekat itu."kata nya dengan sinis


Briant menyunggingkan bibirnya dan berbisik ditelinga Claudia."Tubuh mu bagian mana yang belum aku sentuh,dari ujung kaki sampai ujung rambut mu sudah aku sentuh semua."kata nya


Claudia mengepal kan tangan nya dan wajah nya memerah karena marah,kenapa rasanya Briant sedang melucuti pakaian nya satu persatu.


"Ya,kau sudah menyentuh semua nya,lalu?"tanya nya dengan kesal.dia tidak akan kalah dengan pria itu.


"Maaf,bukan begitu maksud ku.aku hanya menggoda mu."jawab Briant


Claudia benar-benar kesal,dia tidak menggubris pria itu lagi dan langsung melangkah melewati Briant.dia sudah begitu terlambat tapi pria itu malah menghambat nya dan membuat nya tambah terlambat.


"Tunggu."kata Briant sambil memegang tangan nya.


Claudia menggeram dalam hati,kenapa pria ini selalu menahan nya.


"Tolong ya tuan Briant,aku sedang terburu-buru."kata nya kesal.


Briant kembali terkekeh"kamu benar-benar tidak berubah.aku sangat suka melihat mu marah begini,sangat menggoda."kata nya


"Ap...?"kata Claudia tertahan tidak percaya dengan perkataan pria itu.ingin rasa nya dia melemparkan sepatu nya kewajahBriant.


Saat itu tiba-tiba ponsel nya berbunyi,Claudia segera merogoh benda itu didalam tas nya dan dilihat nya ternyata Kevin menghubungi nya.


Claudia menelan ludahnya,pasti pria itu akan memaki nya karena terlambat.dengan ragu-ragu akhirnya dia menjawab panggilan dari Kevin.


"Halo pak..."jawab nya


Mendengar itu Briant sangat marah,dia tahu siapa yang dipanggil "pak" oleh Claudia dan itu membuat nya sangat cemburu.


"Maaf pak,saya sedang diperjalanan."bohong Claudia.


"Ya sudah,setelah sampai segera datang keruangan ku."kata Kevin


Claudia segera mengiyakan permintaan Kevin ,tapi sebelum dia mematikan ponsel nya Briant berteriak dibelakang nya dengan kencang.


"Dia sedang bersama ku."teriak pria itu


Claudia berbalik dan menatap tajam ke arah Briant yang berkata sembarangan.dengan cepat dia segera melemparkan tas nya ke arah Briant yang segera ditangkap oleh pria itu.seharus nya sudah sedari tadi dia lakukan melempar pria tidak tahu diri didepan nya itu.


Ponsel nya masih dia genggam dan dia lupa mematikan sambungan nya.Claudia begitu kesal dengan Briant yang tiba-tiba berteriak.dia takut Kevin mendengar teriakan Briant dan membuat pria itu salah paham.


"Briant,apa sih maksud mu?"tanya nya kesal


Briant menatap nya dengan serius dan berkata."Aku sudah bilang tidak akan menyerah,aku akan melakukan apa pun agar kau mau kembali lagi pada ku."katanya


Claudia memejam kan mata nya dan menarik nafas nya dengan panjang."Sabar Claudia,sabar.anggap saja kau sedang sial hari ini"katanya dalam hati mencoba menenangkan dirinya


Setelah merasa tenang Claudia segera membuka mata nya dan tersenyum dengan manis nya,dia segera melangkah mendekati Briant dan menaruh tangan nya dipundak pria itu.


Briant begitu senang melihat Claudia yang tersenyum padanya,apalagi wanita itu menyentuh pundaknya membuat Briant tambah senang.tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Briant segera melingkar kan tangan nya dipinggang Claudia dan tersenyum menatap wanita itu.


"Briant,kau ingin aku kembali pada mu?"tanya Claudia sambil memainkan jari-jari nya didada Briant


Briant memejamkan mata nya merasakan sentuhan tangan Claudia yang sangat dia rindukan.


"Ya.."kata nya dengan nafas yang mulai memburu


Claudia melebar kan senyum nya."Jadi,kau pikir aku akan kembali lagi pada mu?"tanya Claudia lagi.tangan nya tak henti-henti nya membelai dada bidang pria itu


Briant mengerang kecil dan segera menangkap tangan Claudia yang bermain-main di dada nya.


"Tentu saja."jawab nya dengan nafas tersengal-sengal.wanita itu dengan mudah nya membangkit kan hasrat nya.


Melihat Briant yang sudah hampir kehabisan nafas membuat Claudia semakin tersenyum lebar.


"Dalam mimpi mu,brengsek!!"teriak nya dengan kencang.Claudia segera menginjak kaki Briant dengan kencang menggunakan hak sepatu nya dan membuat pria itu berteriak kesakitan dan mengangkat satu kaki nya.


Dengan cepat pula Claudia menyambar tas nya dari tangan Briant dan melenggang meninggalkan pria itu sambil meggerutu kesal.


Walaupun di injak seperti itu tapi Briant tersenyum puas,dia tidak perduli dengan kaki nya yang terasa sakit karena dia sangat senang telah digoda oleh wanita itu.


Walaupun dia tidak berhasil pagi ini tapi dia akan terus berusaha,Briant tetap tersenyum menatap kepergian Claudia yang tidak melirik sedikit pun pada nya.


"Tunggu saja sayang!aku akan mendapat kan mu kembali,seperti dulu."kata nya.