
"Hei..."
Anabels memanggil dan melambai kan tangan nya saat melihat Kevin yang berjalan kearah nya
Anabels dan Zack sedang menunggu pria itu disebuah Cafe.
"Apa kau bertemu dengan nya?"
Tanya wanita itu
Kevin menggeleng pelan,tampak jelas kekecewaan di wajah nya.
"Apa ini teman mu?"
Tanya Zack kemudian.
"Oh..ya,honey,ini pria yang mau ditunangkan dengan ku dulu.aku sudah pernah cerita kan?."
Anabels mengenalmu calon suami nya dengan mantan tunangan nya
Zack mengulurkan tangan nya dan segera di sambut oleh Kevin.
"Zack.."pria itu menyebut kan nama nya
Kevin tersenyum dan segera duduk didepan dua sejoli itu.
"Apa yang terjadi dengan kalian?"
Tanya Anabels penasaran
"Panjang cerita nya "
Jawab Kevin
"Disingkat saja!"
Kevin menarik nafasnya dengan berat.
"Ingat waktu kejadian ditoko perhiasan?"
Anabels mengangguk
"Saat itu aku pergi kerumah nya,hari itu hari terakhir aku menemui nya."
"Apa kau tidak kembali mencari nya saat sudah mengantar ku?"
"Sudah,aku sudah menunggu nya sampai pagi tapi dia tidak kembali."
Anabels menatap pria itu dengan iba.
"Lalu kenapa dia ada di disini?"
Kevin menatap Anabels sejenak.
"Aku dengar dia punya kakak disini"
"Itu sebab nya kau kembali?"
"Yeah...aku akan berusaha mencari nya walaupun dengan petunjuk sekecil apa pun"
"Apa kau yakin dengan wanita yang kau lihat tadi honey?"
Tanya Zack yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka berdua.
Kurang lebih dia sedikit paham dengan permasalahan pria yang sedang duduk didepan nya itu.
"Aku yakin Honey"
Jawab Anabels kemudian,dia tidak mungkin salah mengenali orang.
"Apa kau tahu nama kakaknya?"
Tanya Zack lagi sambil menatap ke arah Kevin dengan serius
"Ya,siapa nama nya?siapa tau Zack mengenal nya"
"Adam Wijaya,itu yang aku tahu."
Jawab Kevin
"Adam?"
Kata Zack dengan eksperi yang sulit terbaca.
"Apa kau mengenal nya,honey?"tanya Anabels
Kevin menatap tajam pria itu,melihat eksperi Zack seperti nya pria itu tidak asing dengan nama itu.
"Siapa yang tidak tahu dengan Adam Wijaya?"
"Tapi apa kau yakin?"
Tanya Zack lagi
Kevin mengangguk dengan cepat,dia sangat yakin dan tidak bakal salah.dia juga pernah mendengar nama itu tapi dia lupa dimana dia mendengar nya.
"Jadi kau kenal?"
Tanya Anabels dengan tidak sabar nya
Zack mengangguk
"Adam Wijaya,pria asal indonesia.sekolah di inggris dengan dibiayai oleh bea siswa.punya otak cemerlang dan dalam beberapa tahun saja sudah bisa membangun perusahaan nya."
"Hampir semua pengusaha tahu dengan pria ini.'
"Tapi bukan itu yang membuat nya terkenal,pria ini terkenal kejam.jika ada orang yang tidak dia sukai maka akan dia habisi tanpa ampun"
"Bahkan aku mendengar pria ini mencabut kuku seorang pengusaha yang berani menipunya."
Anabels bergidik ngeri.bagaimana sahabatnya nanti akan menghadapi pria itu?
Kevin mendengar perkataan Zack tanpa eksperi,pantas saja seperti nya dia pernah mendengar nama itu.
Tapi untuk mendapatkan wanita yang dia cintai,dia tidak akan takut melawan siapa pun.
"Apa kau tahu dimana pria ini tinggal?"
Tanya Kevin dengan tidak sabar nya.
"Tentu aku tahu,aku dan Adam adalah sahabat sejak kuliah."jawab Zack
"Jadi bisa kau membawa Kevin untuk menemui nya?"
Tanya Anabels dengan penuh sangat.
Zack tersenyum dan membelai ujung kapala wanita itu dengan lembut.
"Tentu saja,aku akan membawa mu menemui nya jika ada waktu."jawab pria itu
"Kapan?"tanya Kevin dengan tidak sabar.
"Tenang saja,aku akan segera menghubungi nya dan mengajak nya untuk bertemu"
"Tapi jika tidak bisa kau tidak perlu khawatir,dia pasti akan datang kepesta pernikahan kami."
"Pada hari itu,aku akan mengenal kan mu pada nya."kata Zack lagi.
Kevin mengangguk.
"Terima kasih."kata pria itu
"No problem" jawab Zack kemudian.
Kevin merasa sangat lega,sedikit lagi,jika dia bisa bertemu dengan Adam maka dia akan bertemu dengan Claudia.
.
.
.
.
Sedangkan Saat itu Claudia sedang berada dikamar mandi sedang memegang alat tes kehamilan dengan perasaan cemas.
Alat itu dia beli tadi saat hendak pulang,tanpa sengaja dia melihat sebuah apotek.
Wanita itu segera meminta supir pribadi kakaknya untuk menghentikan kendaraan itu sebentar.
Claudia menarik nafas nya dengan panjang dan memejamkan mata nya sejenak,dia harus menyiap kan hati untuk melihat hasil alat tes itu.
Wanita itu menutup mulutnya tidak percaya saat melihat dua garis merah yang ada dialat tes itu.
Claudia membolak balikkan alat itu berharap jika dia salah lihat,tapi alat tes itu tetap menunjukkan dua garis merah yang tidak akan berubah sama sekali.
Wanita itu segera meletakkan benda itu di atas wastafel,dia sangat kaget mengetahui dirinya hamil anak Kevin.
Dia mulai takut,apa yang harus dia lakukan sekarang?
Apa dia harus kembali ke indonesia untuk memberi tahukan hal itu pada Kevin.
Claudia menggeleng pelan,tangan nya mulai meraba perutnya.entah dia harus sedih atau gembira sekarang.
Dulu mantan ibu mertua nya mengatai nya mandul dan ternyata.....
Claudia menghapus air mata nya yang jatuh dikedua mata nya.air mata nya adalah air mata sedih dan bahagia baginya.
Dia sedih karena Kevin sudah punya wanita lain dan tidak mungkin bersama dengan nya lagi.
Tapi dia juga gembira ternyata dia bisa hamil,itu yang sejak dulu dia impikan.
Claudia keluar dari kamar mandi dengan lemas.
"Bagaimana jika kak Adam tahu?"
"Bagaimana jika kak Adam meminta ku mengugurkan bayi ini?"
Pikirnya takut.
Claudia menarik nafasnya,seperti nya dia harus kembali ke indonesia.
Jika Kevin sudah punya wanita lain ya sudahlah,dia akan melahirkan anak nya dan membesar kan nya sendirian.
Claudia keluar dari kamar itu,dia harus berbicara dengan Adam.
Wanita itu menuruni anak tangga dengan hati-hati.dia sudah tahu jika dia sedang hamil maka dia akan mulai hati-hati dan menjaga kandungan nya.
Dia mencari Adam diruang tamu,tapi pria itu tidak ada.dia juga mencari dikamar nya tapi pria itu juga tidak ada.
Asisten pribadi kakaknya mengatakan jika Adam sedang diruang kerja nya.
Claudia masuk kedalam ruangan itu tapi Adam juga tidak ada.
Wanita itu merasa kecewa,dia hendak berbalik untuk keluar dari ruangan itu tapi mata nya menangkap sebuah map yang tersimpan diatas meja.
Itu hanya map biasa tapi entah kenapa dia sangat penasaran dengan map itu.
Claudia menghampiri meja,dia benar-benar sangat penasaran dengan isi map itu.
Wanita itu dengan pelan membuka map itu dan matanya terbelalak kaget saat melihat isi nya.
Dicengkram nya benda itu dengan kencang dan dengan cepat wanita itu berjalan keluar dari ruangan itu.
"Kak...kak.Adam."teriaknya