I'm Not Barren

I'm Not Barren
Hari perceraian.



Dua bulan kemudian,Claudia menatap gedung pengadilan dari sebuah cafe disebrang jalan dimana dia sedang duduk saat ini.Hari ini dia berdandan dengan cantiknya untuk mengakhiri hubungan nya dengan Briant.


Ya..hari ini adalah hari perceraian nya dan sebenar lagi dia akan segera menyadang status baru dan dia sudah tidak sabar untuk mendengar keputusan dari hakim.


Masih ada waktu sebelum sidang perceraian nya di mulai.dia sengaja datang lebih cepat dari pada pengacara nya dan memutus kan menunggu disebuah cafe dekat gedung pengadilan itu.


Claudia memejam kan mata nya sejenak dan teringat kembali dua bulan yang lalu saat dia berlari meninggal kan Briant dikantor polisi.


Saat itu dia tidak kembali kekantor nya tetapi langsung kembali kerumah,Claudia tidak ingin menjadi pusat perhatian dan ingin menangis sepuas nya untuk menenangkan diri.walaupun dia mengingin kan perceraian itu tapi tetap saja dia hanya wanita lemah yang tidak bisa menahan kesedihan saat menghadapi perpisahan.


Dia kembali ke rumah untuk menumpah kan semua air mata nya,dan saat itu Kevin datang untuk menghibur dirinya.


Dia bahkan lupa jika telah meninggal kan pria itu disana,Kevin datang dan memeluk nya sehingga dia menangis dengan kencang dalam pelukan pria itu.dengan adanya Kevin membuat kesedihan nya berkurang saat itu.


Selama dua bulan tentu saja dia lewati dengan tidak mudah,bagai mana pun perpisahan tetap lah menyakitkan.


Minggu pertama dia terus menangisi kehancuran rumah tangga nya,tapi beruntung nya dia punya sahabat yang selalu datang menemani nya.


Ditambah bos nya yang begitu perhatian mau menghibur nya sampai Clauida tidak mengerti kenapa pria itu begitu baik pada nya.


Setiap akhir pekan Kevin selalu datang kerumah nya membawakan makanan untuk nya,pria itu selalu bertanya dengan proses perceraian yang akan dia hadapi dan menawar kan bantuan.


Tapi Claudia menolak,bagi nya Kevin sudah terlalu baik sampai melewati batas seorang atasan dan bawahan.padahal dia cuma pegawai tapi entah kenapa Kevin mau melakukan semua itu untuk membantu nya.


Setelah merasa sudah lebih baik,Claudia segera menyiap kan berkas-berkas peceraiaan nya.dan tentu saja dia menyerahkan seluruh nya kepada seorang pengacara supaya proses perceraian nya dapat berjalan dengan lancar.


Untung nya Briant sudah tidak menolak menceraikan dirinya sehingga proses perceraian itu dapat berjalan dengan lancar.


Dia tidak meminta apapun dari Briant tapi pria itu tetap memberikan hak nya selama menjadi istri nya.


Melalui pengacara yang di bayar oleh Briant,pria itu memberikan harta gono gini untuk nya.


Semula Claudia tidak ingin menerima itu.tapi setelah dia pikir-pikir dengan matang akhirnya Claudia memutus kan mengambil hak nya,bagaiamana pun hidup terus berjalan dan mungkin banyak rintangan yang akan dia alami didepan sana.dia sudah tidak ada tumpuan lagi jika mengalami kesulitan,karena selama ini dia selalu mengandal kan Briant.


Tapi kini Dengan berpisah nya mereka,tempat untuk nya bersandar sudah tidak ada lagi.Dengan uang yang Briant berikan maka dia akan punya cukup tabungan untuk menikmati hidup nya kedepan,bagaimana pun itu adalah hak nya dan tidak ada salah nya Claudia mengambil hak milik nya.


Dia mengambil ponsel nya didalam tas,Claudia tersenyum saat membaca pesan dari teman-teman nya yang memberikan dukungan untuk nya hari ini.


Tampak juga Kevin mengirim kan sebuah pesan untuk nya."Berjuang lah,kau wanita hebat"kata Kevin dalan isi pesan nya.


Claudia kembali tersenyum dan membalas pesan dari bos nya itu.hari ini dia sudah meminta ijin untuk tidak bekerja dan tentu saja bos nya memberikan ijin untuk nya.


"Terima kasih pak,semua ini berkat anda."katanya.


Claudia memasukkan ponsel nya kedalam tas dan kembali memalingkan wajah nya dan menatap gedung pengadilan di seberang nya,tampak Pengacara nya sudah datang dan menunggu nya di sana.


Claudia menarik nafas nya panjang,tadi nya dia enggan datang ke sidang itu.tapi dia telah bertekad untuk melepas kan semua nya dan supaya hidup nya tidak selalu di bayang-bayangi oleh Briant.maka dia memberani kan diri untuk menghadapi nya.


Tidak berapa lama terlihat pula Briant dengan ibu nya telah tiba di gedung pengadilan itu,Claudia menyungging kan bibir nya sejenak.


Melihat pria itu lagi rasanya dia sudah bisa menerima semua yang terjadi,bagi nya sebentar lagi Briant akan segera menjadi masa lalu nya.


Claudia segera bangkit berdiri dan meraih tas nya.dia berjalan kearah pintu keluar Cafe itu dengan wajah berseri.


Dia mendekati gedung itu sambil berjalan dengan angkuh melewati Briant dan ibu nya yang masih berdiri didepan gedung itu.


Briant melihat Claudia yang melewati nya tanpa melirik kearah nya dan memanggil nya,wanita itu tidak menunjukkan wajah sedih sama sekali.


Malah dia tersenyum manis saat berbicara dengan pengacara nya yang berada didekat mereka.Wajah nya tampak berseri dan bertambah cantik dibanding beberapa bulan lalu.


Briant mengepalkan tangan nya dan kembali menyesali diri,tapi sudah terlambat.sidang perceraian mereka sebentar lagi akan di mulai.


Saat tiba waktu nya mereka masuk bersama kedalam ruang sidang untuk segera mengakhiri hubungan mereka.


Sidang itu berjalan dengan lancar dan tidak memakan waktu yang lama,setelah hakim mengetuk kan palu nya ingin rasanya Claudia menari dengan gembira disana.


Saat sidang telah berakhir,Wanita itu terus tersenyum dan melangkah keluar dari tempat itu.sedang kan Briant tertunduk dengan lesu saat hubungan nya dengan Claudia berakhir.


Claudia melangkah dengan pasti tanpa beban lagi."Selamat tinggal masa lalu ku,Selamat datang masa depan ku"kata nya dalam hati saat dia pergi meninggal kan Briant dan ibu nya yang masih berdiri didepan gedung itu menatap heran ke arahnya yang tampak bahagia.