I'm Not Barren

I'm Not Barren
Rencana



"Hei...apa liburan mu menyenangkan?"tanya seorang pria saat Adam masuk kedalam ruangan yang biasa digunakan nya untuk mengadakan pertemuan atau membicarakan bisnis dengan rekannya.


Pria itu adalah Ben sahabat nya,pria itu lah yang dia hubungi untuk membalaskan dendam adik nya.


Selama ini Ben lah yang berperan penting untuk menghancurkan orang-orang yang tidak disukai nya.


Adam cukup memberi perintah pada pria itu dan Ben akan menghancurkan sasaran tanpa ampun.tapi jika dia begitu kesal maka dia akan turun tangan sendiri.


"Aku ada urusan,jadi sekalian liburan."jawab Adam


"Mana adik mu?apa kau tidak mau mengenal kan nya padaku?"tanya Ben lagi


"Tidak untuk psikopat seperti mu."


Ben tertawa terbahak-bahak."Aku rasa disinilah kau yang psikopat,Adam."kata nya


Ben teringat beberapa waktu lalu ada seorang pengusaha menipu dan melarikan uang Adam,pria itu tidak tinggal diam dan mencari orang itu dan menyekap nya.


Adam bahkan mencabut kuku-kuku jari pria itu tanpa ampun,saat melihat itu Ben bergidik ngeri.


Walaupun Adam selalu memerintah kan nya untuk menghancurkan musuh-musuh nya tapi Ben selalu memakai cara halus,tidak sampai melukai orang.


Tapi Adam benar-benar mengerikan,pria itu bahkan tertawa saat mencabut kuku-kuku jari musuhnya.


"Bagaimana dengan yang ku perintah kan?"tanya Adam.


Ben mengambil sebuah map yang dia letakkan di atas meja dan memberikan nya kepada Adam.


"Aku sudah menyelidiki semua nya."katanya


"Belum lama ini istri yang dinikahi nya dengan diam-diam ditangkap karena menggunakan obat-obatan dan menjadi pengedar internasional."


"Menurut informan yang aku bayar,sebentar lagi istrinya akan di hukum mati."


Adam menggenggam map yang dipegangnya dengan kencang"pria bodoh berani nya mengkhianati adik ku demi wanita jalang."pikirnya dalam hati


Tapi kemudian pria itu menyungging kan bibir nya"Tapi pria bodoh itu mulai hancur sebelum aku turun tangan."pikirnya lagi


"Jadi apa yang akan kau lakukan pada mantan adik ipar mu ini?"


"Apa kau mau memotong jari nya?"tanya Ben lagi


Adam semakin melebarkan senyum nya membuat Ben merinding ngeri,entah apa yang sedang dalam pikiran pria itu.


"Hei..jangan bilang...."kata Ben tertahan


"Apa?"tanya Adam dengan dingin.


"Jangan bilang kau ingin memotong **** pria ini."kata Ben.membayangkan nya saja sudah benar-benar membuatnya merinding.


Adam tertawa mendengar perkataan teman nya itu,padahal tidak ada terbesit sama sekali ide seperti itu.


"Tidak,kali ini aku serahkan pada mu."kata nya disela-sela tawa nya.


"Tapi jika kau gagal,kau bisa melakukan seperti perkataan mu."kata nya lagi


Ben menelan ludah nya"Dasar pria kejam"katanya


Adam terkekeh dan berkata:


"Jika aku tidak kejam,aku tidak akan bisa membangun perusahaan ku."


"Jadi apa yang harus aku lakukan?apa kau ingin aku menghancurkan perusahaan nya"tanya Ben


"Kemari"panggil Adam


Ben mendekat dan Adam membisikkan sesuatu ditelinga nya.


"Kau yakin?"tanya Ben setelah mendengar ide pria itu.


Adam mengangguk yakin,pokok nya dia tidak akan melepaskan orang yang telah berani menghina adiknya.


Ben menarik nafas nya dengan berat,teman nya itu benar-benar.....gila..!


"Aku rasa lebih baik memotong **** nya dari pada melakukan ide mu ini"keluh nya


"Lakukan saja,jangan banyak mengeluh.ingat,aku ingin semua berjalan dengan mulus.jika pria itu tidak bisa dipancing maka kau bisa memotong **** nya."kata Adam


"Oh...aku lupa dengan adik ku.pembicaraan kita sampai disini saja."


"Ingat,jangan sampai adik ku tahu tentang pembicaraan kita ini."katanya lagi


"Siap bos!"jawab Ben.


Setelah selesai dengan pembicaraan mereka Ben pun pamit,dia harus segera mencari orang untuk melakukan rencana Adam.


Setelah kepergian Ben,asisten pribadi nya mendekati nya dan menyodorkan sebuah kartu undangan pada nya.


"Bos,ada undangan untuk anda."kata asisten pribadi nya


"Dari siapa?"tanya nya


"Teman lama anda tuan."jawab Asisten nya


"Oh baik lah."


Adam mengambil kartu undangan dari tangan asisten nya,pria itu membuka kartu undangan itu dan membaca nya sejenak.


"Simpan diruangan ku"perintah nya setelah membaca nya.


"Siap tuan."


Asisten pribadi pria itu segera undur diri dan masuk kedalam ruang kerja atasan nya untuk menyimpan kartu undangan itu.


Adam segera melangkah kedalam dapur nya dan memerintahkan pelayan untuk memasak makanan untuk Claudia.


Karena tadi Claudia muntah pasti saat ini adiknya itu sudah lapar.


Setelah itu Adam segera naik kelantai atas dan menuju kesebuah kamar dimana Adik nya berada.


Pria itu mengetuk pintu kamar itu dan memanggil nama adik nya dengan pelan,tidak berapa lama Claudia membuka pintu itu dan muncul dari balik pintu.


"Kak.."panggilnya.


Dia terlihat segar karena sehabis mandi dan sudah berganti pakaian.


"Apa kau baik-baik saja?"tanya Adam.


"Yeah..aku sudah baik-baik saja."jawab nya


"Kenapa kau tidak tidur saja?"tanya pria itu lagi


"Aku tidak bisa tidur kak."


"Boleh aku masuk?"


Claudia mengangguk,Adam segera masuk kedalam kamar itu dan duduk di sisi ranjang,dia melihat barang-barang adik nya yang berantakan dan berkata:


"Kau tidak perlu melakukan ini,aku akan panggilkan pelayan untuk membantu mu."katanya


"Tidak perlu kak,aku bisa sendiri kok."jawab nya sambil tersenyum manis.


Adam sangat senang melihat adiknya itu,saat mereka berlibur kebali Claudia selalu menunjukkan wajah sedih dan selalu murung.


Entah apa yang sedang dipikirkan wanita itu,Adam menebak jika Claudia masih memikirkan Briant dan sakit hati dengan pria itu.


Tapi melihat wanita itu tersenyum dengan manisnya membuat perasaan nya sangat senang,dia telah bersumpah pada ayah dan ibu nya untuk menjaga Claudia dengan baik.


Itu lah sebab nya dia tidak akan membiarkan dan melepaskan siapapun yang berani membuat senyum adiknya itu hilang.


"Apa kau sudah lapar?"tanya Adam


"ya..."jawab Claudia singkat.wanita itu sibuk menata barang-barangnya kedalam lemari pakaian.


"Aku sudah memerintahkan pelayan untuk menyiap kan makanan,tunggulah sebentar lagi."


Claudia menghentikan kegiatan nya dan segera duduk disamping kakak nya itu.wanita itu dengan manja memeluk tubuh kakaknya.


"Aku sayang kakak."bisik nya pelan.


Adam tersenyum mendengar nya,di elus nya puncak kepala adik nya itu dengan lembut.


"Kakak juga sangat sayang pada mu."kata pria itu