
Kevin sangat gelisah di rumah nya,sudah hampir sejam lebih dia menunggu Claudia tapi wanita itu belum juga datang.
Saat di hubungi pun Claudia tidak menjawab panggilan nya membuat Kevin tambah Khawatir,dia segera meraih kunci mobilnya untuk menuju rumah wanita itu.
Sedari tadi dia sudah memikirkan hal-hal yang tidak-tidak,entah kenapa rasa khawatir nya begitu besar pada wanita itu.
Tapi saat dia tiba dirumah Claudia,Kevin mendapati rumah itu kosong dan seperti nya Claudia sudah pergi.
Bukan nya lega dia malah tambah khawatir, takut jika Claudia mengalami kecelakaan di jalan,baru saja dia mau menghubungi kembali wanita itu pesan whatsapp di ponsel nya berbunyi.
Dengan Cepat Kevin menyalakan ponsel nya dan membaca pesan itu."maaf pak,saya ngak jadi lembur"isi pesan whatsapp itu yang ternyata dikirim kan oleh Claudia.
Kevin bernafas dengan lega karena wanita itu baik-baik saja,tapi dia ingin tahu kemana wanita itu pergi dan membatalkan lemburnya.
Saat mendapat jawaban dari Claudia dia sangat kesal karena wanita itu berbohong pada nya,tapi tidak berapa lama Claudia mengirim kan sebuah alamat Cafe yang terletak disebuah mall yang ternyata tidak begitu jauh dari apartemen nya.
Dengan cepat Kevin melajukan mobilnya untuk menuju tempat itu,setelah sampai dan melemparkan kunci mobil nya kepada petugas valet parking dia segera melangkah kan kaki nya yang panjang untuk menuju ke cafe itu.
Betapa kesal nya dia saat melihat Claudia dengan teman-teman nya sedang duduk berharap dengan beberapa pria.
Kevin mengepal kan tangan nya dan menghampiri wanita"miliknya" itu dengan cepat,dia mendengar sedikit pembicaraan mereka untuk pergi menonton.
Dia juga mendengar Claudia menolak ajakan teman nya.
"Aku ngak ikut deh."tolak Claudia
"Kenapa?"tanya pria yang sedang duduk didepan wanita itu.
"Karena dia mau pergi dengan ku!"kata Kevin dengan nada kesal.
Semua mata langsung tertuju pada nya,Nana dan Mary menatap bos nya itu dengan heran.dalam hati mereka bertanya kenapa bos nya bisa ada disana.
Tapi saat semua masih bingung menatap nya Kevin langsung menarik tangan Claudia dengan kencang sehingga wanita itu langsung bangkit dari duduk nya.
Dengan cepat dia menarik tangan wanita itu untuk menjauh dari sana,Nana dan mary saling pandang dan tentu saja dalam hati mereka penuh dengan sejuta tanda tanya.
"Pak,lepasin dong."pinta Claudia karena tubuhnya seperti diseret oleh pria itu.
Kevin tidak menggubris dan terus menarik Claudia menjauh dari Cafe itu.
"Pak...lepasin!kaki ku sakit nih."keluh Claudia lagi
Mendengar itu Kevin segera menghentikan langkah nya dan memutar tubuh nya sehingga berhadapan dengan Claudia.
"Sedang apa kau dengan para pria itu?"tanya nya dengan nada kesal.dia sangat marah dan cemburu melihat wanita yang disukai nya sedang bersama dengan pria lain,walaupun nyata nya Caludia sedang tidak sendirian.
"Oh itu...kencan."jawab Claudia singkat,walaupun itu bukan kencan nya tapi dia tidak menyangka dengan perkataan nya membuat Kevin tambah marah dan cemburu.
Pria itu segera menarik tangan nya sehingga dalam sekejap Claudia sudah berada dalam pelukan Kevin.
Sebelum Claudia bisa berkata apa-apa Kevin langsung melumat bibir nya,mata Claudia membulat dan sangat kaget dengan perlakuan bos nya,dia berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Kevin tapi pria itu memeluk nya dengan kencang.
"Mmmm...."gumam Claudia disela-sela ciuman Kevin,dia terus berusaha melepas kan diri dan memukul dada Kevin.
Claudia sangat malu dicium tiba-tiba seperti itu,Ditambah dengan orang-orang yang melirik ke arah mereka,Claudia memejam kan mata nya menahan malu yang teramat sangat,ingin rasa nya dia berlari dari tempat itu.
Kevin melepaskan ciuman nya dan mengusap wajah Claudia dengan lembut.
Claudia hanya menundukkan kepalanya tidak berani melihat pria itu,dia sangat malu dan tidak tahu harus berbuat apa.
Kevin segera merangkul pundak Claudia dan membawa nya pergi dari sana,dia tidak perduli dengan orang yang berbisik-bisik membicarakan mereka.
Claudia mengikuti pria itu dengan linglung sampai di mobil nya sambil menundukkan kepalanya,saat sudah didalam mobil Claudia masih saja tidak percaya dengan apa yang baru saja dialami nya.
Ingin mati rasanya dicium didepan umum dan Claudia belum pernah melakukan itu dengan mantan suami nya.
Kevin masuk kedalam mobil dan menyalahkan mesin mobil itu dengan cuek seolah-olah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.
Claudia masih merasa linglung dan hanya diam seribu bahasa.
Kevin hanya melirik ke arah nya sebentar dan segera menginjak gas mobil nya,tidak butuh waktu lama untuk sampai ke apartemen nya karena jarak dari mall itu sangatlah dekat dengan apartemen nya.
Saat sudah tiba Dia segera menarik tangan Claudia hingga mereka masuk kedalam apartemen nya dan menduduk kan wanita itu di atas sofa.
"Hei..apa kau baik-baik saja?"tanya kevin sambil menyentuh pundak Claudia dengan lembut.
Claudi tersadar dan segera menutup wajah nya yang merah padam.
"Pak...ke...kenapa kau mencium ku?"tanya nya dengan pelan
Kevin berjongkok didepan nya dan menyandar kan dahi nya ke atas lutut Claudia,dia menghela nafas nya sejenak dan berkata."Maaf..aku begitu cemburu sampai tidak bisa mengendalikan diri ku."
Claudia melihat pria itu yang tampak frustasi,tangan nya segera menyentuh ujung kepala Kevin dengan lembut.
"Pak..bangun.jangan seperti ini."katanya dengan tidak enak hati
Kevin mengangkat kepalanya dan menatap dengan lekat wanita yang sudah membuat nya hampir gila itu.
"Kenapa?"tanya nya
"Kenapa kau malah pergi kencan dengan pria lain sedangkan kau tidak membalas perasaan ku?"
"Apa kau sama sekali tidak tertarik padaku?"tanya nya lagi
Claudia menelan ludah nya dan menatap pria itu yang terlihat begitu serius.
"Pak..aku..."katanya ragu-ragu
Kevin memegang kedua tangan nya dan pengecup nya pelan."Lihat aku...apa aku terlihat sedang bercanda?aku ini sangat serius pada mu."katanya lagi
"Pak..bukan begitu.."
"Lalu?"tanya Kevin memotong perkataan Claudia.
"Aku..aku sudah bilang,aku tidak pantas untuk bapak."kata nya
Kevin melepas kan tangan Claudia dan segera bangkit berdiri,rasa nya dia sudah mulai gila menghadapi situasi ini.bagaimana cara nya untuk meyakinkan wanita ini,pikirnya
"Terserah kamu mau percaya atau tidak,tapi perasaan ku ini sungguh-sungguh dan aku tidak pernah main-main."
"Kau mau bilang pantas atau tidak aku tidak perduli,aku sangat serius pada mu dan aku tidak akan menyerah begitu saja."kata nya lagi
Kevin segera melangkah masuk kedalam kamar nya meninggal kan Claudia sendirian diruang tamu.wanita itu hanya bisa terdiam menatap kepergian pria itu dengan perasaan yang campur aduk.