I'm Not Barren

I'm Not Barren
Dahaga



Dua hari kemudian,Adelia meringkuk diatas ranjang nya menahan dahaga ditubuh nya,bukan dahaga akan air yang sedang ditahan nya,tapi dia sedang menahan keinginan nya untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang.


Kepala Adelia terasa sakit san tubuh nya mulai menggigil.selama dua hari Briant benar-benar tidak memberikan nya uang sehingga Adelia tidak bisa membeli barang terlarang itu.


Beruntung nya sudah beberapa hari ini Briant berangkat pagi-pagi,dia tidak memusingkan kemana Brint pergi karena dia masih kesal dengan pria itu yang telah memblokir kartu nya.


Hari ini dia sangat bersyukur karena Briant telah pergi sebelum matahari terbit,Adelia memeluk diri nya dan bibir nya mulai bergetar tidak karuan.


Sudah hampir tiga jam seperti itu dan rasa dahaga nya semakin menjadi.dengan tubuh bergetar dia berusaha bangun dari tidur nya dan meraih ponsel nya.


Dengan susah payah pula Adelia membuka ponsel nya,dengan jari yang bergetar dia berusaha mengetik beberapa kata dilayar ponsel nya.


Hingus nya mulai keluar dari hidung nya dan dia menyeka nya dengan tangan yang terus bergetar.


"Tolong pinjami aku uang."itu lah kata-kata yang dia tulis dilayar ponsel nya dan segera dia kirim kan kesahabat nya.


Tidak berapa lama ponsel nya berbunyi dan Adelia segera membaca isi pesan whatsapp itu."Maaf Del,aku sibuk dan sedang tidak punya uang."kata teman nya


Tidak berputus asa dia segera mengirimkan beberapa pesan whatsapp yang sama kepada beberapa teman nya,Adelia berharap teman-teman nya mau membantu nya kali ini.


Tapi semua teman-teman nya mengirimkan pesan yang sama pada nya.


Adelia menggerutu kesal,padahal baru dua hari dia tidak pergi dengan sahabat-sahabat nya itu tapi mereka begitu cepat berubah.


"Dasar jalang-jalang sialan."maki nya dengan kasar sambil melemparkan ponsel nya.


"Tidak tahu berterima kasih."omel nya lagi.setiap dia pergi dengan sahabat-sahabat nya itu Adelia selalu membayar semua yang mereka ingin kan


Tapi disaat dia mengalami kesulitan semua sahabat nya itu tidak ada yang mau membantu nya.


Adelia membungkus dirinya dengan selimut dan mulai mengigit-gigit kuku nya,dia mulai sedikit berhalusinasi dan berbicara tidak jelas.


Dengan susah payah dia merangkak menuju kamar mandi,dia berpikir dengan mengguyur dirinya dengan air dingin akan membuat kondisi nya lebih baik.


Adelia menarik tubuh nya dengan susah payah,jarak kamar mandi yang begitu dekat entah kenapa rasa nya ber mil-mil jauh nya.


Dia terus menarik tubuh nya yang mulai terasa berat bagai ditimpa oleh batu besar,tapi dia tidak menyerah,bagaimana pun cara nya dia harus masuk kedalam kamar mandi.


Setelah melewati beberapa jam akhirnya Adelia sampai juga kekamar mandi,masih dengan menarik tubuh nya yang semakin bergetar hebat dia langsung menyalakan shower sehingga air dingin langsung mengguyur tubuh nya.


Tapi air itu tidak juga menghilangkan dahaga nya,sekarang tubuh nya malah tambah menggigil kedinginan.


Adelia mengumpat marah dan mulai membentur kan diri nya didinding kamar mandi berkali-kali.


Tanpa sengaja dia menyenggol sebuah vas bunga yang menjadi penghias kamar mandi sampai pecah,dia melihat vas bunga yang pecah itu dan segera memungut serpihan nya dilantai dengan tangan bergetar.


Adelia memejam kan mata nya sejenak,lalu dengan cepat menggores kan benda itu di pergelangan tangan nya


Adelia menjerit dan darah segar langsung mengucur keluar dari nadi nya,dengan cepat pula dia langsung menghisap darah nya yang terus keluar dari pergelangan tangan nya.


Setelah merasa lebih baik,Adelia segera mencari obat dan perban dikotak p3k yang tergantung didinding kamar mandi untuk menutupi luka nya.


Adelia bernafas dengan lega,setidak nya keinginan nya untuk mengkonsumsi obat sudah dipenuhi nya.


Tapi itu hanya untuk sementara,bagaimana pun cara nya hari ini dia harus mendapat kan benda itu.


Adelia segera membersihkan diri nya,tubuh nya memar memar karena dia membenturkan diri nya beberapa kali,tapi dia sangat bersyukur,kalau tidak dia tidak akan menyenggol vas bunga itu dan mendapat kan cara untuk menahan keinginan nya.


Setelah selesai mandi,Adelia segera memakai pakaian nya dan meraih ponsel nya yang dia lempar kan diatas ranjang.


Dia juga mengambil beberapa pakaian didalam lemari dan memasukkan nya kedalam tas,untuk sementara dia harus pergi dulu dari sana sampai goresan ditangan nya sembuh.


Dengan mengendap-endap dia keluar dari kamar nya dan mulai menuruni anak tangga dengan hati-hati.


Jika ibu mertua nya melihat nya saat itu,wanita paruh baya itu pasti akan curiga.keadaan nya benar-benar kacau,mata nya masih merah dan tubuh nya masih menggigil.


Belum lagi luka ditagan nya,Adelia sengaja menggunakan kemeja panjang untuk menutupi luka dipergelangan tangan nya.


Saat sudah berada dibawah dia bernafas lega ibu mertua nya tidak ada,wanita paruh baya itu sedang sibuk didapur sedang memasak sesuatu.


Adelia membuka pintu rumah itu pelan-pelan supaya tidak menimbulkan suara,tapi saat dia hendak melangkah keluar tubuh nya menabrak seseorang.


"Mau kemana mengendap-ngendap seperti itu?"tanya Briant.


Dia kembali kerumah untuk menjemput ibu dan pergi kesuatu tempat,tapi dia malah mendapati Adelia dengan tampang aneh dan mengendap-endap hendak keluar dari rumah.


"Anu..Briant.aku mau pergi menjenguk ibu ku yang sakit."kata nya dengan ragu-ragu.


Briant melihat wanita itu yang membuang wajah nya dan tidak berani melihat nya,jelas sekali wanita itu sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu.


"Ya sudah,pergi sana."kata Briant.


Adelia tersenyum dan memeluk tubuh Briant sejenak."terima kasih,setelah ibu ku sembuh aku akan segera kembali.''kata nya


Briant hanya mengangguk pelan,kali ini dia pasti akan mendapat kan bukti apa yang dilakukan wanita itu diluar.


Adelia tanpa menaruh curiga sama sekali langsung memacu mobil meninggal kan Briant,dia sangat bersyukur Briant tidak menahan nya dan langsung mengijinkan nya.


"Sepertinya keberuntungan masih memihak ku."pikir Adelia.


Setelah kepergian Adelia,Briant segera mengambil ponsel nya disaku celana.dengan cepat dia menghubungi seseorang.


"Ikuti mobil bernomor xxx,aku ingin kau mengambil foto semua yang dilakukan nya."kata nya


Dia memang sengaja membiar kan Adelia pergi,dengan mata-mata yang dibayar nya kali ini pasti bisa membuka kedok Adelia.