
"Claudia...Claudia...Claudia."panggil Kevin dengan kencang membuat Claudia sadar dari lamunan nya.
Saat ini Claudia berada dirumah bos nya untuk memeriksa laporan yang sedang bermasalah.tapi karena kemunculan Briant barusan membuat Claudia melamun dan tidak fokus dengan pekerjaan nya.
"Iya pak,ada apa?"tanya nya
Kevin melotot pada nya dengan kesal.sebenarnya dia melihat dari mobilnya jika mantan suami Claudia datang dan berbicara dengan wanita itu sebentar.
Dia sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan,ditambah Clauida hanya melamun sepanjang waktu.
Dia sangat marah dan tentu saja cemburu,lagi-lagi pria itu datang untuk menemui Claudia.didalam hati kecil nya takut jika Claudia mau menerima kembali mantan suami nya.
"Aku sedari tadi bicara padamu apa kau tidak dengar?"tanya nya dengan kesal.
"Ma..maaf pak.tadi bapak ngomong apa?"tanya Claudia.
Kevin menghembus kan nafas nya dengan berat."Sudahlah,mungkin kau lelah.sebaik nya istirahat dulu."katanya
"Tidak apa-apa pak.maaf saya melamun."kata Claudia dengan tidak enak hati.
"Sudah lah,sebaik nya istirahat dulu.apa kau mau makan sesuatu?"tanya pria itu
Claudia mengangguk pelan dan menutup map didepan nya."ini sudah malam sebaik nya aku pulang saja."katanya
Kevin melirik kearah nya sejenak."Kau boleh pulang setelah makan malam."
"Tidak perlu pak,aku bisa makan dirumah."tolak nya
Pria itu segera bangkit berdiri dan meraih ponsel nya.
"Bapak mau ngapain?"tanya Claudia.
"Pesan makanan.atau kau lebih suka kita makan diluar?"tanya pria itu
Claudia menggeleng pelan."ngak pak,aku mau pulang aja dan makan dirumah.sayang makanan yang aku masak"katanya
"Kau bisa masak?"
Claudia menggangguk kan kepala nya.
"Ya sudah,kalau begitu masakin buat ku."
"Jangan pak,saya baru belajar dan masakan ku ngak enak."tolak nya
"Tidak apa-apa.aku ingin mencoba nya."kata Kevin
Claudia dengan terpaksa bangkit berdiri dan mengikuti Kevin ke arah dapur,sesungguh nya dia tidak tahu harus masak apa.
"Kau bisa masak apa pun yang kau bisa."kata Kevin saat mereka sudah tiba didapurnya yang luas.
Claudia melihat sebuah kulkas yang besar dan melangkah ke arah kulkas itu,saat membuka kulkas itu dia sangat kaget.didalam nya penuh dengan sayuran.
"Bapak bisa masak?"tanya nya
"Yah,itu hobi ku."ujar Kevin yang sudah duduk dikursi sambil memperhatikan nya.
Claudia tercengang,pria itu tidak bisa dinilai dari penampilan nya.dia mengira Kevin orang yang suka makan direstoran mewah dari pada makanan rumahan.
"Bapak lucu ya,jago masak tapi malah meminta saya yang amatiran ini untuk masak,apa ngak kebalik pak?"
"Apa salah nya mencoba sesuatu yang berbeda,lagi pula sebenar lagi kau yang akan masak setiap hari untuk ku."kata pria itu
Claudia tersipu malu dan berjalan ke arah wastafel sambil membawa sayur-sayur yang hendak dia olah.
Kevin bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Claudia dan berdiri dibelakang wanita itu.
"Memangnya kamu ngak mau jadi istri ku?"tanya kevin
Claudia yang sedang memotong sayuran langsung menghentikan gerakan nya."Bapak bercanda nya keterlaluan,jangan mengatakan perkataan yang bisa membuat orang salah paham."ujarnya.
Kevin memeluk Claudia dari belakang sehingga membuat wanita itu berdiri dengan kaku dan menahan nafas nya.
Pria itu membenam kan wajah nya ke bahu Claudia dan berbisik pelan."Apa aku sedang bercanda?"tanya nya
Tiba-tiba air mata Claudia menetes membasahi kedua pipi nya,dia menunduk dan meletakkan pisau yang sedang dipegang nya."Pak,jangan seperti ini."ujar nya
Kevin memutar tubuh Claudia sehingga mereka berdua saling berhadapan.jari nya menyeka air mata Claudia dengan lembut.
"Maaf jika aku terlalu buru-buru.apa kau tidak tertarik pada ku?"tanya pria itu
Claudia menatap Kevin sejenak lalu menggeleng kan kepala nya.
"Apa kau membenci ku?"tanya Kevin lagi
Claudia kembali menggelengkan kepala nya,mana mungkin dia bisa membenci orang yang telah banyak membantu nya.
"Lalu kenapa?katakan padaku?
"Aku..aku hanya tidak ingin terjebak dengan pria tampan dan kaya lagi."kata Claudia.
Kevin menatap wanita itu sejenak."Jadi aku harus jadi jelek baru kamu mau menerima ku,begitu?"tanya nya
Claudia tertawa pelan dan menggeleng."Emang bapak bisa jadi jelek."katanya disela-sela tawanya
Kevin tersenyum dan menyentuh wajah wanita itu dengan lembut."Kau tambah cantik saat tertawa."puji nya
Wajah Claudia memerah dan dia segera menundukkan kepala nya,dia masih belum yakin dengan perasaan nya dan tidak ingin terburu-buru untuk menerima pria itu.
"Jadi?apa yang membuat mu melamun sedari tadi?bahkan kau menangis,tidak mungkin kan gara-gara aku peluk kamu malah menangis?"tanya pria itu
Claudia memutar tubuh nya dan kembali memotong sayuran,sebenar nya dia juga tidak tahu kenapa air mata nya tiba-tiba menetes.ada perasaan hangat di hati nya saat pria itu memeluk nya sehingga dia merasa nyaman dan air mata nya tiba-tiba menetes begitu saja.
"Ngak ada apa-apa"kata nya
"Kau tidak pandai berbohong,sejak kau bertemu mantan suami mu tadi sikap mu menjadi aneh"
"Apa pria itu mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan mu?"tanya Kevin
Claudia menarik nafas nya dengan berat dan menggeleng."Aku rasa hidup ini sangat lucu!"kata nya
"Waktu aku masih menjadi istri nya,aku pernah mengajak Briant untuk pergi berkonsultasi tapi dia menolak dan marah pada ku.bahkan dia tidak mau berbicara pada ku sampai berhari-hari,dan dia malah pergi berselingkuh dengan wanita lain."
"Sekarang dia malah mengajak ku,padahal aku bukan siapa-siapa nya lagi.lalu untuk apa datang menemui ku?aku hanya sedih karena sikap nya yang kekanak-kanakan.seharus nya dia bisa berubah dan menjaga istri baru nya bukan malah meminta ku kembali pada nya."kata nya panjang lebar.
Kevin menelan ludah nya,ini yang dia khawatir kan.Claudia masih menyimpan cinta untuk pria itu.
"Apa kau mau kembali pada nya?"tanya nya dengan ragu
Claudia tersenyum dengan pahit dan menggeleng."Tidak ada tempat untuk nya lagi dihati ku,aku tidak akan pernah kembali pada nya walau apapun yang terjadi."katanya
Kevin tersenyum dan lega mendengar perkataan wanita itu."Jadi,ada tempat dihati mu untuk ku bukan?"tanya nya
Claudia tidak menjawab dan menyembunyikan wajah nya,dia berpura-pura menyibukkan diri dengan masakan nya.
Kevin tersenyum melihat wanita itu."pokok nya akan ku kejar sampai dapat dan akan ku hilang kan kesedihan mu"kata nya dalam hati