
Claudia membuka mata nya dan merasakan perih ditangan nya.
Wanita itu melihat jarum menancap ditangan nya dan kantung infus menggantung tidak jauh dari nya.
Dia berusaha bangkit dan duduk diatas ranjang,kepalanya masih terasa berdenyut-denyut.
Claudia ingat tadi dia sedang berbicara dengan kakak nya,tadi kepalanya sangat sakit dan tanpa dia sadari kesadaran nya mulai hilang.
Claudia mulai menerka-nerka apa yang telah terjadi dengan nya dan melirik infus ditangan nya.
"Ja...jangan-jangan kakak memanggil dokter"kata nya
Wajah nya langsung pucat.kakak nya pasti sudah tahu kehamilan nya dari dokter itu.
Claudia segera beringsut dari ranjang,dia harus mencari kakak nya dan menjelaskan nya.
Tapi saat itu tiba-tiba pintu kamar nya terbuka dan tampak Adam masuk kedalam dengan Ekspresi yang sulit dia baca.
"Kak..."panggil nya takut-takut.
Adam menatap tajam pada adik nya,pria itu ingin marah tapi dia tidak boleh membuat adik nya depresi.
Pria itu teringat saat dokter datang untuk memeriksa keadaan Caludia yang tiba-tiba pingsan.
#Flash back#
"Dokter,cepat periksa adik ku."
Teriak nya dengan panik.
"Sabar tuan Adam..sabar..."
Kata dokter pribadi nya yang baru saja datang dengan pelayan pribadi nya.
Adam sangat cemas,semenjak datang kelondon kesehatan Claudia memang tidak baik
Dokter itu memeriksa keadaan Claudia sejenak dengan peralatan yang dibawa nya.
Setelah merasa tidak ada yang aneh dokter itu kembali menyimpan peralatan nya.
"Tuan Adam,sebaiknya bawa nona ini kedokter spesialis."
Adam kaget mendengar nya.
"Memangnya adik ku sakit apa?"
Tanya nya penasaran.
"Hmmmm...."
Dokter itu mendehem
"Bukan nya saya tidak bisa,tapi lebih baik tuan Adam membawa nona ini kedokter spesial kandungan."
"Karena kemungkinan dan ini menurut saya,nona ini sedang hamil dan badan nya lemah karena asupan gizi nya kurang."
Jelas dokter itu panjang lebar
Jantung Adam bagai dihantam palu besar,pria itu hanya bengong tidak percaya dengan perkataan dokter itu.
"Jangan bercanda dengan ku?"
Kata nya marah.
Dokter pribadi nya berkeringat dingin,bagaimana caranya membuat pria itu percaya jika adiknya memang hamil
"Sa...saya tidak bercanda tuan.jika tuan Adam tidak percaya lebih baik tuan menanyakan langsung dengan nona ini jika sudah sadar."
"Jika aku memang salah maka aku siap tuan Adam hukum"
Kata dokter itu takut-takut.
Adam menarik nafas nya frustasi,dokter itu tidak mungkin salah karena dia sudah percaya pada dokter itu selama bertahun-tahun
Tapi Claudia hamil?dengan siapa?pertanyaan itu berputar dikepalanya.
"Jika Tuan Adam mengijinkan,saya akan menginfus nona ini agar kondisi nya tidak begitu lemah."kata dokter itu lagi
"Lakukan.!"perintah Adam.
Memang selama ini Claudia selalu muntah sehabis makan,bahkan terkadang adiknya itu enggan memakan makanan yang dibelikan dan yang dimasak oleh pelayan nya.
Adam menatap tubuh Claudia yang masih terbaring diatas ranjang.
Adam mengepalkan tangan nya.
"Ini semua gara-gara Briant,jika saja pria itu tidak mencampakkan adik ku tentu Claudia tidak akan mengalami hal seperti ini."pikirnya
Tiba-tiba tubuh nya kaku.
"Tidak mungkin kan Claudia mengandung anak Briant?"
"Claudia sangat melindungi Briant bahkan tidak mengijinkan aku untuk membalas pria itu "
"Jangan-jangan Claudia masih berhubungan dengan Briant walaupun sudah bercerai."pikir pria itu lagi.
Adam menggertakkan gigi nya.jika benar demikian,kenapa adik nya itu begitu bodoh masih mau berhubungan dengan Briant.
"****."maki nya
Jika benar Claudia mengandung anak Briant maka dia benar-benar tidak akan mengampuni perbuatan pria itu.
Pelayan dan dokter pribadi nya tidak berani melihat kearah nya,mereka juga tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu.
"Sudah selesai tuan"
Dokter pribadi nya menghampiri nya saat telah selesai memasang infus di tangan Claudia.
"Sebaik nya setelah nona ini sadar tuan membawa nya kedokter spesial.dan lagi kondisi nya sangat lemah,saya saran kan jangan membuat nya stress yang bisa membuatnya keguguran."
Kata Dokter itu.
Adam hanya mengangguk.
Pria itu melangkah mendekati ranjang dan duduk disisi nya,dia menatap wajah adik nya yang pucat dengan sejuta pertanyaan dalam hati nya.
Pelayan dan dokter pribadi nya segera keluar dari kamar itu,mereka tidak berani berlama-lama disana karena bisa saja Adam tiba-tiba melampiaskan kekesalan nya pada mereka.
Adam memegang tangan Caludia dan mengelus nya dengan pelan.
"Siapa ayah dari anak mu?"
"Aku harap saat kau sadar nanti,kau akan mengatakan semua nya pada ku"
Kata pria itu lagi.
Setelah berkata demikian Adam keluar dari ruangan itu.
#Flash back off#
Adam mendekati adiknya dan duduk disisi nya.
Jika bukan karena saran dokter tadi mungkin dia sudah memaki adiknya saat ini.
Sebelum bertanya pria itu menarik nafas nya dengan panjang,dia tidak ingin terbawa emosi yang bisa mengakibatkan Claudia depresi.
"Kak...aku....."
Claudia berkata dengan ketakutan.
Melihat dari ekspresi Adam sudah dipastikan pria itu sudah mengetahui semua nya.
Tapi dia akan menghadapi nya dan tidak akan lari lagi.
"Aku tidak akan banyak bertanya pada mu"
"Cukup kau katakan saja siapa ayah dari anak yang ada didalam perut mu itu?" tanya nya tanpa basa basi
Claudia hanya mampu terdiam,dari mana dia harus memulai cerita ya?
Suasana hening diantara mereka,Adam masih menunggu Claudia untuk bercerita dengan sabar.tapi adik nya itu masih juga diam seribu bahasa.
Adam mendengus dengan kesal dan segera bangkit berdiri.
"Kau tidak mau cerita?"
"Jika tidak mau tidak apa-apa,aku akan mencari tau sendiri dengan siapa kau berhubungan selama ini"
"Aku sudah berusaha sabar untuk tidak memarahi mu saat ini,tapi kau masih saja diam seribu bahasa"
"Tidak masalah kau tidak mau mengatakan siapa pria itu,tapi jangan salahkan aku jika aku melemparkan mayat pria itu didepan mu"
Katanya dengan kesal.