I'm Not Barren

I'm Not Barren
*#Seasond 2 for Adam#kau harus bertanggung jawab



Adam Wijaya,pria kejam dan berdarah dingin,pria ini tidak akan segan-segan untuk menghabisi musuh-musuh nya.


Pria yang tak mengenal akan cinta,semua wanita sama kecuali adik perempuannya.


Hari itu,dia mendapat kabar jika adik perempuan yang sangat dia sayangi telah melahirkan.


Dia ingin pergi kerumah sakit tapi sahabat baiknya Ben meminta Adam untuk segera datang kekantor karena ada hal yang sangat mendesak.


Dengan berat hati Adam pergi kekantor dan menunda keinginan untuk melihat keponakannya.


"Ben,ada hal mendesak apa sampai aku harus menunda keinginan ku untuk melihat keponakan ku?"


Tanya nya saat susah tiba dikantornya.


Ben hanya tersenyum padanya,walaupun Adam melototi nya tapi dia tidak takut.


"Jangan begitu,masuk keruangan mu dulu."


"Ada seseorang menunggu mu."bisik Ben ditelinganya


Adam mengernyitkan dahinya,dengan cepat pria itu melangkah menuju ruangannya.


Didalam ruangan tampak seorang perempuan cantik keturunan korea sedang duduk diatas sofa sedang menunggunya.


"Siapa dia?"tanya nya saat mereka sudah tiba diruangnnya.


Ben hanya mengangkat bahunya.


"Entah lah."jawab Ben


Adam menghampiri wanita itu dan menatap nya dengan tajam.


"Siapa kau?"tanya nya tanpa basa basi


Wanita cantik keturunan korea itu bangkit berdiri,tersenyum dan mendekat padanya.


"Adam Wijaya?"tanya nya


Adam mengangguk


Wanita itu tersenyum,mengepalkan tangannya dan tiba-tiba meninju perut Adam tanpa menyebutkan namanya terlebih dahulu.


Adam langsung terhuyung karena mendapat pukulan yang cukup keras dengan tiba-tiba.


"Cari mati ya kau!"maki Adam.


"Terima kasih atas ancamannya."wanita itu berkata dengan santai.


Ben yang berada disamping Adam hanya terkekeh,belum pernah sahabatnya itu dipukul oleh perempuan.


"Siapa kau?ada urusan apa mencari ku?"tanya nya dengan perasaan marah


"Aku Luna Kim."akhirnya dia menyebutkan namanya.


"Adam Wijaya,kau harus bertanggung jawab dan menikahi ku!"kata nya lagi


Adam tercengang mendengar nya,apa maksudnya?


Ben menyenggol lengan sahabatnya dan tersenyum dengan usil.


"Adam,apa yang telah kau lakukan padanya?"tanyanya sambil terkekeh


Adam melotot pada Ben dan memukul kepala pria itu.


"Asal kau tahu saja,sedari tadi dia datang mencarimu untuk meminta pertanggung jawaban mu!"


"Katakan padaku,sudah berapa kali kau tidur dengannya?apa perempuan ini sedang mengandung anak mu?"tanya Ben curiga


"Jangan asal menebak!aku bukan orang yang sembarangan menebar bibit seperti mu!"kata Adam dengan kesalnya.


Ben hanya berdecak kesal mendengar perkataan sahabat.ya.


Adam menghampiri Luna yang telah duduk kembali diatas sofa dan menatap kedua orang itu dengan santai.


"Apa maksud mu aku harus bertanggung jawab?"tanya nya


Luna hanya cuek bebek tidak menjawab pertanyaan nya,wanita itu bahkan dengan santai mengambil minuman nya yang berada diatas meja tanpa meminta ijin padanya terlebih dahulu.


"Ben,kenapa kau membiarkan perempuan gila ini masuk kedalam ruangan ku!"teriaknya


"Aku bukan perempuan gila!"jawab Luna


"Kalau tidak gila lalu apa namanya?"


Adam melotot pada Luna,jika saja dia bukan perempuan sudah dia habisi sedari tadi.tapi dia punya prinsip tidak akan memukul perempuan apapun yang terjadi.


"Aku hanya meminta pertanggung jawaban mu saja."kata Luna lagi


"Atas dasar apa?aku bahkan tidak mengenal mu!"


"Kau tidak mengenal ku?tapi aku mengenal mu dan kau sudah mencuri hati ku!"


"Maksud mu?"Adam tidak mengerti.


Luna menunjukkan jari nya kearah bibir Adam.


"Adam Wijaya,kau pria pertama yang mencuri hatiku dan kau harus bertanggung jawab menjadi kekasihku dan harus menikahi ku!"katanya dengan pd


"What the hell!"


Luna langsung menarik kerah baju Adam dan menciumi bibir pria itu.


Adam hanya terpengarah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Luna melepaskan bibirnya dan segera meraih tas yang dia simpan diatas meja.


"Itu sebagai tanda jika kau sudah menjadi milikku!"katanya


Luna segera pergi meninggalkan Adam yang masih tidak mengerti dengan maksud dari Luna.


Ben tertawa terbahak-bahak melihat tampang Adam,baru kali ini ada perempuan yang berani.


"Hei,dia lumayan."kata Ben


Adam memejamkan matanya,alasan konyol apa yang diucapkan gadis itu.bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika semua gadis yang suka padanya meminta pertanggung jawabannya.


"Dasar perempuan gila!"makinya


Adam menyeka bibirnya dan segera meneguk minuman yang ada.


"Ben,sekali lagi kau berani membiarkan perempuan itu masuk.maka akan ku bunuh kau!"ancamnya


Diluar,setelah keluar dari ruangan itu,Luna langsung berlari kearah lift.


Sebenarnya dia sangat takut dan gugup saat berhadapan dengan Adam,dia berusaha bersikap tenang agar tidak terlihat gugup didepan pria yang dia sukai.


Dia telah lama jatuh cinta pada pria itu,setiap hari dia hanya bisa melihat foto Adam diponselnya yang dia ambil secara diam-diam.


Pertama bertemu dengan Adam saat dia menghadiri sebuah pesta perusahaan milik teman ayahnya,tampang Adam yang dingin dan hanya cuek dengan wanita yang berusaha mendekatinya membuat Luna penasaran.


Saat itu Luna terjatuh karena High heels yang dipakainya,tanpa sengaja Adam lewat didepannya dan mengulurkan tangan padanya.


Pria itu tersenyum dengan lembut padanya,tidak seperti yang baru saja di dilihatnya.saat itulah Luna jatuh cinta pada pandangan pertama.


Dia bahkan rela terbang dari korea untuk menemui pria itu,tapi bukan tanpa alasan.


Hari ini Luna terpaksa memberanikan diri untuk menemui pria itu karena dia tidak mau menikah dengan pria yang dikenalkan oleh orang tua nya,dia hanya mau menikah dengan Adam,orang yang dicintainya secara diam-diam.


Dia telah lama mencari alamat pria itu secara diam-diam dan mencari informasi tentangnya,bahkan Luna mengetahui watak pria itu dari artikel-artikel yang dia baca di internet.


Luna menarik nafasnya dalam-dalam untuk menenangkan jantungnya yang berdetak tak karuan.


"Oh Tuhan,apa yang aku lakukan?"


"Aku begitu gugup sampai tanpa sadar memukulnya,semoga dia tidak akan membenci ku."katanya dalam hati


Sebenarnya Luna kesal,kesal karena Adam tidak mengingat dirinya.


Luna memegangi wajahnya yang terasa panas.tadi itu ciuman pertamanya dan dia tidak menyangka akan seberani itu menciumi pria itu.



#Kak Adam#