I'm Not Barren

I'm Not Barren
Ajakan mantan



Siang itu,Claudia sedang menatap heran kedua orang yang sedang duduk didepan nya,saat ini dia sedang berada disebuah restoran yang tidak jauh dari kantor nya.


Dia terpaksa mengikuti kedua orang itu dan sudah meminta ijin kepada bos nya dengan alasan hendak makan siang.


Entah mimpi apa dia semalam tiba-tiba Briant dan mantan mertua nya datang menemui nya dikantor.


Mereka tiba-tiba datang dan mengajak nya makan siang,semula dia menolak.tapi Briant memaksa nya dan Claudia tidak ingin terjadi keributan sehingga dia terpaksa mengikuti kedua orang itu.


"Ini...makan ini.sayur ini sangat baik untuk tubuh mu."kata ibu Briant sambil meletakkan makanan di atas piring yang berada didepan Claudia.


"Terima kasih"kata Claudia sambil tersenyum terpaksa


Senyum Briant mengembang melihat kedua orang itu,dia merasa mereka kembali di waktu dulu diawal pernikahan mereka.


Claudia benar-benar bingung dengan sikap mantan ibu mertua nya,bukan nya wanita itu sangat membenci nya?


"Claudia,kenapa kamu tidak bekerja ditempat Briant saja?kamu bisa jadi sekretaris pribadi nya."kata wanita paruh baya itu.


Claudia mengambil selembar tisu yang berada diatas meja dan mengelap mulut nya,kemudian dia berkata."tidak,terima kasih atas tawaran tante."


Siska menarik nafas nya sejenak,wanita paruh baya itu menatap Briant dan Claudia secara bergantian.dia sangat bahagia melihat senyum Briant yang terus mengembang diwajah nya.


"jangan panggil aku tante,bisakah kamu memanggil ku ibu seperti dulu?"tanya nya


"Aku rindu dengan kebersamaan kita,aku rindu kita makan bersama seperti ini.aku sangat ingin kita kembali seperti dulu."


"Claudia,tidak kah kamu merasa rindu akan kebersamaan kita dulu?"tanya nya lagi


Claudia meletakkan gelas di tangan nya dan berkata"Yah...aku juga rindu dengan kebersamaan kita seperti ini."kata nya


Mendengar itu senyum diwajah Briant semakin mengembang,dia sangat yakin usaha nya akan berhasil dan Claudia mau kembali pada nya.


Briant memang sengaja mengajak ibu nya untuk menemui Claudia,dia tahu bahwa Claudia tidak akan menolak permintaan ibu nya.


"Tapi...itu dulu.sekarang tidak lagi."kata Claudia lagi.


"Kenapa?"tanya ibu Briant.


"Dulu aku sangat berharap kita bisa hidup dengan harmonis,kita bisa selalu makan bersama-sama.aku juga berharap aku dan Briant bisa menikmati hidup kami sampai kami tua.sampai...."kata Claudia tertahan


"Sampai seseorang menendang ku keluar dari rumah nya demi seorang wanita jalang,saat itu juga harapan ku langsung sirna."kata nya lagi


Briant langsung bangkit berdiri dan melotot pada nya."Claudia,jaga ucapan mu"kata nya.


Ibu nya segera menenangkan Briant dan meminta pria itu untuk duduk kembali.


"Sudah,memang benar yang dikatakan Claudia,yang terjadi diantara kalian berdua adalah kesalahan ibu."


"Claudia,aku sangat minta maaf pada mu.hanya karena ego ku sampai harus menghancurkan rumah tangga kalian.aku benar-benar minta maaf."


"Aku berharap,kamu mau kembali lagi dengan Briant dan menjadi menantu ku lagi."kata Siska panjang lebar.


Claudia menatap tajam wanita itu,dia bahkan tidak bergeming sama sekali.kenapa baru sekarang menyesal nya,dulu dia dihina dengan kejam nya tapi dia bersabar dan hanya diam.


Tapi kenapa meminta nya kembali lagi,apa maksud dari ibu dan anak ini?


"Sebenar nya sekarang aku mulai sadar bahwa aku tidak layak menjadi menantu tante.bukan kah tante selalu bilang aku ini mandul? lalu kenapa meminta ku untuk kembali?"


"Atau menantu baru tante kurang memuaskan atau dia juga mandul?"


Claudia berhenti sejenak untuk berpikir,kemudian dia berkata lagi"oh....aku tebak,jangan-jangan Briant yang mandul."tebak nya asal


Tubuh Briant langsung menegang,bagai mana jika Claudia sampai tahu bahwa dia lah yang tidak bisa memiliki seorang anak selama ini,mungkin wanita itu akan tertawa dan menghina nya.


"Saran ku untuk tante,jangan pernah mau menerima kembali wanita mandul ini untuk putra semata wayang tante."katanya lagi dengan sinis


"Claudia bukan seperti itu."sela Briant.


"Aku rasa sampai disini saja nostalgia kita,waktu makan siang ku sudah habis.maaf sudah membuat kalian kecewa untuk kesekian kali nya"kata nya lagi


Claudia segera bangkit berdiri hendak meninggal kan kedua orang itu.tapi ibu Briant memegang tangan nya sehingga Claudia menghentikan langkah nya.


Wanita itu segera memberikan sesuatu kepada Claudia,benda itu yang dia bawa sedari tadi.


"Ini....aku memasak kan ini untuk mu.kamu tinggal menghangat kan nya,ini makanan kesukaan mu."kata nya lagi sambil memberikan paper bag yang berisi makanan pada Claudia.


Dengan ragu-ragu Claudia menerima makanan yang diberikan ibu Briant,dia tidak enak hati menolak karena takut melukai perasaan wanita itu.bagaimana pun juga dia masih menghormati wanita paruh baya itu.


"Terima kasih tante atas perhatian nya,terima kasih juga untuk makan siang nya.aku pamit."kata nya sambil meninggal kan kedua orang itu.


Briant menatap kepergian Claudia dengan sedih,wanita itu masih saja belum memaafkan perbuatan nya.


Bahkan tadi Claudia dengan terang-terangan menyinggung ibu nya,semakin hari sikap Claudia semakin dingin pada nya.


Claudia tidak mau memperdulikan ibu dan anak itu,dia segera kembali kekantor nya sambil membawa makanan yang diberikan ibu Briant.


Entah mau dia makan atau tidak makanan itu dia belum tahu,yang jelas dia tetap menghormati wanita paruh baya itu dan menerima pemberian nya.


Saat tiba dipintu ruangan nya Claudia melihat Kevin sedang berdiri sambil menyandar kan tubuh nya di dinding.


Melihat kedatangan nya pria itu langsung membenar kan posisi berdiri nya dan menatap tajam ke arah nya.


"Dari mana?"tanya nya


"Hum...habis makan siang dengan para mantan."jawab nya dengan jujur


Kevin melotot marah,dengan cepat dia langsung menarik tangan Claudia menuju ruangan nya.


"Apa maksud mu,memang nya kamu punya berapa mantan?"tanya nya saat mereka sudah berada didalam ruangan nya.


"Bukan mantan seperti yang kamu pikir kan."


"Aku hanya menerima tawaran makan siang dari mantan mertua ku,aku menerima tawaran nya karena aku masih menghormati nya."kata nya lagi


Kevin menarik nafas nya berat,mendengar kata "mantan" saja sudah membuat hati nya tidak tenang.


"Apa yang kamu bawa?"tanya nya sambil menunjuk sesuatu yang dibawa Claudia.


"Oh ini,makanan yang diberikan mantan ibu mertua ku."kata nya sambil mengangkat benda itu didepan nya.


Kevin dengan cepat menyambar benda itu dari tangan Claudia.


"Buang."perintah nya


"Eh,jangan.kan sayang."kata Claudia


"Pokok nya buang."perintah pria itu lagi


"Jangan,kembalikan."pinta Claudia.tangan nya hendak menyambar kembali paper bag dari tangan Kevin tapi pria itu segera mengangkat nya tinggi-tinggi.


Dengan tubuh nya yang pendek membuat Claudia tidak dapat menggapai benda itu yang sedang diangkat Kevin,dengan sudah payah dia melompat-lompat kecil untuk menggapai nya.


Kevin tersenyum melihat Claudia yang melompat-lompat bagaikan kelinci,walaupun tadi nya dia sangat kesal,tapi seperti nya dia harus berterima kasih pada ibu Briant yang telah memberikan makanan itu.


Dia segera melepas kan paper bag yang dipegang nya sehingga benda itu terjatuh diatas lantai dan menimbulkan bunyi dentuman kecil.


Kevin langsung memeluk pinggang Claudia dan mencium bibir wanita itu."hukuman buat mu."bisik nya


Claudia mengatur nafas nya dan tersenyum."Hukuman seperti ini tidak akan pernah aku tolak."goda nya


Kevin mengerang kecil dan kembali melumat bibir Claudia,tidak mau kalah wanita itu juga membalas ciuman Kevin yang semakin memanas.


Selagi mereka sedang tenggelam dalam ciuman itu dan masih sibuk membelitkan lidah satu sama lain,pintu ruangan yang terbuat dari kayu itu terbuka dengan tiba-tiba.


Menyadari itu Claudia langsung mendorong tubuh Kevin dan menjauh dari pria itu.


Didepan pintu itu muncul seorang pria yang dikenal nya.


Claudia menahan nafas nya,jantung nya berdetak tidak karuan dan tangannya mulai berkeringat dingin.


"Apa yang kalian lakukan?"terdengar suara pria yang tidak asing bagi nya