I'm Not Barren

I'm Not Barren
Hasil pemeriksaan



Sedang kan ditempat lain,tampak Briant sedang mencengkram kertas yang dipegang nya dengan kencang.


Kertas yang sedang dicengkram nya adalah hasil pemeriksaan yang telah diberikan dokter pada nya.


Saat ini dia sedang berada disebuah rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaan dirinya,beberapa hari yang lalu Briant memberani kan diri untuk datang ketempat itu untuk memeriksakan diri.


Setelah memberikan sperma nya dan melewati beberapa proses dan tes Analisis sperma akhir nya dokter yang dia percaya memberikan hasil dari pemeriksaan nya.


Sebelum itu dia juga telah melakukan tes fisik,hormon dan semua yang telah dokter saran kan pada nya.


"Pak Briant,saya harap anda jangan berputus asa."kata dokter pria yang sedang duduk didepan nya


Briant hanya terdiam dan memandang nanar dokter itu,perasaan nya benar-benar kacau tidak bisa diungkap kan dengan kata-kata.


Dia sangat Shok mendapati dirinya lah yang tidak bisa memiliki seorang anak,selama ini dia selalu percaya akan perkataan ibu nya.


"Apa aku benar-bener tidak akan bisa memiliki anak nanti?"tanya nya dengan putus asa


"Kemungkinan nya sangat lah kecil,dari hasil tes laboratorium menunjukan bahwa kualitas sperma anda tidak lah bagus."kata dokter itu


"Kenapa?aku selalu hidup dan makan makanan sehat.kenapa bisa begini dok?"tanya lagi


"Maaf pak,biasa nya ini faktor keturunan,tapi bisa juga dari kesehatan fisik anda dan faktor lain."kata dokter itu lagi


Briant menghela nafas nya kecewa,dia tidak tahu apakah nanti dia harus memberi tahukan kepada ibu nya dengan hasil dari pemeriksaan itu.


Ibu nya pasti akan sedih dan marah pada dirinya,Briant tidak menyangka bahwa selama ini dia lah yang tidak bisa memiliki anak.


Tapi dia malah dengan tega membiar kan mantan istri nya di hina oleh ibu nya begitu saja.


Setelah merasa cukup jelas,Briant segera keluar dari ruangan dokter spesial itu dengan perasaan berkecamuk.


Seandai nya dulu dia mau mengikuti saran Claudia untuk memeriksakan diri mungkin mereka tidak akan berpisah saat ini.


Briant berjalan dengan lemas keluar dari rumah sakit itu menuju mobil nya,beruntung nya dia datang bersama dengan supir nya sehingga dia tidak perlu membawa mobilnya karena pikiran nya sedang melayang kemana-mana.


Briant hanya termenung selama diperjalanan untuk kembali kerumah nya,kertas hasil pemeriksaan nya masih dia pegang dengan kencang.


Saat dia tiba dirumah nya pun dia melangkah dengan malas memasuki rumah nya itu.diruang tamu tampak ibu nya sedang duduk santai menikmati teh hangat nya.


Saat melihat Briant,wanita paruh baya itu segera bangkit berdiri dan menyambut anak nya.dia sudah tahu jika Briant pergi kerumah sakit untuk mengambil hasil tes Analisis nya,dengan cepat wanita itu menghampiri anaknya


"Bagaimana?"tanya nya dengan tidak sabar


Briant memandang wanita itu dengan lesu dan menyodorkan kertas yang sudah remuk ditanya nya.


Setelah ibu nya mengambil kertas itu Briant melangkah ke arah sofa san menjatuhkan diri nya disana.dia tidak punya pilihan lain,walaupun ibu nya akan sedih dan kecewa tapi Briant tidak bisa menyembunyi kan nya.


Ibu nya dengan cepat mengambil kaca mata nya dan membaca tulisan dikertas itu dengan cermat.


Tidak berapa lama wanita paruh baya itu menutup mulut nya tidak percaya dan memandangi anak nya.


"Apa dokter nya tidak salah?"tanya nya


Briant mengangkat kepalanya dan menutup kedua mata nya.


"Kenapa bu?ibu bilang aku sehat-sehat saja."katanya


"Briant,jangan percaya dengan hasil ini.dokter nya pasti salah."kata ibu nya


Briant mengusap rambut nya kebelakang dan menatap ibu nya dengan tajam.


"Bu,sudah jelas-jelas hasil nya aku tidak bisa punya anak.kenapa ibu meminta ku untuk tidak mempercayai hasilnya dan seolah-olah memberikan harapan palsu pada ku?"tanya nya.


Sekarang Dia mulai merasa sangat kecewa dengan ibu nya.


"Aku tidak percaya,padahal dulu aku melahirkan mu dalam ke adaan sehat-sehat saja walaupun dulu dokter telah menyarankan ku untuk....."tiba-tiba ibu nya menghentikan ucapan nya


Briant menatap curiga ibu nya."apa bu?"tanya nya


"Tidak ada Briant,ibu asal bicara"kata wanita itu dengan cepat


"Ibu menyembunyikan sesuatu dari ku?"


"Tidak nak"jawab ibu nya


"Ibu....!!!!!"teriak Briant dengan kencang


Ibu nya memandang Briant yang menatap tajam ke arah nya,tapi sebelum dia membuka mulutnya untuk berbicara,Adelia turun dari anak tangga sambil berlari-lari kecil.


"Ada apa?kenapa kau berteriak?"tanya nya


Briant dan ibu nya memandang Adelia yang sudah berpakaian dengan rapi dan sudah berdandan dengan cantik.


"Mau kemana kau?"tanya Briant dengan nada kesal


"Oh..aku mau pergi dengan teman-teman ku."jawab Adelia


"Kau ini seorang istri,kenapa setiap hari keluyuran bersama teman-teman mu.seharusnya kamu itu berada dirumah untuk melayani suami mu"kata ibu mertua nya.


"Bu,aku ini tidak suka dirumah.aku tidak betah,lagi pula jika hati ku senang maka aku akan lebih cepat hamil,bukan?"katanya


Siska hendak menghampiri menantu nya itu tapi langsung ditahan oleh Briant.


"Mendengar perkataan Adelia seperti nya dia tidak mendengar pembicaraan ku dan ibu ku"pikir Briant.


"Del,dari pada kamu keluyuran tidak jelas bagaimana kalau mulai besok kamu bekerja dikantor ku "pinta Briant.sebenar nya dia meminta ini supaya dia bisa lebih mudah menyelidiki wanita itu.


Adelia mendengus dengan kesal."sory ya,buat apa aku punya suami kaya.aku ini istri mu,dan kamu seorang ceo besar.apa kau tidak malu istri mu pergi bekerja?"tanya nya dengan angkuh.


Briant termenung sejenak,bahkan Claudia tidak malu sama sekali bekerja diperusahaan asing.


"Sudah lah,aku mau pergi.nanti aku terlambat."kata Adelia.dia segera keluar dari rumah itu meninggal kan suami dan ibu mertua nya


"Ibu lihat,wanita apa yang telah ibu berikan pada ku!"kata Briant dengan frustasi


"Maaf Briant,ibu benar-benar bersalah pada mu"kata ibu nya


"Tolong bu,katakan semua yang ibu tahu,jangan lagi menyembunyikan apa pun dari ku.aku sudah mengikuti semua perkataan ibu dan ibu tahu,aku sangat...sangat menyesal sekarang."kata nya sambil tertunduk lesu.


Wanita itu memandang dengan iba ke arah anak nya,dia juga tidak menyangka dan sangat shock mendapati anaknya tidak bisa memiliki anak.


Dalam hati nya sangat lah kecewa,harapan nya untuk memiliki seorang cucu sirna sudah.wanita itu menghampiri Briant dan mengusap punggung anak nya dengan lembut.


"Maaf kan ibu nak,ibu juga tidak menyangka akan jadi seperti ini"katanya dengan nada sedih.


Briant menghela nafas nya dengan panjang."sudah lah bu,semua sudah terjadi."


"Tapi mulai sekarang ibu tidak boleh melarang ku untuk melakukan apa pun yang aku mau,dan aku berharap ibu tidak mengatakan ini pada Adelia.aku sedikit curiga pada nya."katanya


Ibu nya mengangguk dan menyetujui permintaan anak nya."Ibu janji,apa pun yang mau kau lakukan ibu tidak akan melarang mu lagi.ibu juga berjanji,jika kau ingin kembali dengan Claudia,ibu akan menerima nya kembali dengan tulus hati.bahkan jika kau ingin mencerai kan Adelia pun ibu akan mengikuti ke inginan mu.''kata ibu nya panjang lebar


Briant segera bangkit berdiri"pegang ucapan ibu."katanya


"Mau kemana?tanya ibu nya saat melihat Briant hendak berjalan keluar rumah.


"Aku ingin menemui Claudia."kata Briant sambil berlalu meninggalkan ibu nya.