
Beberapa bulan kemudian
Briant mengadakan pesta pernikahannya dengan Jane difour seasons resort yang berada dibali.
Dia sengaja memilih tempat itu karena Jane sangat menyukai pantai.
Mereka mengadakan disebut taman yang terbuka dengan pemandangan pasir pantai yang terhampar indah.
Bukan saja dapat menikmati makanan yang terhidang tapi para tamu undangan juga dapat menikmati pemandangan matahari yang terbenam.
Briant melihat penampilannya didepan cermin disebuah ruangan yang telah disedikan untuknya,dia merasa sangat gugup padahal ini bukan yang pertama kalinya.
Dulu dia menikahi Adelia tanpa melakukan resepsi pernikahan,dia menikahi Adelia dengan diam-diam supaya tidak ada orang yang mengetahui perceraiannya dengan Claudia.
Briant memejamkan matanya dan menarik nafasnya.hari ini,dia akan membuka lembaran baru dalam hidupnya dan dia sangat yakin jika dia akan bahagia dengan jane.
Ibunya tiba-tiba masuk kedalam ruangan itu dan mengelus pundaknya.
"Briant,aku sangat senang akhirnya kau dapat menikah lagi.semoga kali ini kamu bisa bahagia dengan Jane."ujarnya
Brint tersenyum dan menggenggam tangan ibunya dengan lembut.
"Terima kasih bu,aku yakin,Jane adalah pilihan terbaik untukku."katanya
"Bagus lah,dikemudian hari aku tidak akan mencampuri rumah tangga mu lagi."
"Aku telah memutuskan untuk tidak tinggal dengan mu lagi."kata ibunya
"Maksud ibu?"Briant tidak mengerti dengan ucapan ibunya
"Briant,aku akan tinggal dipanti jompo.aku berharap kalian bisa membangun rumah tangga kalian berdua."
"Tidak bu,aku tidak akan menginjinkan.Jane wanita yang baik dan aku yakin dia juga tidak setuju ibu tinggal dipanti."
"Tapi Briant...?"
"Bu,aku tidak pernah menyalahkan ibu atas kehidupan ku."
"Memang aku masih sangat berharap Claudia mau kembali padaku,tapi kehidupan ini terus berjalan dan itupun sudah tidak mungkin terjadi!"
"Yang berlalu biarkan berlalu,aku hanya berharap dikehidupan yang akan datang aku bisa bersama dengannya lagi."
"Tapi untuk saat ini,aku ingin menikahi Jane,hidup dengannya dan bersama dengan ibu."
"Jadi,jangan pernah katakan lagi ibu akan tinggal dipanti jompo karena aku tidak akan setuju."katanya panjang lebar
Siska segera memeluk tubuh putranya
"Terima kasih nak,terima kasih."katanya
Briant mengusap-usap punggung ibunya,bagaimana pun,ibunya adalah segalanya baginya.
"Waktu ku sudah tiba!"katanya
Siska segera melepaskan tubuh anaknya
"Pergilah sayang,sambut calon iatri mu!"
Briant menciumi pipi ibunya sejenak dan kembali membetulkan jas yang sedang dipakainya
Setelah yakin dengan penampilannya dia segera keluar dari ruangan itu dan berjalan bersama ibunya untuk menuju kealtar.
Para tamu undangan sudah berdatangan dan sebagian sudah duduk ditempat yang sudah tersedia.
Briant berdiri didepan para tamu dengan gagah untuk menyambut pengantin wanitanya.
Tidak lama kemudian alunan musik mulai terdengar dan tampak Jane sedang digandeng oleh ayahnya memasuki taman.
Mata Briant terbelalak
"Claudia..?"katanya dalam hati
Penampilan Jane saat itu sangat mirip dengan Claudia beberapa tahun lalu saat acara pernikahan mereka.
Briant langsung menggeleng"Kenapa aku malah mengingatnya saat seperti ini?"pikirnya
Mungkin dulu Claudia berambut pendek,dan Jane benar-benar terlihat sama dengan penampilan mantan istrinya itu.
Jane tersenyum manis saat melangkah melewati para tamu untuk mendekati Briant tanpa tahu apa yang sedang dipikiran pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Briant hanya berdiri mematung,bahkan dia tidak mengulurkan tangannya saat Jane sudah tidak didepannya.
"Hmmmm....."
Deheman ayah Jane membuyarkan lamunannya,Briant segera tersadar dan mengulurkan tangannya untuk Jane.
Mereka segera mengucapkan janji pernikahan mereka didepan para tamu dan keluarga mereka.
Keluarga mereka berdoa semoga mereka dapat hidup dengan bahagia.
Briant segera menciumi pengantin wanita nya.
"Ya Tuhan,seandainya ada kesempatan kedua?"
Tiba-tiba pikiran bodoh dan tak masuk akal terbesit dalam pikiran,tapi dia segera menepis itu jauh-jauh.
Sekarang Jane adalah istrinya,maka apapun yang terjadi dikemudian hari dia akan mencintai Jane untuk seumur hidupnya.
.
.
.
"Briant,apa yang kau pikirkan?"
Briant hanya termenung memandangi hamparan pasir dari jendela kamar hotel yang mereka tepati saat ini.
Jane segera menghampiri pria yang baru saja menjadi suaminya itu,dia telah selesai mandi dan telah menganti pakiaannya.
Briant menoleh dan melihat istri barunya yang sudah tampak segar.
"Tidak sayang,aku sedang memikirkan mu."katanya
Dengan cepat Briant menarik tangan istrinya dan memeluk tubuhnya dengan erat,Briant membenamkan wajahnya dibahu Jane dan menghirup aroma segar dari tubuh istrinya. wangi tubuh Jane yang sehabis mandi membuatnya sedikit tenang.
"Kenapa aku malah memikirkan Claudia saat hari pernikahan ku?'
"Padahal aku sudah memutuskan untuk bersama dengan Jane,aku tidak boleh membuat Jane kecewa."pikirnya
Briant segera mengangkat tubuh Jane dan membawanya ketempat tidur,malam ini adalah malam pernikahannya dan tidak akan dia hancurkan dengan memikirkan wanita yang pernah hadir dalam hidupnya.
"Briant,kenapa kau tidak mandi dulu?"tanya nya
"Aku akan mandi setelah ini sayang."
Briant segera melepaskan pakaiannya dan menciumi bibir istrinya.
Wajah Jane bersemu merah dan membalas ciuman suaminya,tubuhnya mulai bergetar saat tangan Briant mulai merambat kemana-mana.
Desahan demi desahan lolos dari bibirnya,dia sangat malu saat Briant melepaskan semua pakaiannya.
Kamar yang terasa dingin itu Tiba-tiba menjadi panas oleh permainan mereka,desahan-desahan yang keluar dari mulut mereka memenuhi semua ruanganan.
Briant hendak menyatukan tubuh mereka tapi Jane mulai gelisah dibawahnya karena teringat dengan masa lalunya.
"Tenang saja,aku akan pelan-pelan."bisiknya
Jane mengangguk,dia percaya dengan suaminya karena Briant selalu memperlakukannya dengan lembut.
Briant menciumi bibirnya dan langsung menyatukan tubuh mereka saat dia merasa Jane sudah siap.
Dia segera menghentakkan tubuhnya dengan cepat dan menciumi Wajah Jane.
Briant mengusap air mata istrinya yang mengalir diujung matanya.
"I love You Jane,for Ever."bisik nya
Jane tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya dileher suaminya.
Briant kembali menciumi bibir istrinya dan menghentakkan bokongnya dengan cepat untuk menyelesaikan permainan panas mereka.
Setelah selesai Briant segera menarik tubuh Jane kedalam pelukannya dan membelai kepalanya dengan lembut.
"Terima kasih sayang,sudah hadir dalam hidupku."bisiknya
Jane hanya tersenyum dan memeluk tubuh suaminya dengan erat.
Dia tertidur disisi suaminya karena lelah dan mengantuk setelah kegiatan mereka.
Briant mulai memejamkan matanya,nafas Jane yang berhembus didadanya terasa hangat.
Dia memeluk tubuh Jane dan mengecup ujung kepalanya.
"Claudia,semoga kau selalu bahagia disana."pikirannya.
Setelah berpikir demikian Briant mengencangkan pelukannya dan tertidur disisi Jane.